100100 Voting: 999,879,658

Kerajinan Miniatur Rumah Adat dari Limbah Kayu

Berawal dari keprihatinan makin tergusurnya berbagai rumah adat di Indonesia, seorang warga Solo, Jawa Tengah, sejak tiga belas tahun terakhir menggeluti profesi sebagai pembuat miniatur berbagai rumah adat. Miniatur itu dibuat dari kayu-kayu bekas dengan cara manual dan dijual dengan kisaran harga puluhan hingga ratusan ribu rupiah per buah.




Adalah Slamet Riyadi, warga Solo yang sehari-hari menekuni usaha kerajinan pembuatan miniatur rumah adat tersebut. Usaha ini dipilihnya setelah ia melihat banyak rumah adat asli Indonesia yang saat ini justru makin terlupakan.


Berbekal brosur-brosur rumah adat yang merupakan oleh-oleh anaknya saat berpiknik ke Taman Mini Indonesia Indah atau TMII di Jakarta, Slamet pun mempunyai ide untuk membuat miniatur rumah adat seperti itu. Tujuannya, tentu saja agar bentuk dan model rumah adat Indonesia tidak makin dilupakan dan punah.

Tanpa karyawan atau pembantu, Slamet Riyadi membuat miniatur rumah adat ini dengan peralatan sederhana di sebuah kios kecil di Jalan HOS Cokroaminoto Solo. "Bahannya pun hanya memanfaatkan kayu-kayu limbah yang biasanya hanya dibuang," Katanya.

Karena dilakoninya sendiri, dalam sehari, biasanya ia hanya bisa membuat satu hingga dua miniatur rumah adat. Bahkan, jika sulit, seperti rumah adat Toraja, ia mengaku butuh waktu tak kurang dari 4 hari. "Agar motif ukiran bisa persis sama dengan aslinya," kata Slamet.

Meski dijual hanya dengan kisaran harga puluhan hingga ratusan ribu rupiah per bulan, omset penjualan miniatur rumah adat ini tergolong masih sangat kecil. Dalam sebulan, paling banyak hanya sekitar 1 hingga 5 miniatur saja yang bisa terjual. Kadang-kadang dalam sebulan, tidak satupun miniatur bisa terjual.

Karenanya, ia hanya mengandalkan pesanan dari sekolah-sekolah. "Biasanya dalam jumlah cukup banyak, karena untuk alat peraga. Tapi itupun sudah jarang," kata Slamet. Jika tidak ada pesanan, waktunya pun lebih banyak dihabiskan untuk mengukir miniatur rumah adat, daripada melayani pembeli. (*)

 
Read More..
"Kerajinan Miniatur Rumah Adat dari Limbah Kayu" was posted by: World Spy blogs, under category miniatur rumah adat and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/kerajinan-miniatur-rumah-adat-dari.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Sunday, February 27, 2011, 12:39 AM.

Pesta Seni Mahasiswa ISI Yogyakarta

Sebagai wujud atas terbentuk dan terpilihnya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Seni Indonesia Yogyakarta, maka pada tanggal 26 Februari 2011 (pukul 11.00 wib- 21.30 wib) bertempat di sepanjang jalan pintu masuk sampai dengan pelataran gedung baru rektorat ISI Yogyakarta, Jl Parangtristis, Sewon, Bantul akan diadakannya pesta seni yang merupakan kolaborasi dan apresiasi seni mahasiswa se-Institut Seni Indonesia Yogyakarta, yaitu Bazar Seni, Performance Art, Pameran Seni Rupa, Pagelaran Seni, Musik Etnis dan Pemutaran Film karya mahasiswa. Wujud apresiasi mahasiswa ISI Yogyakarta melalui karya seni sebagai salah satu eksistensi dan konsistensi mahasiswa di bidang seni.




KONFIRMASI ACARA
Indra Indrayanto
085213837123
(sumber : Info peristiwa kesenian di Yogyakarta)
Read More..
"Pesta Seni Mahasiswa ISI Yogyakarta" was posted by: World Spy blogs, under category pentas seni and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/pesta-seni-mahasiswa-isi-yogyakarta.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Friday, February 25, 2011, 2:57 AM.

Launching Buku Antologi Penulis Lepas


Datang yuk ke acara launching Buku Antologi Puisi Penulis Lepas yang akan diadakan pada :

Hari : Sabtu, 26 Februari 2011
Tempat : Aula Telkom Lt. 7 Jl. S. Parman Jakarta Barat
Waktu : 15.30 - selesai


Acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS. Bagi yang ingin memesan terlebih dahulu bisa menghubungi GERAIBUKU.COM ke (021) 4095 3293 atau via email ke geraibuku@gmail.com Harga buku Rp 35.000

Sampai ketemu yaaaaa............

salam


www.geraibuku.com
Read More..
"Launching Buku Antologi Penulis Lepas" was posted by: World Spy blogs, under category launching buku and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/launching-buku-antologi-penulis-lepas.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Thursday, February 24, 2011, 8:42 PM.

Senandung Tembang Pesisir oleh Slamet Gundono di Kedai Kebun Forum Yogyakarta

Kedai Kebun Forum (KKF) mengundang teman-teman untuk mat-matan mendengarkan senandung Tembang Pesisir oleh Slamet Gundono dan Tari “Jejak Sampah” oleh Ali Larinka (Jakarta). Acara ini akan berlangsung pada Kamis, 24 Februari 2011, pukul 19.30 WIB, di Ruang Pertunjukan KKF, Jl. Tirtodipuran No.3 Yogyakarta.

Selain Slamet Gundono, malam itu juga akan hadir Ali Larinka penari asal Jakarta yang tak lain adalah murid Slamet Gundono. Larinka akan membawakan tari ciptaannya Jejak Sampah yang inspirasinya muncul dari rumput-rumputan, daun-daun gugur, dan sampah-sampah yang berserak di sekitar ruang latihannya. Bunyi sapu ijuk yang secara rutin menemaninya ketika berlatih, sangat memberi pengaruh pada irama tariannya.

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum.

Kedai Kebun Forum and Restaurant

Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogyakarta
Java Indonesia 55143
Phone : +62 274 376114
E-mail : kkforum@indosat.net.id
website : www.kedaikebun.com
Read More..
"Senandung Tembang Pesisir oleh Slamet Gundono di Kedai Kebun Forum Yogyakarta" was posted by: World Spy blogs, under category pentas seni and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/senandung-tembang-pesisir-oleh-slamet.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Tuesday, February 22, 2011, 9:26 PM.

Pentas Wayang Willem Van Oranje di Karta Pustaka Jogja

Bagi bangsa Belanda, Pangeran William begitu mendapat ruang istimewa dihatinya. Lahir di Castle Dillenburg , 24 April 1533, Pangeran William juga dijuluki dikenal sebagai William dari Orange atau nama panggilan William Diam, dan di Belanda sering Bapa Bangsa disebut, pada awalnya gubernur untuk raja Spanyol namun kemudian inisiator, menantang pemimpin pemberontakan melawan penguasa dari Belanda Spanyol , Philip II .


(sumber : info peristiwa kesenian di Yogyakarta)

Atas kebesaran jasa-jasanya itulah, rumah yang dulu menjadi kediamannya kini telah dipugar dan dijadikan sebuah museum yang diberi nama Princenhof Museum. Untuk menggelar Re-Opening museum yang memiliki sejarah besar itu, Ki Ledjar Soebroto akan mementaskan Wayang Williem Van Oranje. Selain dipentas wayang ciptaan Ki Ledjar Soebroto ini juga akan dipamerkan di Museum Nusantara yang juga terletak didalam satu kompleks Princenhof Museum.

Wayang Williem Van Oranje merupakan maha karya Ki Ledjar Soebroto yang secara khusus dipesan oleh Museum Nusantara. Ki Ledjar membuat desain wayang atas sesuai dengan lukisan-lukisan para tokoh yang terdapat pada cerita sejarah perjuangan William dan lukisan yang selama ini tersimpan didalam koleksi Prinsenhof Museum.

Dibuatnya perjuangan Pangeran William dalam bentuk wayang ini, bertujuan sebagai mahana pendidikan anak-anak untuk lebih memahami tentang sejarah Belanda. Selain dalam bentuk wayang yang nantinya dipamerkan, juga disertai pemutaran film animasi Wayang William van Oranje yang dibuat oleh Ananto Wicaksana (cucu Ki Ledjar Soebroto).

Untuk kali pertamanya, Wayang Willem ini akan diperkenalkan dan dipentaskan di Karta Pustaka, Jalan Bintaran Tengah 16 Yogyakarta, dengan dalang Ki Ananta Wicaksana. Acara akan diselenggarakan pada Hari Rabu, tanggal 2 Maret 2011, mulai pukul 19.30 Wib - 21.30 Wib.

~~ ACARA INI TERBUKA UNTUK UMUM & GRATIS


Salam Budaya
Read More..
"Pentas Wayang Willem Van Oranje di Karta Pustaka Jogja" was posted by: World Spy blogs, under category pentas wayang and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/pentas-wayang-willem-van-oranje-di.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Monday, February 21, 2011, 5:14 PM.

Perajin Alat Pertanian Tradisional Bertahan di Tengah Kesulitan

Meski terus dilanda kesulitan, para perajin alat pertanian dan rumah tangga tradisional di Sragen, Jawa Tengah, hingga kini, ternyata masih terus bertahan. Meski hanya menggunakan peralatan yang sangat sederhana dan seadanya, hasil kerajinan alat pertanian mereka mampu menembus pasaran hingga luar Jawa.



Saimo, bapak berumur 58 tahun, warga dusun Dayu, RT 27/ RW 8, kecamatan Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah, ini sebenarnya sudah menggeluti kerajinan alat-alat pertanian tradisional sejak tahun 1975. Namun, seiring perjalanan waktu, hingga kini, belum terlihat perubahan mencolok pada usaha kerajinannya tersebut. Peralatan yang digunakan masih sama dengan saat awal ia merintis usaha ini. Sangat sederhana dan tradisional.



Pemanasan besi masih menggunakan perapian arang, sehingga, membutuhkan kesabaran lebih. Penempaannya pun masih dilakukan dengan cara memukul-mukul menggunakan palu. Awalnya, bahan besi dipanaskan pada perapian arang. Setelah itu, besi pun dibentuk sesuai alat pertanian atau rumah tangga yang diinginkan dengan cara dipukul-pukul menggunakan palu. Setelah itu, dihaluskan dan dipertajam dengan menggunakan gerinda.


Meski semuanya dikerjakan dengan alat sederhana dan tradisional, hasil kerajinan Saimo ternyata tak hanya digemari warga setempat. "Warga di luar Jawa juga sering memesan ke sini," katanya. Hanya dengan harga 30 ribu rupiah per kodi, hasil kerajinan alat pertanian dan rumah tangga Saimo pun mampu menembus pasaran luar Jawa.


Namun, akibat kurang memadainya peralatan, ia pun seringkali harus kewalahan memenuhi pesanan. Apalagi, ia hanya dibantu istri dan satu anaknya.

Selain peralatan yang masih tergolong sederhana, Saimo mengaku, dirinya juga sering menghadapi kendala dalam pengadaan bahan baku besi. Belakangan, harga bahan besi memang terlihat terus naik, sehingga, ia pun kesulitan membelinya. Apalagi, ia tak bisa menaikkan harga jual kerajinannya, karena, khawatir justru akan kehilangan pembeli. Meski terus dilanda kesulitan, Saimo mengaku tetap akan menggeluti usaha kerajinan ini sampai kapanpun. (*)
Read More..
"Perajin Alat Pertanian Tradisional Bertahan di Tengah Kesulitan" was posted by: World Spy blogs, under category alat pertanian and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/perajin-alat-pertanian-tradisional.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 2:51 AM.

Kerajinan Boneka Wayang, Mengenalkan Tradisi Sejak Dini


Di tengah serbuan boneka berkarakter tokoh kartun mancanegara, seorang perajin di Solo, Jawa Tengah, menggagas sebuah kerajinan boneka yang sangat unik, yaitu Boneka Wayang. Boneka berkarakter tokoh wayang asli Indonesia ini diharapkan bisa menjadi media bermain anak, sambil mengenalkannya pada tradisi bangsa sendiri, sedini mungkin.

Berbeda dengan kebanyakan boneka yang selama ini ada, boneka-boneka karya Edi Susanto, warga Jebres, Solo, Jawa Tengah, ini tergolong sangat unik dan kreatif. Boneka-boneka ini menggunakan karakter tokoh wayang asli Indonesia, seperti Petruk, Semar, Hanoman, Arjuna, Srikandi, Nakula, Sadewa dan Gatutkaca.


Kerajinan boneka wayang ini mulai dirintis Edi bersama temannya, Achmad, sekitar pertengahan tahun 2010 lalu, menyusul keprihatinannya terkait makin dilupakannya tradisi budaya sendiri, terutama wayang. Generasi muda saat ini, baik anak-anak maupun remaja, ternyata lebih mengenal tokoh-tokoh kartun dan superhero mancanegara, seperti doraemon, upin ipin, donald bebek, superman dan sebagainya, daripada tokoh wayang asli Indonesia. Di sinilah, Edi mulai mencoba membuat media pengenalan wayang sejak dini kepada anak, dengan menggunakan media permainan.

Tidak berbeda dengan boneka biasa, boneka wayang ini juga dibuat dari kain diadora atau bahan kaos yang sangat halus. Hanya saja, pembuatannya memerlukan ketrampilan dan kreatifitas tinggi, agar karakter wayang yang dibuat tidak menyimpang dari pakem yang sudah ada.

Caranya, pertama kali dibuat pola di atas kain diadora, sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah itu, dipotong dan dijahit serta diisi dengan dakron atau kapas dan dijahit kembali. Barulah kemudian dibuat pernik-pernik lain, agar karakter wayang bisa terlihat lebih indah dan terkesan hidup. Seperti, kebaya, ikat pinggang, penutup kepala dan sebagainya.

Karena dianggap unik dan kreatif, saat ini, pesanan boneka wayang tak hanya datang dari wilayah setempat, namun juga dari Malaysia dan kota-kota lain di Indonesia. "Banyak juga pesanan datang, namun, kami sering mengalami kendala dalam hal alat dan bahan," kata Edi.

Karya boneka wayang ini biasanya dijual dengan harga bervariatif tergantung seri atau kelasnya. Selama ini, Edi memang membuat boneka wayangnya dalam dua seri, yaitu seri bermain dan seri kolektor. Yang membedakan keduanya adalah penggunaan aksesoris dan packing-nya. Jika seri bermain hanya dihias dengan aplikasi kain flanel, seri kolektor dilengkapi aplikasi kain emas dan plastik emas.

Karenanya harga jualnya pun bisa lima kali lipat lebih tinggi dibanding harga boneka wayang sering bermain. "Untuk seri koleksi, memang kami buat dengan lebih perfect dengan variasi lebih elegan dan motif-motif emas, sehingga indah dipajang", tambah Achmad. Nah anda penasaran dengan kreasi baru yang sangat mendidik ini? Info lengkapnya bisa dilihat di http://bonekawayang.blogspot.com/. Untuk pemesanan bisa menghubungi no. Hp. 081328120700 (Ibu Trieke) (*)
Read More..
"Kerajinan Boneka Wayang, Mengenalkan Tradisi Sejak Dini" was posted by: World Spy blogs, under category boneka wayang and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/kerajinan-boneka-wayang-mengenalkan.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Sunday, February 20, 2011, 3:30 AM.

Grebeg Sampah # 2011

Kegiatan GREBEG SAMBAH # 2011 ini berangkat dari Keprihatinan terhadap belum adanya konsep pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta sesuai amanat UU No 18 tahun 2008.

Tujuan Kegiatan GREBEG SAMBAH # 2011 ini untuk mengingatkan tentang bahaya sampah jika tidak dikelola dengan benar, menuntut Pemkot untuk membuat perencanaan kongkrit tentang pengurangan sampah, mendesakkan lahirnya kebijakan yang mampu menekan laju produksi sampah. (red...uce)


Bentuk Kegiatan GREBEG SAMPAH # 2011 ini adalah aksi Keprihatinan Masyarakat Korban Sampah (MARKOSAM). Kegiatan ini akan dilakukan pada hari Senin, 21 Pebruari 2011 jam 09.00 – 12.00 WIB dengan long march dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl. Kusumanegara ke Balaikota.

Penanggungjawab Kegiatan : Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Energi
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.

Koordinator MARKOSAM
Agus Hartana

Lembaga Yang tergabung dalam Masyarakat Korban Sampah (MARKOSAM) : LESTARI (Lembaga Studi dan Tata Mandiri), PSLHE UCY, Jejaring Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Propinsi DIY, WALHI Jogja, Shalink, UII, STTL, UIN, LAPERA, Forum LSM, Komunitas UWUH SENTANA, Komunitas RESIK, Komunitas BUDIPOLAH, Komunitas SAMIKAREP, Komunitas RAS, Komunitas MUTIARA SAMPAH, Komunitas NOTOKAREP, Komunitas GUYUB RAHARJO, Komunitas DAMARTASIK, Komunitas BUMI LESTARI, Komunitas KINCLONG

(sumber : Info Peristiwa Kesenian di Yogyakarta)
Read More..
"Grebeg Sampah # 2011" was posted by: World Spy blogs, under category grebeg sampah and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/grebeg-sampah-2011.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Friday, February 18, 2011, 8:10 PM.

Kerajinan Tenun dari Koran Bekas

Kreatifitas memang tak mengenal batas. Kertas koran yang mudah sobek bisa disulap jadi tenun lurik yang menarik. Hal ini dilakukan Sandiyo, warga Desa Bowan, Delangu, Klaten, Jawa Tengah. Usaha Sandiyo diawali hanya coba-coba.

Buah tangan Sandiyo dibuat dengan cara yang sama seperti karya tenun lainnya. Awalnya koran bekas dipotong-potong dengan lebar sekitar setengah sentimeter. Kemudian potongan kertas dipadukan dengan benang, ditenun dengan alat tenun bukan mesin.


Memang agak berbeda dengan proses tenun biasa. Membuat kerajinan tenun kertas koran tidak bisa dilakukan dengan cepat karena kertas tidak bisa dipintal hingga potongan kertas harus satu persatu dimasukkan ke alat tenun.

Usaha lurik kertas koran ini dirintis sekitar lima bulan lalu. Sandiyo mendapat ide membuat tenun kertas koran saat melihat banyak alat tenun pembuat serbet yang terbengkalai karena sejumlah perajin tenun serbet gulung tikar.

Tenun lurik kertas koran sekarang dimanfaatkan sebagai bahan dasar sejumlah kerajinan mulai dari taplak hingga tas. Karya kerajinan unik ini yang harga dasarnya Rp 8.000 per meter telah memasuki pasar berbagai kota mulai Jakarta hingga Bali.

(sumber : Rozaq Asyhuri, Liputan6.com, 06/04/2010 13:10 WIB)
Read More..
"Kerajinan Tenun dari Koran Bekas" was posted by: World Spy blogs, under category koran bekas and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/kerajinan-tenun-dari-koran-bekas.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Thursday, February 17, 2011, 1:49 AM.

Lampu Unik dari Kulit Jagung


Di tangan Heri Darmawan, perajin asal Klaten, Jawa Tengah, kulit jagung atau klobot tidak dianggap sampah. Heri "menyulapnya" menjadi benda seni bernilai tinggi. Dengan bermodal semangat dan peralatan seadanya, warga Desa Jambu Kulon, Ceper, Klaten ini memulai kreasinya dengan menyetrika klobot hingga rata. Kemudian klobot digunting sesuai bentuk yang diinginkan.


(sumber: Rozaq Asyhuri, Liputan6.com, 10/06/2010 06:20 WIB)

Selanjutnya guntingan klobot ditempelkan satu persatu pada lembar fiber menggunakan lem hingga seluruh permukaan fiber tertutup. Proses selanjutnya adalah memasang fiber yang sudah ditempeli klobot jagung pada sebuah rangka bambu. Setelah selesai tinggal memasang dudukan lampu bohlam pada bagian bawah. Dan jadilah sebuah lampu unik dari klobot jagung.

Saat lampu kulit jagung dinyalakan terlihat sangat indah. Bagi yang baru melihatnya mungkin tidak akan menyangka bahkan tak percaya kalau lampu itu terbuat dari bahan yang biasanya dibuang, yaitu kulit jagung.

Harga jual kerajinan ini cukup mencengangkan. Tiap unit lampu klobot dijual dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah tergantung model dan ukuran. Pemasaran lampu klobot sudah menembus berbagai kota di wilayah Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Bahkan sekarang sudah ada peminat dari Jepang yang mengambil sampel untuk dibawa ke negaranya.
Read More..
"Lampu Unik dari Kulit Jagung" was posted by: World Spy blogs, under category kulit jagung and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/lampu-unik-dari-kulit-jagung.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 1:45 AM.

Upacara Hut Kota Solo ke-266 Kental Bernuansa Jawa

 


Perpindahan Kraton Mataram dari Kartasura ke Solo, kamis siang (17/2), diperingati dengan sebuah upacara bernuansa Jawa di lapangan Kotabarat, Solo, Jawa Tengah. Sebuah tarian berjudul "Sesaji" pun dipersembahkan, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas peristiwa yang menjadi cikal bakal berdirinya kota Solo tersebut.


Peringatan perpindahan Kraton Mataram dari Kartasura ke Solo, atau yang dikenal dengan HUT Kota SOLO, diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan. Tidak seperti biasanya, mereka hadir dengan mengenakan aneka busana jawa Khas Solo. Hal ini dilakukan karena upacara ini memang dikemas dengan nuansa Jawa yang sangat kental. Upacara dipimpin langsung oleh wakil walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Mengawali upacara peringatan, sebuah sajian tari dipersembahkan oleh 18 siswa SMK 8 Solo. Tarian yang disajikan berjudul "Sesaji", sebagai gambaran ungkapan rasa syukur atas peristiwa perpindahan kraton Solo, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya kota Solo.


 

 


Perpindahan Kraton Mataram dari Kartasura ke Solo terjadi pada tahun 1745, menyusul hancurnya kraton tersebut akibat pemberontakan orang Tionghoa melawan kekuasaan Pakubuwono II. Meski akhirnya pemberontakan bisa ditumpas dengan bantuan VOC, kraton Mataram tetap dipindah, karena, sudah hancur dan dianggap tercemar.

Sunan Pakubuwono II, kemudian, memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta Komandan Pasukan Belanda, JAB Van Hohendorff untuk mencari lokasi ibukota kerajaan Mataram Islam yang baru.

Akhirnya ditemukanlah lokasi baru, yaitu di desa Sala, di tepian sungai Bengawan Solo. Dalam perkembangannya, lokasi ini berkembang menjadi kota Solo, seperti yang dikenal saat ini. Karenanya, peristiwa ini selalu diperingati warga setempat sebagai Hari Ulang Tahun atau HUT Kota Solo. Peringatan hari ini merupakan HUT Kota Solo ke-266. (*)
Read More..
"Upacara Hut Kota Solo ke-266 Kental Bernuansa Jawa" was posted by: World Spy blogs, under category hut kota and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/upacara-hut-kota-solo-ke-266-kental.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 1:35 AM.

Gelar Seni Taman Budaya Yogyakarta 2011 (Bulan Februari)


Taman Budaya Yogyakarta yang mengemban fungsi dan tugas dalam pengembangan dan pengolahan seni budaya, dengan salah satu kegiatan yang direncanakan adalah menggelar dan mendokumentasikan seni tradisi, yang dikemas dalam “ Pergelaran Seni Budaya Sepanjang Tahun”. Kegiatan tersebut akan dimulai pada bulan Februari dan berlangsung sampai dengan bulan Desember 2011.



Humas Acara
Eko Nuryono



JADWAL BULAN FEBRUARI
Minggu 27 Februari 2011
10.00 – 10.30 : Karawitan SD Joannes Bosco
10.30 – 11.00 : Sanggar Tari Gito Gilang
11.00 – 11.45 : Panjidur Kab Kulon Progo
12.30 – 14.30 : Jathilan Putra Pertiwi, Girisuba Gunung Kidul
15.30 – 16.00 : Sanggar Tari Kembang Sore
16.00 – 17.00 : Topeng Ireng Kab Kulon Progo
19.00 – 20.00 : Angguk Kipas Kab Sleman
20.00 – 21.00 : Nini Thowong Kab Bantul

*) ACARA INI TERBUKA UNTUK UMUM & GRATIS
Read More..
"Gelar Seni Taman Budaya Yogyakarta 2011 (Bulan Februari)" was posted by: World Spy blogs, under category gelar seni and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/gelar-seni-taman-budaya-yogyakarta-2011.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 1:12 AM.

Kerajinan Ukir Bonggol Jati di Sragen Berawal dari Hobi


Di tangan seorang perajin di Sragen, akar atau bonggol jati yang biasanya hanya dibuang ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kerajinan mebel yang sangat indah dan menarik. Namun, akibat makin berkurangnya luas hutan di wilayahnya, ia terpaksa mendatangkan bahan baku dari luar daerah, terutama Jawa Timur.


Beginilah kesibukan Waji, Warga dusun Mentir RT 10/07 Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, sehari-hari. Sejak 10 tahun lalu, purnawirawan TNI ini memang menggeluti usaha kerajinan ukir bonggol jati.



Awalnya memang hanya untuk menyalurkan hobi dan bakat seninya. Namun, belakangan, hobi tersebut ditekuninya secara serius, karena terbukti bisa mendatangkan pendapatan tambahan bagi keluarganya.

Kerajinan ini berawal saat ia menemukan akar atau bonggol jati yang tidak digunakan. Setelah ditebang dan diambil kayunya, biasanya bonggol jati memang hanya dibuang. Di tangan kreatifnya, Waji pun mulai mengubahnya menjadi kerajinan mebel yang sangat indah dan menarik. Caranya, dengan diukir sedikit demi sedikit, sehingga, membentuk pola gambar atau bentuk tertentu. Setelah itu, dihaluskan dan diwarnai dengan politur untuk mempertahankan tekstur asli kayu jati.


Hasil karyanya ini ternyata menarik minat warga, sehingga, pesanan pun terus berdatangan. "Saat ini, mebel bonggol jati ini saya jual dengan harga berkisar 3 hingga 10 juta rupiah," kata Waji.



Sayangnya, akibat kesulitan bahan baku, ia seringkali tidak bisa memenuhi pesanan. Saat ini, luas hutan di Sragen memang terus berkurang, sehingga, ia pun harus mencari bahan baku hingga luar daerah, terutama Jawa Timur. Harganya memang jauh lebih mahal. Namun, hal itu terpaksa tetap dilakukannya, karena, ia memang tak bisa mendapatkan bahan baku di wilayahnya. (*)
Read More..
"Kerajinan Ukir Bonggol Jati di Sragen Berawal dari Hobi" was posted by: World Spy blogs, under category kerajinan bonggol jati and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/kerajinan-ukir-bonggol-jati-di-sragen.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Tuesday, February 15, 2011, 3:25 AM.

The Long Road Pameran Lukisan Cat Air oleh Mimi Fadmi di Kedai Kebun Forum



Artist Talk
Sabtu, 19 Februari 2011, jam 4 sore
Bersama Mimi Fadmi dan Suwarno Wisetrotomo
Di Ruang Pamer KKF

Pembukaan
Sabtu, 19 Februari 2011, jam 5 sore

(Mohon perhatikan jam)


Pameran
Berlangsung sampai dengan 12 Maret 2011
Buka setiap hari, jam 11:00 – 21:00 WIB
(Kecuali Selasa, KKF Libur)


Mimi Fadmi yang saya kenal pada awal 2000-an adalah seorang seniman performance yang selalu menggunakan tubuhnya untuk menyampaikan pendapat-pendapat dan gagasan-gagasan keseniannya kepada publik. Tahun 2004 dalam sebuah forum seni internasional di Belanda, ia makan seplastik cabe dan menggosok badannya dengan remasan cabe, atau pada tahun 2002 di forum Asiatopia, Bangkok, untuk menyampaikan kekesalannya pada perilaku konsumtif pada barang-barang mewah, ia membuat tas yang cukup besar untuk ia masuki dengan membawa jerigen berisi air, sabun, dan sabut mandi. Tas itu terbuat dari pamflet-pamflet komersial dengan tulisan merk-merk top di dunia fashion. Dalam performance ini, dia mandi hingga penuh busa baik di tubuh maupun tasnya. Sepanjang performancenya menghentak-hentak musik berirama disko.

Satu demi satu saya memandangi dengan tekun dan nikmat gambar-gambar buatan Mimi Fadmi, perempuan seniman asal Bandung, Jawa Barat. Gambar-gambar itu sederhana, terbuat dari kertas rata-rata berukuran 35 cm x 25 cm dan cat air warna biru, hitam, dan sedikit warna merah pada satu dua gambar. Imaji yang muncul sangat damai dan tenteram, tentang pemandangan, pojokan prapatan, bangunan pom bensin, kolam air, gedung PDAM, dan lorong jalan setapak. Tidak ada gambar orang di kertas-kertas itu, sepi dan sendiri. Gambar-gambar itu seketika memberi kesan baru bagi saya mengenai Mimi Fadmi.

Demikianlah, sehingga saya tertarik untuk mengunjungi studionya, mencari tahu mengapa ia berubah, menjadi “jinak” dan “diam”. Katanya,”Saya seperti mempunyai kesempatan merenung lebih besar ketika menggambar, berhadap-hadapan antara diri saya dengan kertas”.

“Saya menggambar bangunan untuk menunjukan relasi saya dengan ruang”. Pendapat ini tetap saja menunjukan pemikiran-pemikirannya yang besar dan fisik. “Seperti ada afeksi tertentu ketika menggambar bangunan”, katanya. Pameran Gambar Mimi Fadmi di Ruang Pamer Kedai Kebun Forum Yogyakarta, akan berlangsung mulai tanggal 19 Februari s.d 12 Maret 2011. KKF buka setiap hari, kecuali hari Selasa, tutup. Pameran terbuka untuk umum dan gratis. Artist talk akan dilaksanakan jam 16.00 WIB (jam 4 sore) di tempat yang sama, pada hari Sabtu, 19 Februari 2011. Pembukaan Pameran dilangsungkan pada hari yang sama, pukul 17:00 WIB (jam 5 sore).

Mimi Fadmi lahir tahun 1979, tinggal dan bekerja di Bandung, punya 2 anak, Beby (6 tahun) dan Bery (3 tahun). Bersama suaminya, W. Christiawan, mendirikan Asbestos Art Space, berlokasi di Jl. RAA Martanegara, Bandung. (Yustina Neni, Januari 2011)

Kedai Kebun Forum and Restaurant
 
Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogyakarta
Java Indonesia 55143
Phone : +62 274 376114
E-mail : kkforum@indosat.net.id
website : www.kedaikebun.com
 
Open Hour : 11:00 am - 11:00 pm
Open everyday, except on Tuesday, KKF breaks-off
Read More..
"The Long Road Pameran Lukisan Cat Air oleh Mimi Fadmi di Kedai Kebun Forum" was posted by: World Spy blogs, under category pameran lukisan and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/long-road-pameran-lukisan-cat-air-oleh.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Monday, February 14, 2011, 12:15 AM.

Artist Talk Mada Van Gaans & Harmen Van De Wal di Rumah Seni Cemeti

Perancang  busana Mada van Gaans dan arsitek Harmen van de Wal, dua orang perancang unik dari  Belanda yang saat ini sedang menjalankan residensi di Studio Rumah Seni Cemeti  dari 15 Januari hingga 31 Maret 2011.

Untuk memperkenalkan mereka  berdua kepada publik, terutama pemerhati arsitektur lingkungan dan peminat rancangan busana kontemporer berbasis tradisi di Yogyakarta, kami  mengundang Anda dalam Artist Talk mereka pada:



Rabu, 16 Februari 2011 | 19.30di Rumah Seni Cemeti
Jl. D.I. Panjaitan  no.41
Yogyakarta


Residensi ini diselenggarakan Rumah Seni Cemeti dan didukung oleh FONDS BKVB (The Netherlands Foundation for Visual Arts, Design and Architecture)

-----------------------------------------------------------------
Cemeti Art House / Rumah Seni  CemetiJl. D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta  55143
Open:  09.00 - 17.00, Closed on Sunday & Monday
Telp/Fax. +62 (0) 274 371015
M. +62 812 273 3564
Website: www.cemetiarthouse.com
Email: cemetiah@indosat.net.id
Mada van Gaans terinspirasi oleh seni kriya tradisional di Jawa. Pada residensinya kali ini Mada membuat riset tentang berbagai teknik produksi kain hingga kayu yang nantinya akan mengarah pada sebuah seri karya eskperimental. Harmen van de Wal menjelajahi potensi yang ada di area Bantul sebagai sebuah model untuk suburbanisasi hijau. Melihat Indonesia yang saat ini berada di ambang proses urbanisasi besar-besaran, bagi  Harmen, area di selatan kota Yogyakarta ini menyediakan pemandangan hunian  yang indah yang dapat menjadi sebuah jalan menuju kota yang hijau.

Mada van Gaans lulus program ArtEZ di Fashion Institute Arnhem pada tahun 2004 setelah menyelesaikan studi di AMFI, Amsterdam. Pada tahun 2008, Mada berkelana ke India untuk sebuah program pertukaran dan bekerja bersama  murid-murid dari akademi Nift di New Delhi. Mada telah berkeliling ke beberapa  negara untuk mempresentasikan koleksinya. Antara lain, Italia, untuk kontes ITS #3, Paris, New York dan Roma untuk kampanye ‘Dutch Touch’ yang diselenggarakan oleh the Dutch Fashion Foundation, Taipei untuk penghargaan IAF, dan Hong Kong untuk Pekan Bisnis Desain. Karyanya dipamerkan dalam  beberapa pameran di museum, antara lain FIT, New Yourk, Museum Sejarah dan  GEM, Den Haag, dan di sebuah pameran berjudul ‘Whispering Waters’ di Museum  Groninger, Groningen, dan Museum Zuiderzee, Enkhuizen.

Harmen van de Wal adalah salah satu pendiri dan kepala Krill Architecture and research saat ini. Berbasis di Rotterdam, Belanda, Krill Architecture berpusat pada isu local maupun internasional. Disamping aktivitasnya di Krill, Harmen van de Wal juga mengajar di beberapa akademi arsitektur di Belanda. Penelitian-penelitian  yang dilakukan Krill mengeksplorasi dampak arsitektur pada masyarakat, dan juga sebaliknya. Hubungan antara ruang fisik dari lingkungan yang dibangun dan ruang pribadi dari kumpulan individu dipandang sebagai sesuatu yang sangat menarik dan memainkan peranan penting bagi berbagai kajian yang diinisiasi  oleh Krill. Dengan melakukan penelitian, Krill bertujuan untuk menciptakan pengetahuan dalam bidang ini dan mencari jalan untuk berdialog dengannya.

Read More..
"Artist Talk Mada Van Gaans & Harmen Van De Wal di Rumah Seni Cemeti" was posted by: World Spy blogs, under category diskusi kreatif and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/artist-talk-mada-van-gaans-harmen-van.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 12:05 AM.

Kerajinan Wayang Beber di Sragen


Prihatin dengan makin hilangnya budaya asli Indonesia, seorang warga di Sragen, Jawa Tengah, memilih kembali mempopulerkan wayang beber dalam bentuk lukisan. Meski berawal dari coba-coba, karya lukis wayang bebernya ternyata diminati warga. Padahal, harga jualnya mencapai puluhan juta rupiah.

Kerajinan Wayang beber ini sudah mulai ditekuni Pujianto Kasidi, warga desa Gabukan RT 10/4 Kecamatan Tanon, Sragen, sejak tahun 1980-an. Sejak lama, bapak berusia 50 tahun dengan satu anak ini memang gemar melukis. Terutama lukisan wayang. Sempat merantau ke Jakarta pada masa mudanya, akhirnya ia memilih kembali ke kampung halaman dan menekuni hobi melukisnya.

 

Prihatin dengan makin dilupakannya tradisi wayang beber, ia pun mulai mencoba mendokumentasi wayang beber dalam karya lukisnya. Belakangan, justru lukisan wayang beber inilah yang menjadi daya tarik warga terhadap karya-karyanya. Tak ayal, tidak sedikit warga yang datang ke rumahnya untuk mengoleksi karya-karyanya. Agar semua permintaan bisa dipenuhi, ia pun harus dibantu dua karyawannya untuk menyelesaikan pesanan.



Karena memerlukan ketekunan lebih, dalam sebulan, Pujianto paling banyak bisa menyelesaikan satu lembar wayang beber. Satu lembar wayang beber tersebut biasanya dijual dengan harga mencapai puluhan juta rupiah. Tak hanya di dalam negeri, karya-karyanya juga banyak diminati warga di luar negeri, terutama Jepang dan Suriname.

"Berbeda dengan wayang purwa atau wayang kulit biasa, wayang beber dibuat di atas kertas atau kain," kata Pujianto. Ditambahkan,"Jika wayang purwa biasanya dipahat, wayang beber dibuat dengan cara dilukis". Satu lembar lukisan wayang beber biasanya berisi satu rangkaian cerita kerajaan Jenggala, Kediri. Sementara, wayang purwa biasanya menggambarkan kerajaan Barata dan Astina.

Di tengah banyaknya peminat, hingga kini, Pujianto masih menyimpan keprihatinan. Terutama, terkait sulitnya melakukan regenerasi, akibat tidak adanya lagi generasi muda yang mau menekuninya. Selain rumit, kerajinan ini juga dinilai tidak bisa dijadikan gantungan hidup. (*)
Read More..
"Kerajinan Wayang Beber di Sragen" was posted by: World Spy blogs, under category wayang beber and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/kerajinan-wayang-beber-di-sragen.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Sunday, February 13, 2011, 2:55 AM.

Kerajinan Limbah Kulit Ikan Nila

Kulit ikan nila atau kakap merapi yang biasanya hanya dibuang, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan pembuat kerajinan tas, sepatu dan dompet yang sangat indah dan bernilai ekonomis tinggi. Kerajinan inilah yang ditekuni seorang warga di Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, sejak sepuluh tahun lalu.




Lihatlah aneka tas yang sangat indah ini. Meski harganya mencapai ratusan ribu rupiah, namun, aneka tas dari kulit ini sangat digemari berbagai kalangan di dalam dan luar negeri. Apalagi, tekstur kulit yang ditampilkan terlihat sangat indah dan unik, berbeda dengan kebanyakan bahan kulit lainnya.



Lihatlah juga aneka kreasi sandal dan sepatu indah ini. Tampil dengan perpaduan kulit dan karet sintetis yang indah. Dijual dengan harga puluhan hingga ratusan ribu rupiah per pasang, aneka sandal dan sepatu ini pun tak kalah laris manis.




Namun, tahukah anda, jika aneka kreasi kerajinan tersebut ternyata dibuat dari bahan limbah yang selama ini hanya dibuang. Yaitu, kulit ikan nila atau kakap merapi. Selama ini, ikan nila biasanya hanya dimanfaatkan dagingnya untuk berbagai jenis makanan, namun, kulitnya hanya dibuang sebagai sampah atau limbah.



Di tangan kreatif Rahmawati, limbah kulit ikan nila ini disamak dan digunakan untuk berbagai bahan kerajinan. "Awalnya memang tidak mudah untuk membuat bahan kulit yang menampilkan tekstur khas ikan seperti sekarang, karena, memang masih jarang," kata Rahmawati.



Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk dengan melakukan penyamakan hingga luar daerah seperti Sidoarjo, Jawa Timur dan Yogyakarta. "Namun, hasilnya tetap tidak memuaskan," katanya. Baru di balai kulit Yogyakarta-lah, ia bisa membuat pola bahan kulit dengan tekstur ikan yang menonjol. istilahnya,"Ikan banget..", kata Rahmawati.

Setelah disamak, kulit ikan nila biasanya dikeringkan selama semalam. Baru kemudian dipotong sesuai pola yang diperlukan. Kemudian dijahit dan dirangkai menjadi tas, sepatu, sandal atau dompet. "Kerajinan ini sudah saya tekuni sejak tahun 1990-an", katanya.



Sebelumnya, Rahmawati dan suaminya, Tono, mengaku, hanya menjual ikan nila dalam bentuk utuh pada para pedagang di pasar-pasar. Namun, akibat kesulitan pasokan, keuntungan mereka pun terus menurun. Penurunan keuntungan ini justru membuat mereka menjadi kreatif, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang selama ini dibuang. Seperti sirip, kulit, daging, kepala dan sebagainya. (*)
Read More..
"Kerajinan Limbah Kulit Ikan Nila" was posted by: World Spy blogs, under category kulit ikan and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/02/kerajinan-limbah-kulit-ikan-nila.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Tuesday, February 8, 2011, 3:06 AM.
 
© 2012 World Spy
Is Hosted by Blogger