100100 Voting: 999,879,658

Pertunjukan Musik "Hidup" di Sanggar Greget Semarang

Pertunjukan Musik "Hidup" adalah sebuah presentasi karya hasil dari Klinik Musik yang dilakukan selama tiga hari di Sanggar Greget. Proses Kesadaran tentang pentingnya eksplorasi dalam perkembangan musik, menjadi titik awal perjalanan peserta. Dengan pikiran dan semangat yang bebas, tubuh dibiasakan untuk menemukan denyut, irama serta melodi yang ada dalam diri masing-masing.

 

Tak ada teknik yang membatasi gerak. Tak ada genre yang memberikan jalan keluar dari persoalan identitas. Sebuah kesatuan yang cair mulai terbentuk, meninggalkan dikotomi palsu seperti high art - low art, mainstream|alternative|indies|radical, modern - traditional, dan serious - popular.

Belajar mengutamakan transmisi dan menghargai keanekaragaman, bukan mencari transformasi melainkan integrasi antara harapan dan kenyataan, antara masa lampau dan kekinian, antara pikiran dan tubuh.

Selamat Menikmati!
 
Time : Wednesday, March 30 · 7:00pm - 10:00pm
Location :  Sanggar Greget, Pamularsih I No.2G, Semarang, Indonesia (*)
Read More..
"Pertunjukan Musik "Hidup" di Sanggar Greget Semarang" was posted by: World Spy blogs, under category pertunjukan musik and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/pertunjukan-musik-di-sanggar-greget.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Wednesday, March 30, 2011, 12:43 AM.

JAGONGAN WAGEN_ Sandiwara Teater Super Menyenangkan

Kamis, 31 Maret 2011
19.30 WIB
 
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)
Dusun Kembaran RT 04, Kel. Tamantirto
Kec. Kasihan, Kab. Bantul - Yogyakarta
 
Terbuka untuk umum dan tanpa tiket masuk
 
 
Jagongan Wagen (JW)
JW merupakan bagian dari cara PSBK untuk menumbuhkan dan mengembangkan kekuatan PSBK, sebagai tempat belajar seni menciptakan dan seni memempresentasikan kekuatan yang berkesenian seni pertunjukan PSBK di PSBK. Dalam hal ini, jagong(an) merupakan sumber cara berpikir, cara merasakan dan cara melakukan seni pembuatan dan seni penghadiran kekuatan yang berkesenian seni pertunjukan PSBK di PSBK.
 
Pada edisi Maret 2011 ini, JW akan menghadirkan kekuatan seni manusia teater bersandiwara, yang dikarenakan dan ditujukan pada kesaksian seni manusia teater yang mensaksikan kekuatan seni yang berteater di teater Jagongan Wagen PSBK. Yaitu:
1.      Kesaksian yang bersaksi di dalam dan melalui yang berTeater Menyenangkan.
2.      Kesaksian yang bersaksi di dalam dan melalui yang berTeater Super.
3.      Kesaksian yang bersaksi di dalam dan melalui yang berTeater: Perempuan - Saya - Orang Lain - Menyenangkan.
 
Para Pelaku:
1.      A. Febrianawan P.
2.      Nunung Deni Puspitasari 
3.      Ricky Setiawan
4.      Siti Fauziah
5.      Doni Agung Setiawan
 
 
 
Sejak tahun 2007, pementasan kesenian Jagongan Wagen PSBK diusahakan untuk dilaksanakan setiap bulan 1 kali (kecuali pada masa puasa s/d lebaran) di PSBK, dan terbuka untuk umum (tanpa tiket masuk). Sejak bulan Mei 2009, minuman hangat cuma-cuma juga diusahakan tersedia untuk mendukung kenikmatan njagong kesenian di Jagongan Wagen PSBK.
 
Jagongan Wagen
Menjagongkan dan menjagongi kesenian yang diwagenkan dan diwageni di Jagongan Wagen PSBK.
Mewagenkan dan mewageni kesenian yang dijagongkan dan dijagongi di Jagongan Wagen PSB.
 
Jagongan Wagen edisi bulan Maret 2011 ini dilaksanakan bekerjasama dan didukung Djarum Foundation - Bakti Budaya.
 

 
Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) is a non-profit organization established in 2007 to manage Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) as a performing arts center that advocates the arts as a medium for inclusive dialogue and learning. Serving artists and the general public, PSBK cultivates learning processes through and about the arts by presenting works of artists, facilitating their professional development, and devising programs that increase community engagement with the arts. 
 
Address:
Dusun Kembaran RT 04, Kelurahan  Tamantirto
Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul
Yogyakarta - Indonesia
 
Tel/fax             :  62 - 0274 - 414 404
E-mail              :  info@ybk.or.id
Website           :  www.ybk.or.id
 Facebook        : http://www.facebook.com/padepokansenibagongkussudiardja
Read More..
"JAGONGAN WAGEN_ Sandiwara Teater Super Menyenangkan" was posted by: World Spy blogs, under category jagongan wagen and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/jagongan-wagen-sandiwara-teater-super.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Monday, March 28, 2011, 1:37 AM.

Iklim.Budaya.Perubahan: Pemutaran Film dan Diskusi

Sebuah Festival Film yang fokus memutar film film tentang bagaimana budaya manusia berpengaruh terhadap perubahan iklim.
Kegiatan ini diadakan oleh Goethe Institut Jakarta di beberapa kota di Indonesia (Semarang, Makassar, Bandung, Jakarta). Tujuannya adalah membangkitkan kesadaran manusia bahwa saat ini bumi tempat kita hidup menanggung beban sangat berat yang akan berdampak kepada kehidupan manusia itu sendiri.

Saksikan Awal April ini di:
Semarang
4-8 April 2011
Gedung Theater Thomas Aquinas
Unika Soegijapranata, Jl. Pawijayan Luhur IV/1 Bendan Duwur, Semarang.
Jam 13.00 s.d selesai


Film-film yang diputar adalah film film dari Jerman dengan berbagai genre seperti animasi, fiksi dan dokumenter baik panjang maupun pendek.
Selain pemutaran film juga diadakan diskusi tentang perubahan iklim.

  
Salam

Sofia Setyorini
Iklim. Budaya. Perubahan :Pemutaran Film dan Diskusi
0813 9999 3292
Read More..
"Iklim.Budaya.Perubahan: Pemutaran Film dan Diskusi" was posted by: World Spy blogs, under category pemutaran film and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/iklimbudayaperubahan-pemutaran-film-dan.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 1:33 AM.

SMARTRAVELER’s TRAVELE WRITING FORUM, I-Café Yogyakarta, 29 Maret 2011

Sejak dua tiga tahun belakangan ini, penerbitan buku-buku traveling di Indonesia kian marak saja. Destinasi wisata yang dikupas juga beragam, dari negara-negara lintas benua, negara-negara Asia, dan tak ketinggalan kota-kota di Indonesia. Penulisnya, adalah para traveler yang melakukan perjalanan secara independent, bukan mengikuti paket tour.

Secara umum, buku traveling yang diterbitkan (dan laris) di Indonesia adalah buku panduan yang berisi how to get there, where to stay, dan sejenisnya. Padahal, definisi travel writing sebenarnya cukup luas, bukan sekedar menulis panduan perjalanan. Mengutip Wikipedia.org, travel writing didefinisikan sebagai berikut: travel writing is a genre that has as its focus accounts of real or imaginary places. The genre encompasses a number of styles that may range from the documentary to the evocative, from literary to journalistic, and from the humorous to the serious.


Buku-buku travel writing yang cukup populer dan menjadi best seller antara lain : “The Great Railway Bazaar” (Paul Theroux, 1975), “Into the Wild” (Jon Krakauer, 1996); “Eat, Pray, Love” (Elizabeth Gilbert, 2006); dan banyak lainnya. Di Indonesia ada  “The Naked Traveler” (Trinity, 2007); “Tales from the Road” (Matatita, 2009); “Selimut Debu” (Agustinus Wibowo, 2010), dan “Cheers UK!” (Citra Dyah Prastuti, 2010). 



Untuk menyemarakkan kegairahan penulisan dan penerbitan buku-buku traveling, SMARTRAVELER & SEMBARI MINUM KOPI (SMK) menggelar Travel Writing Forum. Forum obrolan santai ini akan mengupas proses kreatif dua travel writer Indonesia, yaitu MATATITA, yang sudah menerbitkan 3 buku traveling “TALES from the ROAD” (2009), “EUROTRIP: Safe & Fun” (2010), dan “UKTRIP: Smart & Fun” (2011) dan CITRA DYAH PRASTUTI penulis buku “Cheers UK!” (2010). Sharing proses kreatif travel writing ini akan dimoderatori oleh LUTFI RETNO WAHYUDYANTI yang juga tengah menyiapkan penerbitan novel perjalanan pertamanya.



Obrolan penuh gizi ini akan diselenggarakan pada hari  SELASA SORE, 29 Maret 2011 di I Café (Indraloka Homestay) Jl. Cik Ditiro No. 18 Yogyakarta, pukul 15.00-17.00 WIB. Acara terbuka umum dan GRATIS. Tersedia 100 bookmark unik untuk 100 peserta yang datang duluan dan DOORPRIZE kaos, tote bag, mug, dan buku-buku traveling dari sponsor.



Travel Writing Forum yang diselenggarakan oleh SMARTRAVELER & SEMBARI MINUM KOPI ini dikelola secara sukarela oleh sejumlah orang muda penikmat buku dan didukung sepenuhnya oleh Penerbit Bentang Pustaka, B-first Publishing, Timkreatif REGOL, dan  I Cafe. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi http://www.sembariminumkopi.com/ atau 0818258438 (SMS only).



Penanggung Jawab Acara

Suluh Pratitasari | e: suluhpratita@yahoo.com


----

SEMBARIMINUMKOPI merupakan forum obrolan santai antara penulis dan pembaca yang digagas TIMKREATIFREGOL sejak 2007. Ide pembentukan obrolan ini berangkat dari banyaknya gagasan besar yang terlahir dari obrolan santai sembari minum kopi. Hingga kini SMK telah menghadirkan sejumlah penulis antara lain Andrea Hirata, Putu Fajar Arcana, Kris Budiman, Sapardi Djoko Damono, juga sejumlah travel writer seperti Matatita, Andrei Budiman, Nancy Margaretha, Imazahra, dan kini Citra Dyah Prastuti. Info http://www.sembariminumkopi.com/
-----
SMARTRAVELER merupakan ‘travel writing company’ yang didirikan oleh Matatita (Maret, 2011). Lembaga ini dirintis untuk memberi solusi bagi para traveler yang ingin mengasah skill di bidang travel writing. Info lebih lanjut kunjungi situs http://www.matatita.com/
---
MATATITA a.k.a Suluh Pratitasari
Mejadi penulis dan jurnalis adalah mimpi indah yang selalu mengusik sejak mulai membaca majalah HAI saat kelas 6 SD. Pemimpin Redaksinya kala itu Arswendo Atmowiloto yang menulis buku “Mengarang itu Gampang”  (1986) juga membuatnya bermimpi menjadi Pemimpin Redaksi jika besar nanti. Mimpi yang muluk-muluk itu dicobanya perlahan dan penuh keyakinan sejak cerpen pertama yang ditulisnya saat kelas 6 SD dimuat di majalah anak “Ceria” terbitan Semarang.


Masa remajanya lalu diisi dengan menulis cerpen dan artikel popular yang dimuat di majalah HAI, GADIS, ANEK, dan MODE. Setelah kuliah barulah bergabung di Badan Penerbitan Pers Mahasiswa UGM sebagai redaktur Majalah Balairung. Didukung dengan latar belakang studi di jurusan Antropologi, menjelajah dan menulis merupakan kegiatan yang lekat dengan kesehariannya.



Pengalaman kerja sebagai Humas Dagadu Djokdja (1996 – 2001) membuatnya memiliki keberanian merintis UKM (Usaha Kecil Menegangkan) di bidang kreatif (merchandise, graphic design, media & publishing) sejak Maret 2001. Namun, mimpi menjadi penulis dan jurnalis itu tak pernah padam, bahkan menemukan ruang yang makin leluasa untuk diekspresikan setelah merintis usaha sendiri. Berbagai proyek yang memungkinkannya menjelajah dan menulis diburunya. Beruntung sejumlah media internal dan PR dari perusahaan nasional mempercayakan perusahaannya untuk menggarap mulai dari reportase, editorial, lay out, hingga produksi. Nah lo, berasa jadi Pemimpin Redaksi sekaligus Pemimpin Perusahaan beneran kan?

Saat ini lebih menikmati menjadi penulis dan ‘Pemimpin Redaksi’ untuk sejumlah blog yang ditulisnya.
----
CITRA DYAH PRASTUTI
Saat ini memiliki 13 blog yang tentu saja tidak semuanya diupdate secara teratur. Akhirnya ada gunanya juga punya 13 blog, karena salah satunya sudah menjadi buku ‘Cheers, UK!’ bersama Gagas Media (Agustus 2010).


Dari dulu sampai sekarang belum berubah tempat kerja, a proud radio journalist of KBR68H. Ini adalah singkatan dari Kantor Berita Radio 68H di Utan Kayu, Jakarta.



Ketika 2004 ikut training jurnalis di Swedia, mampir di toko buku, melihat buku tentang menjadi travel writer. Mendadak dapat wangsit dan pingin jadi travel writer. Baru terwujud setahun berikutnya ketika menulis blog pippilottagoinguk.blogspot.com (now closed for public) selama kuliah di London, UK. Dari situ lah baru berasa ada gunanya juga jadi jurnalis radio, kuliah Penulisan Populer di Fakultas Sastra UI, ikutan tabloid kampus Go FISIP Go! dan jadi mahasiswa Jurusan Komunikasi FISIP UI.



2005-2006 adalah masa-masa paling indah karena bisa tinggal di Inggris secara gratis tis tis, dengan modal ‘memperdaya’ Pemerintah Inggris sehingga mau bayarin beasiswa Chevening. Mengambil S2 Critical Media and Cultural Studies di SOAS, University of London, yang ada di tengah kota. Tinggal di Paul Robeson House dekat Kings Cross Station, yang nggak kalah ngehits lokasinya di tengah gemerlap London. (*)
 
Read More..
"SMARTRAVELER’s TRAVELE WRITING FORUM, I-Café Yogyakarta, 29 Maret 2011" was posted by: World Spy blogs, under category diskusi buku and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/smartravelers-travele-writing-forum-i.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 1:28 AM.

RUNDOWN DAN ATURAN KLINIK BUDAYA RUPA DAN MUSIK | LINTAS TITIK| 2011

RUNDOWN KLINIK Senin 28 Maret 2011.
KLINIK FILM
07.30 – 08.00 Peserta sarapan.
08.00 – 08.20 Pengenalan ke seluruh peserta klinik ; program, koordinator, tim kerja.
08.20 – 08.30 Koordinator dan peserta per klinik ke tempat masing-masing.
08.30 – 09.15 Presentasi “Budaya Rupa dalam Film”.
09.15 – 11.15 Pemutaran film “Toy Story 3”.

11.15 – 12.30 Diskusi.
12.30 – 13.30 Dzuhur dan makan siang.
13.30 – 14.15 Presentasi “Psikologi dalam Film.
14.15 – 15.45 Pemutaran film “The Soloist”.
15.45 – 16.15 Istirahat / Ashar.
16.15 – 18.00 Diskusi.
18.00 – 19.00 Magrib - makan malam.
19.00 – 19.15 Menulis statement.
19.15 – 21.15 Pemutaran film “Army of Crime”.


KLINIK KERAJINAN
07.30 – 08.00 Peserta sarapan.
08.00 – 08.20 Pengenalan ke seluruh peserta klinik ; program, koordinator, tim kerja.
08.20 – 08.30 Koordinator dan peserta per klinik ke tempat masing-masing.
08.30 – 08.45 Presentasi “Kenapa Peduli Kertas ?”.
08.45 – 09.15 Diskusi tentang Lingkungan Hidup dan Kertas.
09.15 – 09.30 Pengenalan tema, bahan dan teknik.
09.30 – 12.30 Sesi 1 : Berkarya sederhana : kerucut sebagai gunungan, simbol lingkungan hidup dan ke-Tuhan-an.
12.30 – 13.30 Dzuhur dan makan siang.
13.00 – 15.30 Sesi 2 : Lanjutan sesi 1 : finishing (karya personal), menggambar di kerucut
dengan simbol simbol lingkungan hidup (inspirasi dari gunungan wayang) dan diwarnai.
15.30 – 16.00 Istirahat / Ashar.
16.00 – 17.30 Pembahasan tentang hasil karya antar peserta (interaktif).
18.00 – 19.00 Magrib - makan malam.
19.00 – 19.15 Menulis statement.


KLINIK MUSIK
07.30 – 08.00 Peserta sarapan.
08.00 – 08.20 Pengenalan ke seluruh peserta klinik ; program, koordinator, tim kerja.
08.20 – 08.30 Koordinator dan peserta per klinik ke tempat masing-masing.
08.30 – 10.00 Pengenalan Tim (Pribadi & Musikal).
10.00 – 12.30 Diskusi antar peserta (Inter-relasi & integrasi unsur unsur kegiatan bermusik, tipe tipe ideal & harapan, persepsi & keterbatasan).
12.30 – 13.30 Dzuhur dan makan siang.
13.30 – 14.00 Dialog Musikal / Jam Session.
14.00 – 15.30 Pembuatan komposisi dari hasil diskusi.
15.30 – 16.00 Istirahat / Ashar.
16.00 – 18.00 Pembuatan komposisi dari hasil diskusi.
18.00 – 19.00 Magrib - makan malam.
19.00 – 21.30 Pembuatan komposisi dari hasil diskusi.
21.30 – 22.00 Evaluasi materi komposisi dan menulis statement.


RUNDOWN KLINIK Selasa, 29 Maret 2011
KLINIK FILM
07.30 – 08.00 Peserta sarapan
08.00 – 08.45 Pemutaran film “Great Train Robbery” dan presentasi.
08.45 – 11.00 Pemutaran film “Save The Last Dance 2”.
11.15 – 12.30 Diskusi.
12.30 – 13.30 Dzuhur dan makan siang.
13.30 – 14.15 Presentasi “Etnografi dalam Film.
14.15 – 17.00 Pemutaran film “Higher Learning”.
17.00 – 18.00 Diskusi.
18.00 – 19.00 Magrib - makan malam.
19.00 – 19.15 Menulis statement.
19.15 – 21.15 Pemutaran film “Crazy in Alabama”.

KLINIK KERAJINAN
07.30 – 08.00 Peserta sarapan.
08.00 – 08.30 Pengenalan tema baru : Topeng (penjelasan ringkas tentang sejarah, konteks dan logika topeng serta relevansinya dengan kekinian).
08.30 – 10.00 Sesi 1 : Berkarya membuat topeng dalam versi individu dengan cara interpretasi dari topeng tradisi kita.
10.00 – 10.15 Istirahat.
10.15 – 12.00 Sesi 2 : Lanjutan sesi 1.
12.00 – 13.00 Dzuhur dan makan siang.
13.00 – 15.30 Sesi 3 : finishing (warna, motif, dll).
15.30 – 16.00 Istirahat / Ashar.
16.00 – 17.00 Sesi 4 : Lanjutan sesi 3 : detailing.
17.00 – 18.00 Pembahasan tentang hasil karya antar peserta (interaktif).
18.00 – 19.00 Maghrib – makan malam.
19.00 – 19.15 Menulis statement


KLINIK MUSIK
07.30 – 08.00 Peserta sarapan *PIC : Maretha.
08.00 – 08.45 Pemutaran film “Great Train Robbery” dan presentasi “Musik dalam Film”.
08.45 – 11.00 Pemutaran film “Save The Last Dance 2”.
11.15 – 12.30 Diskusi.
12.30 – 13.30 Dzuhur dan makan siang.
13.30 – 15.30 Pembuatan komposisi dari hasil diskusi.
15.30 – 16.00 Istirahat / Ashar.
16.00 – 18.00 Pembuatan komposisi dari hasil diskusi.
18.00 – 19.00 Magrib - makan malam.
19.00 – 21.30 Pembuatan komposisi dari hasil diskusi.
21.30 – 22.00 Evaluasi materi komposisi dan menulis statement.


RUNDOWN KLINIK Rabu, 30 Maret 2011.
KLINIK FILM
08.00 – 12.30 *Sesi “Ideologi dalam Film”.
07.30 – 08.00 Peserta sarapan.
08.00 – 08.15 Pemutaran video “What is Film-making?”.
08.15 – 09.00 Presentasi “Ideologi dalam Film.
09.00 – 09.30 Pemutaran film “Peeper”.
09.30 – 12.30 Hands On Session : power & misfits behind the camera.
12.30 – 13.30 Dzuhur dan makan siang.
13.30 – 15.45 Pemutaran film “The Fall”.
15.45 – 16.15 Menulis statement.
16.15 – 18.00 Bergabung dengan peserta klinik Kerajinan, instalasi karya utk Live Perform.
18.00 – 19.00 Magrib - makan malam *PIC : peserta – Maretha, panitia - Yana.
19.00 – 21.30 Live Perform : Liga Rhythm Salad & pembagian sertifikat, closing.


KLINIK KERAJINAN
07.30 – 08.00 Peserta sarapan
08.00 – 08.30 Obrolan santai ; Apa persepsi peserta tentang wayang? Apa relevansi nilai dalam wayang dengan keseharian saat ini?
08.30 – 12.00 Sesi 1 : Membuat sosok dari manusia serupa wayang (binatang bisa digarap tapi lebih sebagai pelengkap).
12.00 – 13.00 Dzuhur dan makan siang.
13.00 – 15.30 Sesi 2 : finishing (warna, motif, dll).
15.30 – 16.00 Istirahat / Ashar.
16.00 – 16.15 Menulis statement.
16.15 – 18.00 Instalasi karya utk Live Perform.
18.00 – 19.00 Magrib - makan malam.
19.00 – 21.30 Live Perform : Liga Rhythm Salad & pembagian sertifikat, closing.


KLINIK MUSIK
07.30 – 08.00 Peserta sarapan .
08.00 – 12.30 Persiapan & latihan presentasi.
12.30 – 13.30 Dzuhur dan makan siang
13.30 – 15.30 Persiapan & latihan presentasi.
15.30 – 16.00 Istirahat / Ashar.
16.00 – 18.00 Persiapan & latihan presentasi.
18.00 – 19.00 Magrib - makan malam
19.00 – 21.30 Live Perform : Liga Rhythm Salad & pembagian sertifikat, closing.



PERATURAN KLINIK BUDAYA RUPA DAN MUSIK | LINTAS TITIK | 2011
    • Peserta dianjurkan untuk menginap sejak Minggu 27 Maret 2010 Pukul 21:00 WIB. Hingga harus meninggalkan Sanggar Greget pada Rabu 30 Maret 2010 Pukul 22:00 WIB agar bisa disiplin terhadap jadwal kegiatan.
    • Demi keamanan bersama peserta disarankan tidak membawa kendaraan (mobil, motor, sepeda, dan sejenisnya). Adapun tetap membawa diwajibkan melengkapi dengan tambahan pendukung keamanan di kendaraannya.
    • Dilarang keras membawa, mengedarkan, dan mengkonsumsi narkoba-alkohol-sejenisnya serta melakukan kegiatan berjudi selama mengikuti kegiatan Klinik di Sanggar Greget. Panitia serta pemilik tempat tidak bertanggung jawab atas konsekuensi hukum terhadap pelaku pelanggaran. Sepenuhnya akan diserahkan untuk ditangani pihak berwajib.
    • Mematuhi jadwal kegiatan sebaik-baiknya untuk kelancaran Klinik.
    • Menjaga lingkungan kegiatan tetap bersih.
    • Menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sosial.
    • Membangun kepedulian satu sama lain untuk kelancaran Klinik hingga selesai.
    • Peserta Klinik Film Diwajibkan Membawa Alat Tulis.
    • Peserta Klinik Kerajinan Diwajibkan Membawa Kardus Bekas, Koran Bekas, Ember Kecil, Cat, Kuas, Senar Pancing, Lem Kayu, Lap Pel (jumlah menyesuaikan kebutuhan).
    • Peserta Klinik Musik Diwajibkan Membawa Alat Musik Yang Dikuasai. (*)
Read More..
"RUNDOWN DAN ATURAN KLINIK BUDAYA RUPA DAN MUSIK | LINTAS TITIK| 2011" was posted by: World Spy blogs, under category workshop musik and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/rundown-dan-aturan-klinik-budaya-rupa.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Sunday, March 27, 2011, 4:49 PM.

CROSSING SIGNS, 14 artists from Germany and Indonesia experiencing the liminal zone

Exhibitions: 20.-28. march 2011 Taman Budaya Yogyakarta (ongoing)
2. - 10. april 2011. Opening Exhibition at Indonesian National Gallery Jakarta. 2 April. Saturday. 7.30 Pm
Event: Artists and Curators discussion in Bali (Sika gallery-25 Maret. 15 pm.), Yogyakarta (Taman Budaya Yogyakarta-28 Maret, 15 pm.), Lampung (Taman Budaya lampung-4 April), Bandung (Galeri Soemardja-7 April, 01 pm.) dan Jakarta (Indonesia nasional Galeri-9 April, 15 pm.)


Curators: Leonor Veiga (Portugal), Sudjud Dartanto (Indonesian)

Project manager: Lenny Ratnasari Weichert (Indonesian), Franziska Fennert (Germany).
Event Coordinators: Nisak Latifah (KERSAN ART STUDIO Yogyakarta)
Artist: Indonesia-Lenny Ratnasari Weichert, Made Aswino Aji, Sigit Bapak, Deni Rahman, Lashita Situmorang, Indra Dodi, Rifqi Sukma.
Germany- Franziska Fennert, Fee Vogler, Yasmin Alt, Paul Pretzer, Ulrike Stolte, Cosima Tribukeit, Tilman Hornig

past event: www.udystopia.com

CROSSING SIGNS

Crossing Signs is the second part of a bilateral German-Indonesian project. This endeavour represents the various interpretations of a body of ideas, that in due process became subject-formed through the many categories of its given identities.

In the current international geopolitical context, the perception of ‘My World’ and ‘My Images’ resonates in multiple ways, depending on who is presenting, and who is receiving them. By using real or fictional narratives, artists question the value of the images of the world – especially their own world –, which we all receive daily and passively swallow.

The created worlds/works of the artists constitutes a ‘liminal zone’, which encompasses their fantasies and desires, frustrations, alienations, egos and alter egos. Within this zone, both Germany and Indonesia can be real or imaginary, symbolizing their own historical and cultural processes, contributing to a reading of contemporary conditions, reflected not simply by one’s birthplace and geo-cultural conditioning.

The Exhibition intends to be a ‘neutral’ zone – one that we normally don’t consider –, the coming together of two different geo-cultural contexts and realities, an area where mutual coincidences take place.
_______________________

Crossing Signs adalah bagian kedua dari proyek bilateral Jerman-Indonesia. Proyek ini menyajikan beragam tafsir, kaitannya dengan proses menjadi subjek-(yang) terbentuk melalui berbagai kategori identitas yang terberi.

Dalam konteks geopolitik internasional saat ini, persepsi ‘Dunia Saya’ dan 'Imej Saya' beresonansi dengan berbagai cara, tergantung pada siapa yang merepresentasikan, dan siapa yang menerima mereka. Dengan menggunakan narasi-narasi nyata atau fiksional, para seniman mempertanyakan nilai-nilai atas gambaran dunia (dalam arti berbagai stereotipe)- yang secara pasif kita ‘telan’ setiap hari.

Karya/-atau bisa diartikan sebagai ’dunia’ yang telah dibuat (dikreasi) para seniman membangun sebuah 'zona liminal', (area) yang mencakup berbagai (representasi) fantasi, frustasi, pengasingan, ego dan alter ego mereka. Baik Jerman dan Indonesia bisa menjadi (berarti) nyata, atau imajiner, menyimbolkan proses sejarah dan budaya mereka sendiri, memberi kontribusi pada pembacaan kondisi kontemporer, yang tidak hanya direfleksikan secara mudah (dipahami) oleh (hanya dengan) tempat kelahiran seseorang dan kondisi geo-kultural.

Pameran ini bermaksud untuk menjadi sebuah zona 'netral' – sesuatu yang biasanya tidak kita pertimbangkan -, sebuah kedatangan bersama dua konteks dan realitas geo-kultural yang berbeda, sebuah wilayah dimana berbagai peristiwa yang tidak disengaja (secara timbal balik) mengambil tempat (peluang).

Sudjud Dartanto – Noor Veiga, Exhibition Curators-Kurator Pameran
__________________

Sudjud Dartanto (b. 1976) is a lecturer and cultural researcher who studied a BA at Faculty of Visual Arts, Indonesian Art Institute (ISI), and an MA in Religious and Cultural Studies at Sanata Dharma University, both in Yogyakarta.
In 2003, as part of Asialink Australia residential program he participated in a residency at the Institute of Modern Art (IMA) and in Fusion Gallery, Brisbane, in Australia. Has been a delegate in several international forums, including the People to People Exchange Program by ASEAN (Yogyakarta, 2003). The former consisted in a series of events in collaboration with Shanghai Biennale Translocalmotion, by IFA and Biennales in Dialogue, a forum associated to the Sydney Biennale – Revolutions-Forms that Turn (2008).
Dartanto has been involved in international creative projects over the last years: South Project, 5th International south-south Gathering (South Project, 2009); guest curator for Trajectory, a contemporary ceramic exhibition involving Indonesian and Australian artists in Darwin, Australia (Museum and Gallery of Northern Territory, 2008). He has done extensive curatorial work in collective exhibitions: Neo-nation (Biennale Jogja IX, 2007), Immemorial, Reaching Back Beyond Memory, a collaboration project between contemporary artists from Yogyakarta and Darwin, (24 Hours Art Space and ICAN – Indonesian Centre, 2009), U(dys)topia, a German and Indonesia exchange project, (HfBK Dresden and Freies Museum Berlin, Germany, 2010).

Noor Veiga (b. 1978) graduated with a MA in Curatorial Studies from the University of Lisbon Fine Arts School (FN-UL) and Gulbenkian Foundation. Being a Research Fellow at CIEBA (Fine Arts Research and Studies Centre) at FN-UL since 2010, she has presented several talks: Ashley Bickerton - a new Asia, Art & Society seminar; Indonesian Batik - Memory and Contemporaneity, Orient-Occident seminar; Indonesian Batik: encounters with China, 5th Chinese-Portuguese International Seminar.
Her curatorial projects include exhibitions in diverse locations, such as Macau – Indonesian Batik (CCI, 2007); Ilha de Mozambique’s Maritime Museum in (AWW and PI, in 2007); Lisbon for Tough Love, curated by Shaheen Merali in 2010, and Women on a verge of a nervous breakdown, ex-aquo New Curators 2009. More recently, she collaborated as co-curator of Crossing Signs, in Yogakarta and Jakarta, Indonesia.
Her research for the Baroque 1620-1800: Style in the Age of Magnificence exhibition, was part of her internship at the Victoria & Albert Museum for a period of 6 months in 2008. She went onto work for the Water Museum, Lisbon for another period of 12 months. Here she specialised in site-specific guided tours on the historic legacy of innovation within urban development.
Her recent activities include the mentoring of young students in the traditional crafts from Indonesia, specifically batik as well as specialising in the communication and intercultural production of knowledge between the continents of Asia and Europe. Veiga has archived the curatorial work and writings by Shaheen Merali for a website. The capacity to work alongside institutions and individuals has allowed her to develop a great propensity about issues and theories that are emerging from the Asian Continent. (*)
Read More..
"CROSSING SIGNS, 14 artists from Germany and Indonesia experiencing the liminal zone" was posted by: World Spy blogs, under category pameran seni and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/crossing-signs-14-artists-from-germany.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 4:40 PM.

Wayang Tepas, Kreasi Wayang dari Kipas Bambu



Sebuah kreasi wayang unik diciptakan seorang seniman di Solo, Jawa tengah,  menyusul keprihatinan terkait makin tergusurnya tradisi wayang oleh budaya barat di kalangan anak-anak.  Jika biasanya wayang dibuat dari kulit, seniman bernama Mayor Haristanto tersebut, membuat wayang dari kipas bamboo, atau disebutnya wayang tepas.  Wayang ini dianggap lebih murah dan terjangkau, sehingga, bisa menjadi media belajar dan bermain anak-anak tentang dunia pewayangan.
Sore itu, sejumlah anak terlihat bermain kipas bambu di markas republik aeng-aeng, di jalan Kolonel Sugiyono,  kawasan Nayu,  Solo,  Jawa Tengah.  Namun,  berbeda dengan yang biasa digunakan para tukang sate,  kipas bambu yang dimainkan anak-anak tersebut terlihat bergambar sejumlah tokoh di dunia pewayangan, terutama, tokoh punakawan, seperti semar, gareng, petruk dan bagong.

Sejenak kemudian,  merekapun berkumpul di sebuah panggung kecil yang sudah dipersiapkan.  Salah seorang anak,  bernama A
dyuta Banurasmi Balapradana atau Banu, yang masih berumur  8 tahun, pun duduk bersila di panggung tersebut, seperti layaknya seorang dalang.
Ya, Banu memang sedang berperan sebagai seorang dalang. Yaitu,  dalang wayang tepas atau wayang yang dibuat dari kipas bambu.  Sementara,  teman-teman lainnya pun duduk di depan panggung sebagai penonton. Kegembiraan pun sejenak kemudian tercipta di ruangan tersebut.
Bagi Banu, yang selama ini memang senang mendalang,  memainkan wayang tepas dianggapnya lebih enak dan mudah.  Cerita yang dibawakan pun bukan cerita dari epos Mahabarata atau Ramayana, seperti biasa, namun, cerita-cerita ringan tentang kehidupan sehari-hari.

Wayang Tepas ini memang diciptakan oleh seniman solo,  bernama Mayor Haristanto, sebagai jawaban atas keprihatinan terkait makin tergusurnya tradisi wayang oleh gempuran budaya barat di kalangan anak-anak. Karenanya, berbagai upaya pun dilakukannya untuk menciptakan mainan anak-anak yang tetap memegang akar tradisi budaya bangsa. Dalam perjalanannya, ia pun menggagas wayang tepas yang dianggap lebih murah dan terjangkau oleh anak-anak kebanyakan.

Mayor berpikir, jika harus menggunakan wayang kulit beneran, anak-anak tidak akan mampu menjangkaunya, karena, harganya sangat mahal. Karenanya,”perlu dibuat sebuah media yang lebih sederhana, agar anak-anak tetap bisa bermain wayang,” kata Mayor Haristanto.
 

Pembuatan wayang tepas ini tergolong sangat sederhana. Pertama-tama, dibuat pola gambar tokoh wayang yang diinginkan di atas sebuah kipas bamboo, yang biasanya dijual di pasaran dengan harga seribu rupiah. Setelah itu, dilakukan pengecatan atau pewarnaan dengan menggunakan cat sablon. Setelah kering, wayang tepas pun siap dimainkan. “Meski sederhana, wayang tepas ini ternyata sangat digemari anak-anak, karena, terkesan sangat menarik dan lucu,” tambah Mayor.

Tak hanya anak-anak, munculnya wayang tepas ini juga disambut gembira para perajin kipas bambu di wilayah tersebut, karena, dinilai bisa menaikkan harga jual produksinya. Dengan sedikit sentuhan artistik, kipas bambu yang biasanya hanya laku dijual seribu hingga duaribu rupiah per buah, saat ini, bisa naik menjadi lebih dari sepuluh kali lipat. Karena, tak hanya sebagian media bermain wayang, wayang tepas ternyata juga digemari sebagian kalangan sebagai hiasan dinding. (*)
Read More..
"Wayang Tepas, Kreasi Wayang dari Kipas Bambu" was posted by: World Spy blogs, under category kreasi wayangwayang tepas and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/wayang-tepas-kreasi-wayang-dari-kipas.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Thursday, March 24, 2011, 3:41 AM.

Crops Circle Muncul Di Sukoharjo

Setelah menghebohkan Sleman, DIY,  beberapa waktu lalu,  kamis siang, Crop Circle muncul di sebuah pusat perbelanjaan di Sukoharjo, Jawa Tengah.  Namun,  jangan salah,  crop circle di Sukoharjo ini hanyalah rekaan ratusan siswa taman kanak-kanak di wilayah tersebut, untuk memecahkan rekor MURI. Tak kurang dari 6500 gelas air minum dalam kemasan disusun membentuk lingkaran berdiameter sekitar 10 meter dan lingkaran-lingkaran kecil di dalamnya, sehingga, benar-benar  menyerupai crop circle.



Seperti inilah “crop circle” berdiameter sekitar 10 meter, yang muncul di Sukoharjo,  Jawa Tengah, Kamis siang (24/3).  Berbeda dengan banyak crop circle lain di dunia, crop circle ini tidak ditemukan di tengah sawah atau area ladang seperti biasa, namun, justru di dalam sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Solobaru.
 

Ya, ini memang bukan crop circle sungguhan. Ini hanyalah rekaan atau hasil kreasi ratusan siswa dari berbagai taman kanak-kanak di Sukoharjo untuk memecahkan rekor muri.  Tak kurang dari 6500 gelas air minum dalam kemasan disusun rapi,  satu demi satu, oleh para siswa,  sehingga, membentuk lingkaran besar.  Tak hanya itu, mereka pun melengkapinya dengan membentuk lingkaran beraneka ukuran di dalamnya,  sehingga. benar-benar menyerupai crop circle.
Dipilihnya crop circle sebagai obyek pemecahan rekor ini tentu saja bukan tanpa alasan.  “Selain pengenalan pengetahuan fenomena alam dan teknologi sejak dini, pembuatan crop circle juga membutuhkan kecerdasan dan perhitungan matematika yang cermat dan tepat, sehingga, bentuk yang dihasilkan bisa indah dan enak dipandang,” katanya Zamzam Noorzaman, Koordinator acara ini.
Upaya ini ternyata cukup membuahkan hasil, karena, Museum Rekor Indonesia atau MURI, akhirnya, mencatat hasil kreasi ratusan siswa tk ini sebagai rekor pembuatan crop circle dengan bahan gelas air mineral terbanyak di Indonesia. Rencananya, crop circle ini akan terus dipajang di pusat perbelanjaan tersebut, hingga dua pekan mendatang.  Nah, anda penasaran?. (*)
Read More..
"Crops Circle Muncul Di Sukoharjo" was posted by: World Spy blogs, under category crops circle and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/crops-circle-muncul-di-sukoharjo.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 2:56 AM.

Sajadah Kartun "Cars" dan "Thomas and Friends" Paling Banyak Diminati

Sudah puluhan tokoh kartun, hingga kini, menjadi hiasan atau motif Sajadah Anak Kartun @ Jogja. Namun, dari semua tokoh kartun kesukaan anak-anak tersebut, motif Cars dan Thomas and friends ternyata menjadi motif yang paling diminati pemesannya.

Cars adalah sebuah film animasi yang diproduksi Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures pada 9 Juni 2006. Film ini disutradarai oleh John Lasseter yang juga menangani film Toy Story, A Bug's Life, dan Toy Story 2 dengan pengisi suara antara lain Owen Wilson, Bonnie Hunt, Paul Newman, dan Tony Shalhoub. Film ini menjadi film Pixar dengan total rating terendah dengan 75% dari Rotten Tomatoes, menggantikan posisi A Bug's Life dengan 91%. Karena rata-rata film Pixar mempunyai rating diatas 95%, kedua film ini disebut-sebut sebagai film Pixar yang paling kurang sukses, dari segi keuntungan maupun rating.

Kisah dalam “Cars” terjadi di dunia yang dihuni oleh kendaraan antropomorfis. Dalam perlombaan terakhir kejuaraan Piala Piston, pembalap veteran yang akan pensiun Strip "The King" Weathers, langganan runner-up yang licik Hicks Chick, dan pembalap baru yang sombong Lightning McQueen berhasil mengakhiri lomba secara bersamaan. Oleh karena itu, perlu diadakan lomba penentuan juara yang dijadwalkan seminggu kemudian di Los Angeles International Speedway.

McQueen sangat ingin memenangkan lomba, karena akan membuatnya dapat meninggalkan sponsor produk “Rust-Eze”, cairan perawat karat untuk mobil tua, dan berpindah pada sponsor dari tim Dinoco yang lebih bergengsi dan kini menjadi tempat “The King”. Untuk itu, McQueen perlu bersaing dengan Hick Chick yang juga menginginkan sponsor yang sama. McQueen sangat bersemangat untuk memulai latihan di California sesegera mungkin sehingga memaksa kendaraan pengangkutnya, Mack, untuk melakukan perjalanan tanpa istirahat sepanjang malam ke California.

Sementara itu, Thomas adalah tokoh animasi berbentuk kereta api yang ditemukan oleh R.W. Awdry dari US pada tahun 1945. Dikisahkan Thomas adalah KA uap kecil yang baik hati dan suka menolong KA lain yang kesulitan, mis, jatuh atau keluar rel. Tahun 1950, cerita Thomas diterbitkan dengan cerita petualangannya di Pulau Sodor. Setelah itu buku-buku seri Thomas pun bermunculan setiap tahunnya.

Tahun 1979, Wilbert Awdry bertemu dengan seorang produser televisi bernama Britt Allcroft yang tertarik dengan cerita Thomas. Tahun 1984, Kartun Thomas and Friends ditayangkan untuk pertama kalinya di televisi, tepatnya di bulan Oktober dan langsung menjadi tayangan yang sangat digemari oleh para pemirsa. Sejak saat itu, seri kartun Thomas terus dibuat dan tetap digemari banyak orang sampai saat ini.

Nah, jika anda juga ingin mendapatkan dua motif sajadah anak kartun yang sangat diminati tersebut, anda bisa memesannya ke 081328120700 (Ibu Trieke) atau melihat info lengkapnya di http://sajadahanakkartun.blogspot.com/. Dapatkan hanya di sini, bukan yang lain! (*)

(dari berbagai sumber)
Read More..
"Sajadah Kartun "Cars" dan "Thomas and Friends" Paling Banyak Diminati" was posted by: World Spy blogs, under category animasi carscarsfilm carsfilm thomas and friendskereta api thomassajadah anaksajadah kartunthomas and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/sajadah-kartun-dan-and-friends-paling.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Wednesday, March 23, 2011, 2:43 AM.

Kerajinan Sandal Batik Sanggit, Kreasi Baru Sandal Batik di Solo

Banyak cara dilakukan untuk memasyarakatkan batik yang sudah diakui unesco sebagai warisan budaya Indonesia.  Salah satunya, melalui kerajinan sandal batik. Namun,  berbeda dengan sandal batik yang selama ini kita kenal,  sandal batik kreasi seorang perajin di Serengan,  Solo,  Jawa Tengah, ini tergolong unik. Tidak sekedar ditempel kain batik, namun,  diukir atau digambar langsung dengan solder khusus yang sudah dimodifikasi.



Sekilas,  memang tidak ada bedanya,  sandal batik buatan perajin asal kampung Kemlayan,  Laweyan, Solo,  bernama Syafiq Jordan ini dengan sandal batik lain yang banyak beredar di pasaran. Namun, jika diperhatikan lebih cermat, sandal batik ini ternyata tidak ditempel dengan kain atau perca batik seperti biasa.  
Sandal batik,  yang disebut Syafiq,  sebagai sandal batik sanggit ini,  dibuat dengan cara diukir langsung menggunakan solder khusus. Setidaknya,  ada dua buah solder atau alat pemanas listrik, yang disiapkannya untuk membatik di atas sandal tersebut. Keduanya berbentuk pipih,  dengan ukuran yang berbeda.
  Cara pembuatan sandal batik sanggit ini sangat sederhana,  “Pertama, bahan spon eva tipis dipotong sesuai ukuran sandal diinginkan, kemudian dilapisi dengan spon yang lebih tebal,” kata Syafiq.  Setelah itu,  mulailah dilakukan pembatikan di atas kain spon tersebut,  dengan motif yang diinginkan.  “Seperti, motif bunga, daun, aneka motif parang dalam batik jawa dan sebagainya”, tambahnya.

Setelah itu, agar tampak lebih indah, dilakukan pewarnaan dengan cat khusus. Baru kemudian dilakukan pelubangan, untuk memasang jepit sandal. Selanjutnya, diberi lapisan lagi pada bagian bawahnya, sebagai alas sandal dan penutup jepit tersebut. Dibantu 4 karyawannya, Syafiq bisa membuat tak kurang dari 40 buah sandal per hari, yang dipasarkannya hingga berbagai daerah di luar jawa.
Selain harganya yang sangat murah, sandal batik sanggit ini juga sangat diminati, karena, motifnya yang sangat unik dan indah. Sejak dirintis sekitar 5 bulan lalu, pesanan sandal batik sanggit kreasinya pun terus berdatangan.  Bahkan,  saat ini, ia tengah menyelesaikan pesanan sebanyak 1000 pasang sandal untuk sebuah even batik di Jakarta.
Meski berpotensi ekonomi tinggi,  ide mengukir atau membatik di atas sandal dengan menggunakan solder ini justru didapat Syafiq secara tidak sengaja.  Saat itu, salah satu karya kartun spon-nya secara tidak sengaja rusak akibat terkena solder. “Akibat terbakar solder justru timbul motif indah di atas kartun spon dinding itu,” katanya. Tak ayal, iapun mempunyai ide untuk membuat gambar batik di atas sandal dengan solder, setelah usahanya membuat sandal kartun kalah bersaing dengan produk serupa buatan pabrik. (*)
Read More..
"Kerajinan Sandal Batik Sanggit, Kreasi Baru Sandal Batik di Solo" was posted by: World Spy blogs, under category sandal batik and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/kerajinan-sandal-batik-sanggit-kreasi.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 2:20 AM.

Workshop Concert Tembi Rumah Budaya Yogyakarta

GRATIS !!
Workshop Concert
Tembi Rumah Budaya Yogyakarta


Kamis, 24 Maret 2011, jam 19.00 WIB

Tembi String Ensemble
Violin 1:
Oscar Artunes Rahundoko, Adi Bimo, Kike De Alfiro, Ellena Bias
Violin 2:
Laras Pirukya Kinanti, Zera Erwidya Prinstanada, Devy Kartikasari
Viola:
Sagaf Faozata Adzkia, Beny Permana
Cello:
Nandya Abror Nurmusabih, Justitias Jelita Zulkarnaen
Contra Bass :Dwipa Hanggana Prabawa (*)
Read More..
"Workshop Concert Tembi Rumah Budaya Yogyakarta" was posted by: World Spy blogs, under category Workshop Concert and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/workshop-concert-tembi-rumah-budaya.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 12:08 AM.

Masyarakat Jogja Peduli dan Belajar Bencana Jepang

Yayasan Royal Silk bekerjasama dengan Hoshizora Foundation, Yayasan Girlan Nusantara, Atsuki Community, Jogjakarta Enterpreneur Center, dan semua pihak yang peduli terhadap bencana yang menimpa Jepang akan mengadakan “One Day Charity” dengan tema “Jogja Care for Japan – Let’s Support and Learn from Japan”. “One Day Charity” ini merupakan acara puncak dari rangkaian acara yang telah dan sedang dilakukan oleh beberapa komunitas dan masyarakat Yogyakarta pasca bencana gempa bertsunami yang meluluhlantakkan beberapa kota di Jepang selang beberapa hari lalu.



Ketua Yayasan Royal Silk, Fitriani Kuroda menjelaskan bahwa acara yang akan diselenggarakan dalam satu hari penuh pada tanggal 26 Maret 2011 di Jogja Expo Center ini bertujuan untuk penggalangan dana secara spontan dari segala pihak yang akan diserahkan kepada masyarakat Fukushima, Sendai, dan Miyagi melalui Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Sebelumnya, Hoshizora Community telah mengawali aksi solidaritas Jogja Care for Japan dengan mengajak adik bintang (penerima beasiswa hoshiZora) mengadakan aksi Penggalangan Dana di Berbagai Sekolah di seluruh DI Yogyakarta. Sementara Atsuki Community bekerjasama dengan beberapa komunitas cosplay yang ada di Jogja dalam seminggu mengadakan aksi penggalangan dana bertemakan Cosplay on the Road di beberapa titik strategis kota Yogyakarta. Selain itu, Atsuki juga mengajak anak-anak dan masyarakat Jogja untuk membuat 1000 Origami – Burung Bangau serta mengumpulkan 1000 Tanda Tangan di Titik Nol Kilometer sebagai simbol empati kepada masyarakat korban bencana di Jepang. Aksi penggalangan dana serupa juga dilakukan oleh PMI dan Yayasan Girlan Nusantara.

Perhelatan acara puncak “One Day Charity” ini akan diisi oleh booth display kebudayaan Jepang seperti Yukata Photo Session, Origami, Ikebana, Aksi Seni Beladiri Jepang, kuliner Jepang serta performansi lainnya oleh berbagai komunitas yang ada di Yogyakarta. Sedangkan sesi “Fund Raising Night” akan dimeriahkan lewat penampilan Sheila On 7, Didi Nini Thowok, dan Jemek Supardi.

Selain rasa peduli, pesan penting yang ingin disampaikan dalam acara One Day Charity ini adalah bagaimana kita sebagai bangsa yang mengalami kesamaan dalam ancaman bencana alam, terutama gempa dan tsunami, dapat memetik Pembelajaran dari Bencana Jepang. Pasca bencana, masyarakat Jepang tetap dapat antri teratur untuk mendapatkan bantuan, tetap santun tidak melakukan penjarahan ke toko atau rumah yang ditinggalkan penghuninya, harga komoditi nyaris tidak melambung tinggi, bahkan mesin penjual makanan dan minuman otomatis tetap dibuka secara gratis.

Masyarakat Jepang tidak lantas meratapi nasib mereka. Media massa Jepang juga tidak mengumbar gambar dan lagu sedih, namun justru mendorong semangat melalui media dengan menunjukkan bahwa mereka tidak putus asa, dan mampu melewati keadaan terburuk sekalipun.

Melalui acara One Day Charity, sekali lagi, GKR Pembayun sebagai Ketua Jogja Care for Japan mengajak seluruh masyarakat Yogyakarta untuk beramai-ramai saling peduli dan berbagi meski dengan hanya melakukan hal terkecil yang kita mampu. Hal kecil dapat menjadi besar bila dilakukan bersama!

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Andang Kirana
Wakil Ketua
HP. 081804095005
Read More..
"Masyarakat Jogja Peduli dan Belajar Bencana Jepang" was posted by: World Spy blogs, under category pray for japan and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/masyarakat-jogja-peduli-dan-belajar.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Tuesday, March 22, 2011, 4:50 PM.

Pameran Filateli Angkat Citra Pariwisata DIY

Ajang bergengsi bertaraf nasional bakal digelar di DIY, yaitu Pameran Filateli Nasional dengan tajuk “Jogja Stamp & Numismatic Show 2011” pada tanggal 30 Maret hingga 3 April 2011 di Plaza Ambarrukmo Lantai 2 Hall B Jl. Laksda Adisucipto Sleman Yogyakarta.

Menurut Ketua Harian PD PFI DIY Nashrul Jihadan, pameran filateli tersebut dilaksanakan atas kerjasama Pengurus Daerah Perkumpulan filateli Indonesia (PD PFI) dengan PT Pos Indonesia. Pameran tersebut merupakan awal dari kampanye World Stamp Championship & Exhibition yang akan dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2012 mendatang.

Adapun pameran tersebut akan menghadirkan koleksi-koleksi terbaik Indonesia yang meliputi perangko pertama Indonesia dan dunia, koleksi terbaik anak bangsa peraih medali di tingkat nasional maupun internasional, benda filateli terbitan Nederlands Indie – Modern “Perjuangan Menegakkan Proklamasi RI melalui Perangko”, Uang ORI dengan judul “Oeang Repoeblik Indonesia Membingkai Jogjakarta sebagai Ibukota RI”, Media Tukar atau Uang Majapahit serta koin Timah Kesultanan Palembang abad 16 - 17.

Setidaknya pameran tersebut akan diikuti oleh 20 (dua puluh) booth holder yang meliputi filateli, numismatic, barang antik dan kerajinan dari berbagai daerah. Bahkan dalam kesempatan tersebut juga akan diluncurkan Perangko Seri Batik dan Tenun Nusantara serta pagelaran seni budaya daerah. Pameran terbuka untuk masyarakat umum, wisatawan domestik dan manca negara, sekolah-sekolah se DIY, para pecinta seni filatelis dsb.

Secara terpisah Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sleman Dra. Shavitri Nurmala Dewi, MA mengungkapkan bahwa pameran filateli nasional yang digelar di DIY ini merupakan event yang positif bagi upaya peningkatan citra DIY sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata di Indonesia. Teristimewa lagi sektor kepariwisaataan DIY yang sempat terpengaruh akibat adanya erupsi Gunung Merapi 2010 silam tentunya akan memperoleh manfaat yang luar biasa dengan adanya pameran skala nasional tersebut.

Paling tidak para peserta yang berasal dari berbagai daerah disamping mengikuti event pameran juga sekaligus dapat menikmati ataupun mengenang suasana maupun berbagai obyek wisata di DIY pasca erupsi Merapi. Bahkan sebagian dari para peserta luar daerah juga akan diagendakan untuk berkunjung ke berbagai obyek wisata diantaranya beberapa museum dan kawasan volcano tour di Kinahrejo dan sekitarnya. Diharapkan nantinya mereka akan turut mempromosikan kepariwisataan DIY di daerah masing-masing.-
 

Sleman,  22 Maret 2011
Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata
Bidang Pemasaran Pariwisata
Disbudpar Sleman



Wasita, SS, MAP


SMS Hotline: Wasita HP. 085743961968 (IM3)


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Sleman
Jl. Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman

Yogyakarta Telp/Fax:0274-869613
Website  : http://www.tourismsleman.com/,

Email/FB : prtourismsleman@yahoo.co.id
Read More..
"Pameran Filateli Angkat Citra Pariwisata DIY" was posted by: World Spy blogs, under category pmeran filateli and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/pameran-filateli-angkat-citra.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Monday, March 21, 2011, 10:21 PM.

Workshop Wayang Bambu dan Wayang suket


Undangan Workshop Wayang Bambu dan Wayang suket, Minggu Tgl 27 Maret 2011 di Sanggar Suket mojosongo : jadwal : Workshop tgl 27 maret jam 2 siang sampai jam 5 dan MALAMNYA Diskusi Kesenian "Desa Sbagai Sumber Kreatif " -Pukul 19.00 wib-Pembicara : Adin dari HYsteria Semarang dan Arif Setyo Budi dari Solo Institut dan Janta Jabrik teater Tesa Solo , Moderator Slamet Gundono.
Read More..
"Workshop Wayang Bambu dan Wayang suket" was posted by: World Spy blogs, under category workshop wayang and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/workshop-wayang-bambu-dan-wayang-suket.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Sunday, March 20, 2011, 8:52 PM.

Boneka Wayang, Ikon Baru Souvenir Khas Jogja


Citizen6, Yogyakarta: Jika Anda berkunjung ke kota budaya Yogyakarta, pasti gudeg, bakpia, batik, dan aneka kerajinan lainnya tentu tidak akan dilewatkan sebagai souvenir bagi kerabat atau relasi. Saat ini ada kreasi baru yang bisa menjadi alternatif sebagai souvenir atau oleh-oleh dari Yogyakarta, yaitu Boneka Wayang.

Berbeda dengan boneka yang sudah ada, boneka ini berkarakter tokoh wayang asli Indonesia. Seperti Semar, Gareng, Petruk, Bagong, Gatotkaca, Arjuna, Hanoman, dan sebagainya. Boneka yang berkarakter unik, lucu, kreatif dan bertradisi ini digagas oleh sekelompok warga yang peduli pelestarian budaya Jawa 'terutama wayang', sebagai bentuk kepedulian terhadap makin tergusurnya tradisi bangsa sendiri menyusul serbuan budaya asing.

"Akibat serbuan budaya asing, anak-anak tak lagi mengenal tradisi bangsanya sendiri yaitu Wayang," kata Achmad Syariffudin, penggagas Boneka Wayang. "Karenanya, diperlukan media bermain sekaligus mengenalkan anak-anak pada tradisi bangsa sejak dini dengan lebih menyenangkan," tambahnya.

Dari sinilah, Achmad dan temannya, Edi Santosa, membuat kreasi baru berupa Boneka Wayang ini. Kreasi ini ternyata mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan, karena dinilai sebagai salah satu media pengenalan dan pembelajaran tradisi bangsa yang efektif kepada anak-anak. Tak ayal, pesanan pun terus berdatangan dari berbagai kota di tanah air. Apalagi, harganya tergolong murah dan terjangkau. Akibat banyaknya permintaan, Achmad mengaku, ia seringkali kewalahan harus memenuhi semua pesanan.

Boneka yang terbuat dari bahan kain diadora serta dipasangi berbagai aksesoris dari kain flanel, kain emas dan plastik emas. Di Yogyakarta sendiri, boneka wayang ini bisa ditemui di sejumlah tempat penjualan oleh-oleh atau souvenir khas Kota Budaya tersebut. Atau jika sempat, anda bisa mampir ke Rumah Boneka Wayang di Perum SBI Blok E/142 Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY (No. HP. 081328120700).

"Ya, semoga saja dengan boneka wayang ini, anak-anak bisa makin mencintai budaya bangsa sendiri," kata Achmad, seraya menambahkan bahwa info lengkapnya bisa dilihat di "http://bonekawayang.blogspot.com/" (Pengirim: Trie)
Read More..
"Boneka Wayang, Ikon Baru Souvenir Khas Jogja" was posted by: World Spy blogs, under category boneka wayang and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/boneka-wayang-ikon-baru-souvenir-khas.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 8:38 PM.

Stuffed Puppet, New Icons Yogyakarta Special Souvenir


Citizen6, Yogyakarya: If you are visiting the cultural city of Yogyakarta, definitely warm, bakpia, batik, and various other crafts would not be passed as souvenirs for relatives or relations. Currently there is a new creation that can be an alternative as a souvenir or gift from Yogyakarta, the Wayang Puppet.

Unlike the existing dolls, this doll puppet character native to Indonesia. As Semar, Gareng, Petruk, Bagong, Gatotkaca, Arjuna, Hanuman, and so forth. Unique character dolls, funny, creative and this tradition was initiated by a group of citizens who care about preserving Javanese culture 'in particular puppet', as a form of concern for the nation's own traditions tergusurnya following the invasion of foreign culture.

"As a result of the invasion of foreign culture, children no longer know the Wayang tradition of his own people," said Achmad Syariffudin, the initiator of the Wayang Puppet. "Therefore, a media play at the same time introducing children to the traditions of the nation early on with more fun," he added.

From here, Ahmad and his friend, Edi Santosa, makes the creation of this new form of Wayang Puppet. This creation has received enthusiastic response from various circles, as it is considered as one of the media and the introduction of effective national tradition of learning to children. No doubt, the orders continued to arrive from various cities in the country. Moreover, the price is quite cheap and affordable. Due to many requests, Achmad said, she is often overwhelmed shall meet all orders.

Dolls made of cloth material and fitted with various accessories diadora of flannel, cloth of gold and gold plastic. In Yogyakarta itself, these puppets can be found in a number of places selling souvenirs or the Cultural City souvenirs. Or if you have time, you can stop by the house in Perum SBI Wayang Puppet Block E/142 Sidorejo, Ngestiharjo, Poor, Bantul, Yogyakarta (No. HP. 081 328 120 700).

"Yes, hopefully with these puppets, kids can be more loving culture of the nation itself," said Ahmad, adding that the full info can be found in "http://bonekawayang.blogspot.com/" (Sender: Trie)

(sumber : citizen6.liputan6.com)
Read More..
"Stuffed Puppet, New Icons Yogyakarta Special Souvenir" was posted by: World Spy blogs, under category boneka wayang and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/stuffed-puppet-new-icons-yogyakarta.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 8:32 PM.

Citizen6: Liputan6 Aktual Tajam Terpercaya

Read More..
"Citizen6: Liputan6 Aktual Tajam Terpercaya" was posted by: World Spy blogs, under category and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/citizen6-liputan6-aktual-tajam.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 7:14 AM.

Festival Film Solo 2011

Festival Film Solo merupakan festival film tahunan yang diadakan di Kota Solo – Jawa Tengah, dengan fokus pada film fiksi-pendek Indonesia. Ketiadaan festival yang memfokuskan diri pada film-film pendek Indonesia menjadi landasan awal bagi festival ini untuk merespon terus-lahirnya karya dan kerja kreatif para pembuat film pendek di seluruh kota di Indonesia.

Festival film yang akan diselenggarakan pada tanggal 4-7 Mei 2011 di Gedung Kesenian Solo (GKS) ini terdapat beberapa program kompetisi maupun non-kompetisi, hal ini sebagai satu bentuk respon penyelenggara terhadap kondisi sosial masyarakat dan juga perkembangan dunia perfilman Indonesia itu sendiri. Harapannya, Festival Film Solo 2011 akan mampu menjadi sebuah festival yang sederhana namun bisa dekat dan akrab dengan publik, melalui tema-tema film yang secara maksimal bisa mengeksplorasi Indonesia, baik secara ruang maupun ideologis.

Program Kompetisi Film Fiksi-Pendek Indonesia Kategori Umum Nasional merupakan ruang bagi para pembuat film untuk mempertemukan karya-karya terbaik mereka, sebagai jurinya Seno Gumira Ajidarma, Joko Anwar, Swastika Nohara. Ladrang Award akan diberikan kepada pemenang kompetisi ini.
Program Kompetisi Film Fiksi-Pendek Indonesia Kategori Pelajar SMA se-Jawa Tengah, sebagai jurinya Ajish Dibyo, Veronica Kusumaryanti dan Arfan Adhi Permana. Pemenang kompetisi ini berhak mendapatkan Gayaman Award. Pengiriman karya untuk kompetisi ditrtima panitia penyelenggara pada tanggal 30 Maret 2011 (cap pos).

Program Tamasya Layar Tancap di 26 titik di wilayah Kota Solo menjadi salah satu usaha mendekatkan film dan festival ini dengan publik. Layar tancap yang akan memutar film-film fiksi-pendek Indonesia ini, digelar di kampung-kampung dan ruang publik di tengah kota. Program ini juga didukung oleh komunitas-komunitas film di kota lain, untuk menggelar layar tancap di kota masing-masing pada Bulan Mei, sehingga layak apabila nantinya kita menyebut Bulan Mei sebagai Bulan Layar Tancap.

Lewat Program Cerdas-Cermat Komunitas Film akan menjadi ajang bertemunya komunitas-komunitas film dari berbagai kota di Indonesia. Program ini lebih mengedepankan pertukaran data dan informasi komunitas-komunitas film yang ada. Pertanyaan-pertanyaan dalam cerdas-cermat akan diambil dari data yang dikirimkan oleh masing-masing komunitas. Pemenang berhak atas Piala Bergilir Festival Film Solo. Selain itu, program diskusi “Ruang Publik dan Kesenian di Solo” kiranya mampu pula untuk memacu kemajuan kesenian yang semakin kehilangan ruang. Diskusi ini menjadi semacam pemetaan awal terhadap kondisi dunia berkesenian di Solo.
—————————————————————————————————————–
KETENTUAN KOMPETISI
LADRANG AWARD.
  1. Genre film adalah FIKSI
  2. Durasi film maksimal 30 menit, termasuk credit-title
  3. Film telah selesai diproduksi setelah 1 Januari 2009
  4. Format film yang dikirimkan adalah DVD Video PAL
  5. Film diproduksi di Indonesia atau di negara lain dengan mengetengahkan cerita yang terkait dengan Indonesia
  6. Film yang menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia, wajib memiliki subtitle Bahasa Indonesia
  7. Pendaftar bertanggungjawab penuh atas orisinalitas semua materi dalam film yang dikirimkan
  8. Pendaftar wajib menyertakan surat pernyataan dari pemegang hak cipta, apabila memakai materi non-orisinal
  9. Pendaftar wajib mengisi secara lengkap formulir pendaftaran yang dapat diunduh DISINI
  10. Film-film yang lolos kompetisi akan diumumkan di website http://ffs2011.gedungkeseniansolo.org/ dan akan dihubungi via e-mail dan telepon oleh pengelola festival
  11. Film, formulir dan seluruh kelengkapan dikirimkan paling lambat tanggal 30 Maret 2011 (Cap Pos)
GAYAMAN AWARD
  1. Genre film adalah FIKSI
  2. Durasi film maksimal 30 menit, termasuk credit-title
  3. Film telah selesai diproduksi setelah 1 Januari 2009
  4. Format film yang dikirimkan adalah DVD Video PAL
  5. Film diproduksi di Indonesia atau di negara lain dengan mengetengahkan cerita yang terkait dengan Indonesia
  6. Film yang menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia, wajib memiliki subtitle Bahasa Indonesia
  7. Pendaftar bertanggungjawab penuh atas orisinalitas semua materi dalam film yang dikirimkan
  8. Pendaftar wajib menyertakan surat pernyataan dari pemegang hak cipta, apabila memakai materi non-orisinal
  9. Pendaftar wajib mengisi secara lengkap formulir pendaftaran yang dapat diunduh DISINI
  10. Pendaftar wajib menyertakan fotokopi Kartu Pelajar yang masih berlaku
  11. Film-film yang lolos kompetisi akan diumumkan di website http://ffs2011.gedungkeseniansolo.org/ dan akan dihubungi via e-mail dan telepon oleh pengelola festival
  12. Film, formulir dan seluruh kelengkapan dikirimkan paling lambat tanggal 30 Maret 2011 (Cap Pos)
Film, formulir dan seluruh kelengkapan dikirimkan ke:
FESTIVAL FILM SOLO
d.a. Gedung Kesenian Solo (GKS)
Jl. Slamet Riyadi 275 Kompleks Sriwedari
Solo – Jawa Tengah 57141

(sumber : http://gedungkeseniansolo.org/)
Read More..
"Festival Film Solo 2011" was posted by: World Spy blogs, under category festival film and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/festival-film-solo-2011.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Saturday, March 19, 2011, 10:17 PM.

Kerajinan Cap Batik yang Makin Langka

Pengakuan Unesco terhadap batik ternyata mampu membuat permintaan stempel atau cap batik di Solo, Jawa Tengah, menjadi terus meningkat. Sayangnya, jumlah perajinnya, belakangan ini, terus berkurang, karena, tidak banyak generasi muda yang mau menekuni kerajinan ini.

Pagi baru saja beranjak. Namun, suasana di sebuah rumah di Premulung, Sondakan, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, terlihat sudah riuh dengan suara alat-alat pemotong besi dan ketukan palu. Sejak Unesco mengakui batik sebagai warisan budaya Indonesia, permintaan batik Indonesia memang terus meningkat. Kondisi ini tentu saja turut mendongkrak kenaikan permintaan terhadap stempel atau cap batik, sebagai salah satu sarana membuat batik, selain membatik langsung dengan canting. Selama ini, cap batik digunakan para perajin untuk mempercepat proses produksi, sehingga, mereka bisa mengejar waktu untuk memenuhi banyaknya pesanan.

Sayangnya, para perajin batik sendiri, belakangan ini, sudah tidak mudah lagi untuk mencari perajin stamp (stempel) atau cap batik, karena, jumlahnya terus berkurang. Sehingga, tidak semua permintaan cap batik bisa dipenuhi oleh perajin.

Salah satu perajin stempel atau cap batik yang masih bertahan adalah Agus Sunarto di Sondakan, Laweyan, Solo ini. Agus mengaku, sudah menekuni kerajinan cap batik ini sejak tahun 2001, untuk meneruskan usaha keluarganya. Baginya, pembuatan stempel batik bukanlah hal yang sulit, karena, sejak kecil sudah diajari orangtuanya.

"Proses pembuatan cap batik diawali dengan membuat disain batik seperti diinginkan," kata Agus. Setelah itu, bahan pembuat stempel, yaitu plat tembaga, dipotong-potong sesuai ukuran dan bentuk motif yang sudah dibuat. "Selanjutnya, potongan-potongan tembaga itu, dibentuk sesuai motif yang diinginkan dan direkatkan menggunakan alumunium dengan dibakar," tambahnya. Setelah itu, cap batik pun dihaluskan, agar permukaannya rata.

Dalam sebulan, Agus mengaku, bisa membuat 5 hingga 7 cap batik, yang dijual dengan harga mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah. Salah satu kendala yang terus dihadapinya saat ini adalah sulitnya mencari tenaga perajin, karena sudah tidak banyak generasi muda yang mau menekuni kerajinan ini. "Selain memerlukan kesabaran lebih, pendapatan dari sektor kerajinan ini juga dinilai sangat tidak memadai, sehingga, mereka lebih memilih berprofesi di bidang lain," papar Agus.

Selain di kota Solo, stempel atau cap batik karya Agus, juga banyak dipasarkan di Kota-kota lain, seperti Yogyakarta dan Pekalongan, Jawa Tengah, serta sejumlah kota lain di luar pulau Jawa.
Untuk bahan pembuatan cap batik, Agus biasanya menggunakan bahan-bahan bekas dari tukang rongsokan. Sayangnya, harga bahan-bahan bekas ini seringkali tidak stabil, sehingga, untuk menopang produksinya, ia terpaksa membeli bahan plat tembaga dari toko yang harganya jauh lebih mahal. "Di saat pemerintah gencar meningkatkan produk batik nasional, pasca pengakuan Unesco, sektor kerajinan cap batik sebagai pendukungnya, justru terlupakan," kata Agus.(*)
Read More..
"Kerajinan Cap Batik yang Makin Langka" was posted by: World Spy blogs, under category kerajinan batik and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/03/kerajinan-cap-batik-yang-makin-langka.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 9:17 PM.
 
© 2012 World Spy
Is Hosted by Blogger