100100 Voting: 999,879,658

SAWMA - Sastra Welang Monologue Awards 2011 digelar !

SAWMA ( Sastra Welang Monologue Awards ) digelar untuk pertamakalinya oleh Teater Sastra Welang yang didukung oleh Balai Bahasa Provinsi Bali dan Bentara Budaya Bali. SAWMA, sebuah perayaan festival monolog yang direncanakan digelar setiap tahun ini melibatkan komunitas teater umum, teater kampus, maupun teater SMA yang ada di Bali. SAWMA diharap mampu menjadi salah satu media alternatif para pekerja seni pertunjukan untuk dapat berkreasi dalam seni pemanggungan monolog. SAWMA 2011 menampilkan 18 kelompok dari 16 group teater yang ada di Bali. Dengan memainkan naskah – naskah monolog yang sudah ditentukan oleh panitia, tentunya dengan pertimbangan bobot naskah yang teruji, kandungan naskah yang sarat akan pesan – pesan moral dan humanis. Kesepuluh naskah pilihan yang disiapkan panitia untuk dipilih oleh peserta penampil tahun ini adalah Surat Kepada Setan ( Putu Wijaya ), Balada Sumarah ( Tentrem Lestari ), Kucing Hitam ( Edgar Alan Poe ), Kasir Kita ( Arifin C Noer ),  Aut ( Putu Wijaya ) , Masmirah ( Arthur S Nalan ), Tolong ( Nano Riantiarno ), Monolog Topeng ( Rachman Sabur ), Bahaya Racun Tembakau ( Anton Chekov , adaptasi Cok Sawitri) dan Marsinah Menggugat ( Ratna Sarumpaet )


Dalam penyelenggaraan SAWMA 2011, dewan juri akan bekerja keras menentukan siapa yang berhak menerima penghargaan piala SAWMA untuk kategori aktor terbaik, aktris terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik , penata artistik terbaik dan pementasan terbaik. Selain mendapatkan hadiah uang tunai, peserta yang masuk nominasi akan mendapatkan paket buku - buku sastra karya sastrawan Indonesia, diantaranya Oka Rusmini, Frans Nadjira, Cok Sawitri, Agus R Sarjono, Hanna Fransisca, Wayan Sunarta,  Putu Bawa Samar Gantang, Nana Sastrawan, Wa Ode Wulan Ratna, Made Sugianto dll, juga album solo penyanyi Ayu Laksmi bertajuk Svara Semesta akan dibagikan kepada tiap pemenang. Tahun ini yang didaulat menjadi dewan juri SAWMA adalah Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dan Moch Satrio Welang. Mereka akan menentukan lima nominator dalam masing – masing kategori.  

Para peserta SAWMA 2011 adalah komunitas teater umum, teater kampus maupun teater SMA di Bali yang sebelumnya telah mengajukan aplikasi pendaftaran festival kepada panitia. Ke 18 monologer yang tampil tahun ini adalah Velinda Arista Putri ( Teater Orok Udayana ),  Lisna Effendi ( Kelompok 108 - umum), Linda Trisnayanti  ( Teater Orok Udayana ) , Maulana Putra Dandiasri ( Teater Kini Berseri  - Umum) , Benny Dippo Pratama ( Teater Kini Berseri - Umum), Putu Raditya Pandet ( Komunitas Mata - Umum ), Ferry Bhatthara ( Komunitas Lensa Merah – ISI Denpasar) , Megawati Rosalio Putri ( Teater Tiga – SMAN 3 Dps ) ,Sofia ( Theatre of Human – SMK Harapan) , Rosdiana Effendi (  Teater Topeng – SMAN 2 Dps ),  Zayd Rifqy Zulqarnayn ( Teater Angin – SMAN 1 Dps) , Didi Saputra ( Teater Merah – Umum) , Dwi Larashati ( Teater Ombak – SMAN 1Kuta Utara) , Nanda Wahyu Saputra (  Teater Teras – SMAN 1 Kuta), Heri Windi Anggara ( Teater LAH 24 – umum), Lydia Damara Raj Suweda  ( Teater Antariksa – SMAN 7 Dps ), Andre Tanjaya  (  Teater La Jose - SMAK Santo Yoseph ) dan Isnah Nur Bintari ( umum)

SAWMA 2011 secara resmi digelar selama tiga hari di dua lokasi yang berbeda yakni pada hari Sabtu – Minggu,  28 – 29 Mei 2011 di Balai Bahasa Provinsi Bali , yang setiap hari menampilkan sembilan pertunjukan, dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore.  Malam puncaknya akan digelar di Bentara Budaya Bali pada hari Selasa, 31 Mei 2011 pukul 6 sore yang menampilkan para seniman – seniman papan atas di Bali diantaranya Abu Bakar, Cok Sawitri, Nyoman Sura, Pranita Dewi,Teater Mimba, Komunitas Sahaja , Dewi Rejeki dll.

Malam Puncak Penganugerahan SAWMA 2011 menampilkan pementasan utama yakni pementasan Monolog Cok Sawitri yang membawakan naskah Bahaya Racun Tembakau. Cok Sawitri mengadaptasi naskah karya Anton Chekov tersebut dalam sebuah pemanggungan improvisasi pementasan Arja Satu. Disini akan kita saksikan kepiawaian Cok Sawitri dalam panggung Monolog yang sebelumnya tampil dalam pentas – pentas monolog nasional maupun international di antaranya Monolog Aku Bukan Perempuan Lagi ( 2004 ) dalam Pesta Monolog Dewan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki. Cok Sawitri sempat berkolaborasi dengan Dean Moss dari New York dalam acara Dance Theater. Selain aktivis teater, Cok juga menulis artikel, puisi, cerita pendek dan novel. Karya-karya pertunjukannya antara lain Meditasi Rahim, Pembelaan Dirah, Permainan Gelap Terang,  Puitika Melamar Tuhan, Aku Bukan Perempuan Lagi, dan lain-lain. Pada tahun 2010, Cok Sawitri mementaskan Percakapan Sunya Nirvana di Ubud Writers And Readers Festival. Novelnya Janda Dari Jirah (2007) dan Sutasoma (2009). Ia menerima Anugerah Dharmawangsa tahun 2010.

Malam Penganugrahan Seni SAWMA 2011 juga memberikan penghargaan tertinggi yakni Lifetime Achievement Awards kepada Bapak Abu Bakar atas pengabdian seumur hidup di bidang teater.  Bahkan salah seorang pesohor sastra , Umbu Landu Paranggi sempat mengatakan bahwa Abu Bakar adalah Mbahnya Monolog di Bali. Dalam malam puncak tersebut, akan diputar slide perjalanan panjang Bapak Abu Bakar di dunia teater modern di Bali yang dimulai sejak tahun 1964. Abu Bakar lahir di Denpasar, 1 Januari 1944. Pendiri Teater Poliklinik ini sudah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk seni pertunjukan, sastra dan film. Karya-karyanya antara lain Wanita Batu (Monolog, 2006), Bali Menangis (sinetron, 2004), Komedi Hitam, dll.  Bersama kelompok teater dari Perancis pentas keliling Indonesia membawakan  naskah Mayora (1980). Tahun 1990, berkolaborasi dengan Ikranegara mengadakan pertunjukan Berani-Beraninya Menunggu Godot.di Amerika. Menulis puisi, cerpen, novel dan skenario film, di antaranya Tuhanku Kupu-kupu (Cerpen), Lukamu Dukaku (sinetron, 1993), Surat Cinta (cerpen), Menunggu (novel), dan lain sebagainya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Bapak C. Ruddyanto menyampaikan kegembiraannya atas penyelenggaraan SAWMA 2011, disela – sela kesibukannya beliau mengatakan, “ SAWMA merupakan bukti kelesuan sastra tidak perlu berlarut. Dia diharapkan akan menjadi salah satu tungku gairah yang terus membara, tidak sekadar menjadi tempat calon pesastra berdiang,tetapi juga ajang mengolah karsa menjadi karya. Walaupun bidang kiprahnya Monolog, SAWMA sendiri adalah dialog yang pantas bersambut untuk memetakan kehidupan sastra yang merayakan kemanusiaan kita. “

Hal senada juga disampaikan oleh penyair Bali, Warih Wisatsana, “Setiap upaya mengembangkan kehidupan kreatif, harus diapresiasi dan dihargai. Kita perlu ruang kreasi yang sehat, dimana anak muda meneguhkan pilihan masa depannya serta belajar membangun kebersamaan.”

Untuk Info Lebih Lanjut
Moch Satrio Welang (081 916 384 162)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
JADWAL PEMENTASAN SAWMA 2011
 
HARI PERTAMA
Hari/ Tgl : Sabtu, 28 MEI 2011
Waktu : 10.00 pagi – selesai
Tempat : BALAI BAHASA PROVINSI BALI
Jl. Trengguli 1/20 Tembau Denpasar


1. KOMUNITAS LENSA MERAH – ISI DENPASAR
Aktor : Ferry Bhattara / Sutradara : Ferry Bhattara
Naskah : Aut / Karya : Putu Wijaya

2. TEATER TIGA – SMAN 3 DENPASAR
Aktor : Megawati Rosalio Putri / Sutradara : Yurika Ari Mahayuni
Naskah : Marsinah Menggugat / Karya : Ratna Sarumpaet

3. KELOMPOK 108 – UMUM
Aktor : Lisna Effendi / Sutradara : Dedi Dwiyanto
Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan

4. TEATER OROK – UNIVERSITAS UDAYANA
Aktor : Linda Arista Putri / Sutradara : Andika Pratama
Naskah : Marsinah Menggugat / Karya : Ratna Sarumpaet

5. TEATER OMBAK – SMAN 1 KUTA UTARA
Aktor : Dwi Larashati / Sutradara : Agus Purwanto
Naskah : Tolong /Karya : Nano Riantiarno

6. THEATER OF HUMAN – SMK HARAPAN DENPASAR
Aktor : Sofia / Sutradara : Mudita Pangestu
Naskah : Balada Sumarah / Karya : Tentrem Lestari

7. TEATER TOPENG – SMAN 2 DENPASAR
Aktor : Rosdiana Effendi / Sutradara : Maureen Tyas Lestari
Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan

8. TEATER TERAS – SMAN 1 KUTA
Aktor : Nanda Wahyu Saputra / Sutradara : Afif Mahfudz
Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya

9. KOMUNITAS MATA – UMUM
Aktor : Raditya Pandet / Sutradara : Raditya Pandet
Naskah : Aut / Karya : Putu Wijaya


HARI KEDUA
Hari / Tgl : Minggu, 29 MEI 2011
Waktu : 10.00 pagi – selesai
Tempat : BALAI BAHASA PROVINSI BALI
Jl. Trengguli Tembau Denpasar

1. TEATER LA JOSE – SMK SANTO YOSEPH DENPASAR
Aktor : Andre Tanjaya / Sutradara : I Komang Agus Putra Paramartha
Naskah : Kucing Hitam / Karya : Edgar Alan Poe

2. TEATERLAH 24 – UMUM
Aktor : Heri Windi Anggara / Sutradara : Dadi Reza Pujiadi
Naskah : Kasir Kita / Karya : Arifin C Noer

3. ISNAH NUR BINTARI – UMUM
Aktor : Isnah Nur Bintari / Sutradara : Isnah Nur Bintari
Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan

4. TEATER KINI BERSERI – UMUM
Aktor : Benny Dippo Pratama / Sutradara : Indra Parusha
Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya

5. TEATER OROK – UNIVERSITAS UDAYANA
Aktor : Linda Trisnayanti / Sutradara : Sri Prami Utami
Naskah : Balada Sumarah / Karya : Tentrem Lestari

6. TEATER KINI BERSERI – UMUM
Aktor : Maulana Putra Dandiasri / Sutradara : Indra Purnama
Naskah : Kasir Kita / Karya : Arifin C Noer

7. TEATER ANTARIKSA – SMAN 7 DENPASAR
Aktor : Lydia Damara Raj Suweda / Sutradara : Aulia Erzha Putri
Naskah : Tolong / Karya : Nano Riantiarno

8. TEATER ANGIN – SMAN 1 DENPASAR
Aktor : Zayd Rifqi Dzulqarnayn / Sutradara : Wulan Dewi Saraswati
Naskah : Bahaya Racun Tembakau
Karya : Anton Chekov , Adaptasi Cok Sawitri

9. TEATER MERAH – UMUM
Aktor : Didi Saputra / Sutradara : Novi Dwijayanti
Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya

MALAM PENGANUGERAHAN ( AWARDING NIGHT )
SELASA - 31 MEI 2011
BENTARA BUDAYA BALI
JL.Profesor Ida Bagus Mantra Ketewel
Abu Bakar - Lifetime Achievement Awards
Cok Sawitri – Monologue Bahaya Racun Tembakau
Nyoman Sura – Contemporary Dance ‘Circle Of Life’
Pranita Dewi – Poetry Reading ' Pelacur Para Dewa'
Teater Mimba ( Muda Wijaya ) – Performing Art ‘Kalimah Nangroe’
Putu Rastiti – Ketut Sudiani - Poetry Reading
Made Purnamasari – Poetry Reading
Dewi Rejeki feat Mata – Mata Orchestra
LV C&C Models on SHOPisticated – Art Ethnic Fashion Show
Garespha HipHop
Nosstress Blues / Jazz Acoustic

Awards Presenters:
Indra Parusha – Frischa Aswarini
Muda Wijaya – Yuanita Ramadani
Joan Valentina – Bayu Mahardika
Dadi Reza Pujiadi – Novi Dwijayanti
Pranita Dewi – Isnah Nur Bintari
Cok Sawitri – Putu Satria Kusuma

Awards Host: Moch Satrio Welang
Read More..
"SAWMA - Sastra Welang Monologue Awards 2011 digelar !" was posted by: World Spy blogs, under category penghargaan sastra and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/05/sawma-sastra-welang-monologue-awards.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Monday, May 30, 2011, 2:57 AM.

Jagongan Wagen Edisi Mei 2011 Padepokan Seni Bagong Kussudiardja


Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) merupakan tempat belajar seni yang ke, di, dan dari kesenian. Didirikan oleh alm. Bagong Kussudiardja di Yogyakarta pada tahun 1978, PSBK dikelola Yayas an Bagong Kussudiardja (YBK), setelah almarhum wafat pada tahun 2004. YBK merupakan lembaga nirlaba yang didirikan untuk mengelola keberlanjutan pertumbuhan dan perkembangan PSBK ke depan dan di depan. YBK mulai aktif mengelola PSBK pada tahun 2007, dengan menggulirkan dan menggelarkan program - program seni di PSBK, di antaranya adalah program Jagongan Wagen.


Program Jagongan Wagen
Satu di antara sumber kekuatan seni, dilahirkan dan dibesarkan di dalam dan melalui kesenian. Dalam hal ini, kesenian yang dimaksud adalah kesenian yang dipertunjukkan (biasa dan sering disebut/dinamakan seni pertunjukan). Seni pertunjukan merupakan pembentukan isi dan cara pengisian bentuk kekuatan seni-nya kesenian, dengan cara dipertunjukkan (juga ada yang mengatakan dipertontonkan). Dengan demikian, manusia yang ada di pementasan seni pertunjukan (pada peran dan posisi apapun), berkesempatan untuk belajar dan berkerja mempertunjukkan (mempertontonkan) dan dipertunjukkan (dipertontonkan). Dalam hal ini adalah, seni mempertunjukkan dan seni dipertunjukkan seni-nya manusia yang berkesenian seni pertunjukan.
 
Jagongan Wagen edisi bulan Mei 2011, akan mempersembahkan pementasan yang mempertunjukkan dan yang dipertunjukkan seni tiru yang bertumbuh dan berkembang pada tubuh manusia yang berkesenian seni pertunjukan. Nama pertunjukannya adalah:
 
                                               
 
Waktu & Tempat Pementasan
Selasa, 31 Mei 2011
19.30 WIB
 
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Dusun Kembaran RT 04, Kel. Tamantirto
Kec. Kasihan, Kab. Bantul - DIY
                                  
Pelaku Penciptaan & Pementasan Kesenian JW A pril 2011
1. A sita
2. Jhoni Frederikus Sikant Layang
3. Ficky Tri Sanjaya
4. Ninin Tri Wahyu ningsih
5. Pulung Jati Rangga
6. Puput Ratri Widayani
 
 
Sejak tahun 2007, pementasan kesenian Jagongan Wagen PSBK diusahakan untuk dilaksanakan setiap bulan 1 kali (kecuali pada masa puasa s/d lebaran) di PSBK, dan terbuka untuk umum (tanpa tiket masuk). Sejak bulan Mei 2009, minuman hangat cuma-cuma juga diusahakan tersedia untuk mendukung kenikmatan njagong kesenian di Jagongan Wagen PSBK.
 
Jagongan Wagen
Menjagongkan dan menjagongi kesenian yang di-wage-kan dan di-wage-ni di Jagongan Wagen PSBK.
Me-wage-kan dan me-wage-ni kesenian yang dijagongkan dan dijagongi di Jagongan Wagen PSBK.
 
Jagongan Wagen edisi bulan Mei 2011 ini dilaksanakan bekerjasama dan didukung Djarum Foundation - Bakti Budaya.

 
 
Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) is a non-profit organization established in 2007 to manage Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) as a performing arts center that advocates the arts as a medium for inclusive dialogue and learning. Serving artists and the general public, PSBK cultivates learning processes through and about the arts by presenting works of artists, facilitating their professional development, and devising programs that increase community engagement with the arts. 
 
Address:
Dusun Kembaran RT 04, Kelurahan  Tamantirto
Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul
Yogyakarta - Indonesia
 
Tel/fax             :  62 - 0274 - 414 404
E-mail              :  info@ybk.or.id
Website           :  www.ybk.or.id
 Facebook        : http://www.facebook.com/padepokansenibagongkussudiardja
 
Read More..
"Jagongan Wagen Edisi Mei 2011 Padepokan Seni Bagong Kussudiardja" was posted by: World Spy blogs, under category jagongan wagen and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/05/jagongan-wagen-edisi-mei-2011-padepokan.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 2:53 AM.

SEPEDA ONTHEL MERAH PUTIH GOWES DARI JAKARTA KE JOGJA

Agung Wiyatno dan Ahmad Zulfiyanto, dua orang goweser dari Komunitas Sepeda Kaskus (KOSKAS) Chapter Jakarta Timur sejak tanggal 22 Mei lalu sudah memulai perjalanan dengan sepeda onthel merah-putih dari Taman Mini Indonesia Indah menuju Yogyakarta. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan juga untuk Clara Sumarwati, pendaki gunung everest wanita pertama Asia Tenggara asal Jogja.


Direncanakan, Agung dan Ahmad akan tiba di Jogja pada hari selasa, tgl 31 Mei 2011, pukul 13.30 WIB, dan finish di kepatihan Yogyakarta. Selama di Jogja, mereka berencana akan mengikuti upacara Hari Pancasila pada tanggal 1 Juni 2011. Kegiatan ini diharapkan dapat member inspirasi untuk kaum muda Indonesia agar selalu percaya akan kemampuan dirinya.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan tangguh, begitu kata Agung. Selain itu sepeda juga menggambarkan kesederhanaan, namun didukung tekad yang kuat, semua pasti akan bisa diraih. Warna merah putih di sepeda pun memiliki arti bahwa satu sama lain harus saling mendukung agar mendapatkan hasil yang terbaik.

 Untuk informasi lebih lanjut dapat mengubungi Faiz (081578134979 / 089671427771) selaku perwakilan dari Komunitas Sepeda Kaskus Chapter Yogyakarta. (*)
Read More..
"SEPEDA ONTHEL MERAH PUTIH GOWES DARI JAKARTA KE JOGJA" was posted by: World Spy blogs, under category sepeda onthel and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/05/sepeda-onthel-merah-putih-gowes-dari.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 2:49 AM.

Dialog Budaya & Gelar Seni “YogyaSemesta” Seri-43

Mangayubagya Hari Kebangkitan Nasional Ke-103:


Transformasi Sosial Budaya
Menuju Kebangkitan Nasional Kedua


MENURUT Soedjatmoko (1983) pembangunan ekonomi bukanlah pembangunan ekonomi semata, tetapi penjelamaan dari perubahan sosial budaya. Pembangunan itu merupakan perubahan persepsi dan sikap terhadap kehidupan manusia secara utuh, bukan parsial. Pemahaman kebanyakan orang  terhadap pembangunan adalah aspek kebendaaan, seperti penggunaan bibit unggul, pestisida, traktor, komputer, HP, iPad dan produk-produk teknologi lainnya.


Teknologi baru dapat berkelanjutan apabila diikuti dengan pemahaman tentang organisasi kerja, meknisme kerja, disiplin kerja, waktu kerja, keterampilan kerja dan perubahan sosial lainnya. Oleh karena itu setiap pembangunan menyangkut semua aspek kehidupan. Penggunaan teknologi adalah sekadar alat untuk mencapai kemudahan hidup dan barulah permulaan dari transformasi sosial.


Transformasi Budaya di China
Transformasi budaya di China dipicu oleh sabda Deng Xiaoping pada tahun 1982 yang mengatakan bahwa: kemiskinan bukan sosialisme; sosialisme berarti melenyapkan kemiskinan. Pada kesempatan lain Deng berkata: menjadi kaya itu mulia. Kata-kata tersebut ternyata telah merubah sistem nilai di China. Akibat dari perubahan sistem nilai tersebut banyak pejabat, kader partai, dosen-dosen perguruan tinggi yang berpindah profesi menekuni bisnis dan menggeliatkan bisnis secara besar-besaran di China. Pada generasi berikutnya telah terjadi perubahan profesi sumberdaya manusia, terutama ilmuwan yang beralih profesi dari penjaga nilai Konfusian menjadi penggerak perubahan sosial terbesar di China. 
Perkataan Deng tersebut menjadi filsafat sosial yang mempengaruhi semangat kerja, menjadi sumber inspirasi, dan merubah sikap hidup yang berorientasi pada kemajuan. Pembangunan tidak mungkin berhasil tanpa perubahan sistem nilai yang mendukung pembangunan yang kemudian diikuti oleh transformasi sosial untuk menjadi pondasi dalam persiapan penerimaan teknologi baru.

Kenyataan ini membenarkan tesis John P. Kotter, pakar transformasi budaya organisasi, bahwa suatu perubahan besar dan radikal yang terjadi hanya dimungkinkan, jika dicanangkan dan dimulai dari pimpinan puncak, sebagaimana ucapannya, “...Management deals mostly with the status quo, and leadership deals mostly with change...” 1.

Transformasi merupakan tugas pimpinan puncak, karena menuntut perubahan mindset dan perilaku yang berkaitan dengan budaya masyarakat yang sudah mengakar. Jadi, jangan berharap reformasi tata pemerintahan, misalnya bisa terjadi, bila pimpinan puncak tidak memiliki visi dan keinginan kuat untuk suatu perubahan.

Untuk melakukan reformasi birokrasi harus memperhatikan empat permasalahan mendasar yang beraspek budaya, yaitu pengelolaan perubahan (managing change), pengembangan kepemimpinan (develop leaders), pengelolaan SDM (managing people), dan perubahan budaya kerja (governance culture)2. Mengapa selama ini reformasi birokrasi dan tata pemerintahan belum menampakkan hasil, karena baru menyangkut hard side of change, seperti perubahan pada aspek kelembagaan, sistem dan prosedur yang lebih mudah diidentifikasi. Sementara soft side of change yang berbasis budaya untuk merubah mindset dan perilaku, belum cukup disentuh.

Menurut Soedjatmoko, terdapat tiga pokok pikiran merubah masyarakat dalam mempersiapkan pembangunan3. Pertama, proses pembangunan masyarakat membutuhkan transformasi sosial dalam persiapan penerimaan teknologi baru maupun sistem nilai baru. Kedua, transformasi sosial adalah proses berkesinambungan guna membangun basis kekuatan yang mendukung proses pembangunan. Ketiga, teknologi merupakan alat untuk mempermudah pekerjaan manusia, dan oleh karena itu tidak boleh memperalat manusia. Transformasi akan berjalan dan diterima dengan baik apabila memenuhi tiga aspek, yaitu partisipasi masyarakat, berkeadilan sosial, dan ramah terhadap lingkungan.

1 John P. Kotter, A Force for Change: How Leadership Differs from Management, Kotter Change Phases, Value Based Management.net.
2 Adaptasi Paulus Bambang WS, The Ten Challenges & Pain, CHR: It’s Show Time, portalhr.com.
3 Dr. Hermen Malik, Transformasi Sosial Budaya Menjadi Prasyarat Keberhasilan Pembangunan,
1 Juli 2009.
Indonesia Perlu Revolusi Kebudayaan?
Untuk menjadi negara maju setaraf China yang termasuk kelompok negara-negara BIRC (Brazilia, India, Rusia, China), agar terjadi perubahan sosial yang mendasar dalam menghadapi kompleksitas persoalan sebagai dampak globalisasi, apakah Indonesia memerlukan Revolusi Kebudayaan, atau mengadopsi dan mengadaptasi Restorasi Meiji (Meiji Ishin)?

Perubahan sosial adalah proses dimana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan. Proses perubahan sosial biasa terdiri dari tiga tahap: (1) Invensi, proses dimana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan, (2) Difusi, proses dimana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial, dan (3) Konsekuensi, perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat.

Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk, tetapi merupakan sebuah proses. Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. Konsep dinamika kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami perubahan sosial. Kurt Lewin dikenal sebagai bapak manajemen perubahan, karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah.

Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based, karena menekankan kekuatan penekanan. Menurutnya, perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok, individu, atau organisasi. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving force) akan berhadapan dengan penolakan (resistence) untuk berubah. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving force dan melemahkan resistence to change1.

Menurut bukunya “The Heart of Change2, John P. Kotter dan Dan S. Cohen menyatakan, orang terdorong untuk berubah karena ia ”melihat” urgensi untuk berubah, ”merasakan” kepentingan untuk berubah, dan untuk selanjutnya siap ”melakukan” perubahan. Ketiga prinsip itu, ternyata bukan bermuara pada pendekatan manajemen, teknis, anggaran, atau pun pendekatan ilmiah, melainkan berujung pada perubahan sikap manusia pada SDM yang terlibat dalam perubahan tersebut.

Belajar dari Sejarah
1 Dian Widi Prasetyo, Definisi Perubahan Sosial dan Tipe-Tipe Perubahan Sosial, Tugas Kuliah,
3 Januari 2010.
2 Sinar Harapan, Merangkul Perubahan, Siapa Takut?, 2003.
Sayangnya peringatan hari-hari bersejarah, ternyata tidak meninggalkan ”kesan” yang mendalam kepada bangsa Indonesia untuk berubah. Momentum Satu Abad Proklamator, Bung Karno dan Bung Hatta masing-masing di tahun 2001 dan 2002, serta Satu Abad Kebangkitan Nasional Tahun 2008, tidak ubahnya dengan rutinitas peringatan-peringatan bersejarah lainnya.

Namun bagaimana pun, mengenang peristiwa penting kebangsaan mesti tetap menjadi lahan meneguhkan semangat integratif serta memperbaiki dan memulihkan kondisi moral kebangsaan yang kini rapuh. Sebab momen-momen itu, merefleksikan long march perjuangan sebuah bangsa mempertahankan kehadirannya dalam kegelisahan menghadapi hari-hari esok. Momentum itu mestinya menjadi sumber inspirasi bagi perubahan ke depan.

Betapa pun kita membesar-besarkan suatu momentum sejarah, kalau tak bisa menarik pelajaran untuk berubah, kita tak akan memperoleh apa-apa, kecuali cuma sebuah upacara seremonial belaka. Jika memang demikian, maka benarlah ungkapan sejarawan Taufik Abdullah (2001), bahwa sejarah tidak memberikan pelajaran apa-apa, kitalah yang harus belajar daripadanya. Bung Karno pernah mengingatkan kita dengan ungkapan bersayap Jali-Merah” --”jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

Artinya, jangan sampai mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan bangsa ini di masa silam. Sejarah mengajarkan, proses panjang menjadi “Indonesia”, bukan hanya diisi sejarah kejayaan masalalu dan kesuraman masakini, namun juga upaya tidak kenal lelah untuk terus menjaga optimisme agar terjadi perubahan, sehingga masa depan lebih baik tersedia bagi kita.

Karenanya, belajar sejarah bukanlah sekadar belajar mengenang peristiwa, memuja pahlawan, dan menistakan pengkhianat. Belajar sejarah adalah belajar untuk meraih dan rnenyegarkan kembali semangat dan ikhtiar yang bergelora, optimisme yang tak pernah padam, serta kebanggaan dan harga diri sebagai dasar bagi kita untuk menata kembali keyakinan dan arah masa depan; menata kembali optimisme bahwa “Indonesia” adalah harapan dan cita-cita bersama.

Namun, sebagaimana biasanya, momen-momen bersejarah seperti itu lekas pula berlalu, seakan jarum jam sejarah terasa berputar cepat. Suasana “titik balik” terasa, bukan karena tak ada lagi kemeriahan seremonial, melainkan karena kondisi Indonesia yang jauh dari cita-cita perjuangan para Pendiri Bangsa. Etos kepahlawanan dan nasionalisme yang diwariskan mereka kini terasa kian sirna. Sejarah, belum lagi menjadi bahan refleksi bagi seluruh anak bangsa dalam menyikapi krisis kontemporer dan menghadapi tantangan masa depan. 
Nilai-nilai kebangsaan yang diperjuangkan oleh Budi Utomo malah kini mengalami setback yang tak terduga. Krisis bukan saja karena banjir globalisasi, tetapi juga karena masalah kita sendiri: melunturnya kohesi sosial berbangsa akibat maraknya konflik sosial dalam berbagai bentuknya. Bung Karno, yang dulu pernah berucap Go to Hell with Your Aid, tentu akan bersedih, karena dengan jumlah utang yang tak masuk akal dewasa ini, tidak hanya bakal menyengsarakan rakyat yang mesti menanggung beban, tetapi juga menghancurkan kredibilitas dan harkat bangsa Indonesia di dunia internasional.

Sementara Cara Baik Bung Hatta yang dijadikan tema sentral peringatan Satu Abad Bung Hatta, baru sekadar ”jargon”. Santun, jujur, dan hemat, sebagai ciri khas kepribadian dan kepemimpinan Bung Hatta, masih sesuatu yang mahal di negeri ini.

Alangkah sedihnya para Bapak Bangsa, seandainya mereka melihat bahwa di zaman multikrisis begini ternyata sensitivitas sosial dan sense of crisis para pemimpin masih sangat rendah. Para Pendiri Bangsa juga sedih karena hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal salah satu tujuan hakiki kemerdekaan adalah meningkatkan harkat dan martabat bangsa, di mana mereka telah dengan gigih memperjuangkannya. Lalu, apakah kita harus “studi banding” dulu ke China, Jepang, Korea, Taiwan atau Singapura untuk belajar transformasi sosial budaya yang menjadi basis sejarah kemajuan mereka?

Kapan Kita Sampai Ke Sana?
Hampir 66 tahun merdeka, Indonesia ternyata masih berada pada tahapan where do we really want to go, belum pada tahapan how to get there dan when we will get there untuk merealisasikan Kebangkitan Nasional Kedua menuju Visi Indonesia 2030 yang masuk lima besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita USD 18,000 per tahun.

Padahal, situasi sekarang ini seakan mundur kembali ke jaman sebelum kemerdekaan. Mungkin bisa lebih buruk, jika faktor perkembangan jaman, termasuk perbandingan dengan bangsa lain, dan faktor waktu disesuaikan. Contohnya saat mayoritas bangsa Asia masih sama-sama berada pada tahap “where”, bertanya dan berjuang dengan kata “kemana”, sekarang mayoritas dari mereka tidak lagi bertanya “where“ atau “how” lagi, tetapi sudah “when”.

Malaysia misalnya, telah lama menargetkan dan bekerja, agar tahun 2020 sejajar dengan bangsa-bangsa maju sekarang. Ternyata, Indonesia masih belum mampu menjawab pertanyaan yang tampaknya sederhana itu. Padahal substansi yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 teramat jelas memberi jawab, bahwa tujuan bangsa ini adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur, mencerdaskan bangsa, memajukan kesejahteraan rakyat, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Sesungguhnya, pertanyaan “where do we really want to go“ itu dapat direduksi menjadi persoalan bagaimana Pemilu 2014 nanti bisa menghasilkan pemimpin dan anggota legislatif yang benar-benar berkualitas, yang dapat menggerakkan bangsa dan negara mewujudkan amanat UUD 1945 tersebut. Pemilu sebagai perayaan politik, memang merupakan wahana ekspresi rakyat untuk menentukan cetak biru negara masa depan. Sebagai sebuah pesta demokrasi terbesar, selayaknya Pemilu dirayakan oleh peserta-peserta yang bersih dan berjiwa kerakyatan.

Karena itu diperlukan penyadaran, bahwa dalam diri partai itulah diri rakyat disublimasikan dalam kepentingan-kepentingan dan kebijakan-kebijakan yang berorientasi kepada rakyat. Maka yang patut menjadi agenda penting adalah penegakan etika politik yang jujur dan transparan. Sehingga Pemilu 2014 nanti mampu menjawab harapan seluruh bangsa. Ketika bangsa Indonesia terus dihadapkan dengan persoalan yang makin kompleks, kita rindu kehadiran pemimpin yang berhati rakyat. Namun demikian, kepemimpinan yang amanah juga mesti diikuti dengan perubahan sistem.

Sesudah bangsa kita melewati masa gelap, ketika api patriotisme dan semangat kerakyatan memudar, kita tetap menyimpan harapan, bahwa bangsa ini bisa menemukan kembali jiwa Bhinneka Tunggal Ika guna meneguhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, long march yang harus ditempuh bangsa ini menuju masyarakat adil dan makmur, benar-benar masih panjang harus melewati jalan berliku dan terjal serta penuh onak dan duri.

Deklarasi Menuju Kebangkitan Nasional Kedua
Di saat terjadinya gejala kegersangan semangat kebangsaan, sungguh menyegarkan “Seruan Moral Bagi Bangsa” yang pernah disampaikan oleh 100 Profesor dari berbagai Perguruan Tinggi di Yogyakarta tahun 2008. Seruan itu dalam rangka peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional bak setetes embun di tengah kekeringan panjang di padang ‘kurusetra’ pasca ‘bharatayuddha’ yang cuma membuahkan kenestapaan bagi bangsa.

Tahun 2011 ini, kita memasuki tahun ke-103 Kebangkitan Nasional, 83 tahun Sumpah Pemuda, dan 66 tahun Kemerdekaan. Patahan-patahan sejarah ini menggambarkan ikhtiar tidak kenal lelah dari para pendahulu kita untuk terus mengkonsolidasikan sebuah “Indonesia” yang diimpikan. Kerja sejarah panjang di atas belum berakhir. Di depan kita masih terbentang jalan panjang yang harus kita jelajahi bersama. Jalan panjang untuk menghantar Indonesia menjadi bagian aktif dari tatanan dunia yang damai dan kemanusiaan global yang telah ditetapkan sebagai visi bangsa dalam pembukaan UUD45.


Mewujudkan Indonesia sebagai sebuah cita-cita membutuhkan kesadaran, kehendak dan upaya bersama. Lebih dari itu, kesemuanya harus dilakukan dengan martabat, keteguhan hati, kepastian tujuan dan keyakinan pada kedigdayaan Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai karunia Tuhan. Tetapi kini, empat pilar itu menghadapi ancaman yang berpotensi pada disintegrasi bangsa, karena banyak kejadian yang mendegradasikan simbol-simbol negara.

Dalam membangun kesadaran, kehendak dan upaya bersama, Budi Utomo telah menyediakan diri sebagai cermin sejarah bagi kita untuk berkaca. Kelahiran Budi Utomo menandai fase baru perjuangan bangsa yang mentransformasi strategi melawan kolonialisme dari perjuangan tradisional ke bentuk perjuangan politik melalui organisasi modern. Sebuah sikap outward-looking dalam menjawab perubahan dan tantangan global.

Dengan keyakinan atas hal-hal di atas, dan tekad yang bulat, seraya memohon ridha dari Tuhan Yang Maha Kuasa, 100 Profesor menyampaikan seruan moral itu dipimpin oleh Ketua Majelis Guru Besar UGM, Prof. Dr. Suryo Guritno, bertempat di gedung Taman Budaya pada 4 Maret 2008.

Deklarasi itu intinya menyerukan perlunya revitalisasi ‘Semangat Budi Utomo’ dengan ‘membangkitkan dan menggelorakan kembali keteladanan kepemimpinan intelektual’, serta aktualisasi cita-cita ‘Tri Sakti Jiwa Proklamasi’, menegakkan kedaulatan politik, mengukuhkan kemandirian ekonomi dan menegaskan kepribadian dalam berkebudayaan sebagai dasar memasuki pergaulan antarbangsa yang bermartabat. Deklarasi itu sejatinya menandai momentum pemancangan tonggak awal semangat dan pencanangan kepada segenap anak bangsa di seluruh pelosok negeri menuju ‘Kebangkitan Nasional Kedua’.

Dialog Budaya & Gelar Seni
Kehadiran para Profesor dalam Dialog Budaya & Gelar Seni “YogyaSemesta” Seri-43 ini yang mengangkat tema “Transformasi Sosial Budaya Menuju Kebangkitan Nasional Kedua”, diharapkan untuk merefleksi sekaligus menjawab tindak lanjut “Seruan Moral Bagi Bangsa” itu.

Para Narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Sjafri Sairin, MA, Guru Besar FIB-UGM, Prof. Dr. Eddy Suandi Hamid, MEc, Rektor UII/Guru Besar FE-UII, Prof. Drs. Purwo Santosa, MA, Ph.D, Guru Besar Fisipol-UGM, dan Prof. Wihana Kirana Jaya, MSocSc, Ph.D, Guru Besar FEB-UGM. Para narasumber akan memberikan gambaran transformasi sosial, budaya, ekonomi yang diperlukan, sesuai disiplin ilmu masing-masing, sebagai
prasyarat dan proses menuju Kebangkitan Nasional Kedua yang bisa diidentikkan dengan pencapaian Visi Indonesia 2030.
Moderator dan host, Hari Dendi, Pengasuh Komunitas Budaya “YogyaSemesta”. Gelar Seni tematik berupa pertunjukan Wayang Republik lakon “Lahirnja Boedi Oetomo” dengan dalang Ki Catur ‘Benyek’ Kuncoro, skenario Drs. Suharyoso, digelar di Bangsal Kepatihan pada Slasa Wage malam, 31 Mei 2011 jam 19.00-22.00.


Yogyakarta, 20 Mei 2011

Komunitas Budaya
YogyaSemesta”,



Hari Dendi
Pengasuh

Read More..
"Dialog Budaya & Gelar Seni “YogyaSemesta” Seri-43" was posted by: World Spy blogs, under category gelar seni and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/05/dialog-budaya-gelar-seni-yogyasemesta.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 2:45 AM.

Sepakbola Robot di Kampus UNY


Sepakbola ternyata tak hanya bisa dilakukan oleh manusia, namun, juga oleh robot, seperti terlihat dalam Kontes Robot Indonesia - Kontes Robot Cerdas Indonesia Regional III di GOR UNY (28/5). Sama seperti sepakbola sungguhan, pertandingan ini juga semarak dukungan ratusan supporter yang terus bernyanyi dan meneriakkan yel-yel.

Jika anda lihat sorak-sorai penuh semangat para supporter di Tribun GOR Universitas Negeri Yogyakarta ini, jangan anda bayangkan, mereka sedang memberi semangat pada para pemain sepakbola sungguhan. Mereka sedang memberikan semangat pada robot karya teman-temannya yang sedang bertanding sepakbola dengan robot lawan karya mahasiswa dari kampus lain.

Namun, berbeda dengan sepakbola sungguhan dengan sebelas pemain, sepakbola robot ini hanya mempertandingkan dua pemain atau robot yang saling berhadapan. Setelah peluit dibunyikan, sang robot pun mulai aktif mendeteksi keberadaan bola di tengah lapangan dengan sensor yang sudah dipasang. Setelah bola ditemukan, robot diharuskan menendang bola tersebut ke gawang lawan.

"Meski tidak masuk ke gawang lawan, namun, robot yang bisa mendeteksi dan menendang bola bisa mendapatkan nilai lebih baik," kata Pramudi Utomo, ketua panitia acara ini. Ya, sejumlah robot memang terlihat tak bisa mendeteksi keberadaan bola dan hanya berjalan-jalan mengitari lapangan sampai waktu yang ditentukan selama 1 menit berakhir.

Tak hanya lomba sepakbola, dalam even yang diikuti lebih dari 30 kampus di Jateng-DIY ini juga mempertandingkan ketrampilan robot lain, seperti menata dekorasi, memadamkan api dan sebagainya. Namun, meski sudah dirancang dengan baik, tidak semua robot ternyata bisa berfungsi dengan baik saat dilombakan. "Mungkin faktor psikologis pembuatnya, yang grogi saat pertandingan," kata Pramudi.

Kontes robot ini merupakan ajang pembuktian kreatifitas dan penguasaan teknologi para mahasiswa, terutama di bidang robot. Robot yang memenangkan lomba akan diikutkan dalam even serupa tingkat nasional bulan depan. (*)
Read More..
"Sepakbola Robot di Kampus UNY" was posted by: World Spy blogs, under category kreasi robot and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/05/sepakbola-robot-di-kampus-uny.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Saturday, May 28, 2011, 1:12 AM.

Rebutan Gunungan di Upacara Adat Mbah Bergas di Sleman


Beragam cara dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa atas anugerah yang telah diberikan. Salah satunya, dengan upacara adat mbah Bergas seperti dilakukan warga di Margoagung, Seyegan, Sleman, DIY. Dalam tradisi ini, warga setempat mengarak berbagai gunungan hasil bumi dan makanan khas untuk diperebutkan di komplek makam Mbah Bergas.

Puncak Tradisi Merti Dusun mbah Bergas diawali dari lapangan desa Margoagung, Seyegan, Sleman (27/5). Dari lapangan ini, warga mulai mengarak sejumlah gunungan dengan dikawal para prajurit atau bergada dari masing-masing dusun di desa tersebut. Gunungan tersebut berisi hasil bumi dan makanan khas di wilayah tersebut. Tak hanya itu, arak-arakan juga terlihat membawa air suci yang diambil malam sebelumnya di Sendang Planangan.

Sepanjang arak-arakan, kirab gunungan ini terlihat mampu memikat ribuan pasang mata yang sudah memadati jalur kirab sekitar satu jam sebelumnya. Dengan menempuh jarak tak kurang dari 2 kilometer, arak-arakan berakhir di komplek makam Mbah Bergas di dukuh Ngino.

Setelah semua gunungan tiba di lapangan, upacara pun dilanjutkan dengan penyiraman sebuah pohon beringin di komplek makam tersebut dengan menggunakan air suci dalam kendi. Lokasi ini dipercaya sebagai tempat penyebaran Islam pertama kali di Yogyakarta oleh Sunan Kalijaga dan pengikut setianya, mbah Bergas.

"Konon Mbah Bregas memiliki kebiasaan mengadakan Upacara Merti Desa setelah panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada perkembangan selanjutnya masyarakat tetap mempertahankan kebiasaan tersebut dengan nama Upacara Adat Bersih Desa Mbah Bregas untuk mengengang perjuangan beliau," ungkap Aji Wulantara, SH, Plh. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman.

Setelah penyiraman pohon beringin, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Seharusnya, berbagai gunungan ini hanya boleh diperebutkan usai doa bersama tersebut. Namun, masyarakat seringkali sudah tidak sabar dan langsung merebutnya sebelum doa bersama usai. Warga percaya, apa yang didapat dari gunungan tersebut bisa mendatangkan berkah tersendiri bagi mereka.

Sebelum acara puncak ini, sejumlah acara telah digelar terkait upacara adat ini. Rangkaian upacara diawali pada hari Kamis 26 Mei 2011 mulai pukul 10.00 WIB dengan pementasan kuda lumping “Turonggo Mudo” dari Ngino Margoagung. Pada malam harinya pukul 19.30 dilaaksanakan ziarah kubur dan puji tahlil di Makam mbah Bregas dilanjutkan dengan tirakatan dan penyerahan gunungan wulu wetu. Pada tengah malam pukul 23.30 WIB dilakukan pengambilan air suci di Sendang Planangan yang kemudian diboyong ke Balai Desa Margoagung.

Jum’at 27 Mei 2011 pukul 08.00 WIB dilakukan kenduri dengan berpakaian adat Jawa dilanjutkan sesaji di 4 (empat) penjuru yaitu di Ringin, Kramat, Sendang Planangan dan Dalang. Selanjutnya dipentaskan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Sri Mulih” oleh dalang Ki Sriyanto, dan jagong siang serta sesaji patehan.

Puncak acara diawali pada pukul 15.00 WIB dengan tarian dari siswa siswi TK Puspasiwi, tari Candik Ayu dan tari Kalongking dari SD Nggentan, tari Incling Jangget dan Tari Cahya Nirakila dari SMA Negeri Seyegan. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi upacara adat berupa penerimaan Bregada dan serah terima Gunungan Wulu Wetu dan air suci. Rangkaian upacara adat “Mbah Bregas” ditutup pada malam harinya dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Sudiyono dengan lakon Seta Jaring. (*)
Read More..
"Rebutan Gunungan di Upacara Adat Mbah Bergas di Sleman" was posted by: World Spy blogs, under category upacara adat and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/05/rebutan-gunungan-di-upacara-adat-mbah.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 12:54 AM.

Desa Wisata Fauna Ketingan, Desanya Para Bangau


Sebuah desa wisata di Sleman, DIY, memberikan sajian yang cukup unik bagi pengunjungnya. Bukan dengan atraksi budaya atau kerajinan, namun, berupa interaksi dengan ratusan burung bangau, yang hidup damai di pemukiman warga. Selain tak boleh diburu, di desa ini, burung bangau juga mendapat perlakuan istimewa, berupa perawatan kesehatan di klinik yang didirikan warga.

Inilah desa wisata fauna, Ketingan, Tirtoadi, kecamatan Mlati, Sleman, DIY, yang terletak sekitar 10 kilometer dari kota Yogyakarta. Sebuah papan nama dan patung burung bangau di gapura masuk menjadi penanda potensi yang akan disajikan kepada para wisatawan.
Ya, bukan atraksi budaya atau kerajinan, melainkan interaksi dengan ratusan burung bangau, atau dalam bahasa setempat disebut blekok atau kuntul. Sebuah jenis satwa yang dilindungi, karena, keberadaannya semakin langka. Sejak tahun 1997 lalu, ratusan burung bangau ini memang hidup di tengah pemukiman warga setempat.  Terutama, di pohon-pohon sekitar rumah warga.
“Tahun 1997, masyarakat membuat gapura dan pengerasan jalan. Pada waktu peresmian, warga mengundang Sultan HB X untuk dimohon menandatangani prasasti. Setelah kunjungan itu, datanglah burung-burung kuntul ini di Kentingan,” jelas Haryono, tokoh warga setempat. Entah ada korelasinya atau tidak, namun, kenyataan seperti itulah yang dipercaya warga hingga kini.
Awalnya, warga memang tidak peduli dengan keberadaan burung-burung ini. Namun, karena keberadaannya justru mendatangkan keuntungan secara ekonomi, warga pun mulai mempertahankan dan melestarikan keberadaan burung-burung tersebut. Sejumlah larangan berburu burung bangau pun dipasang di sudut-sudut desa, sebagai bentuk peringatan agar warga turut berperan aktif melindungi satwa yang dilindungi ini.
“Sejak ada burung-burung ini, kunjungan wisata ke desa kami terus meningkat. Baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara,” tambah Haryono.
Tak hanya tak boleh diburu, di desa ini, burung-burung tersebut juga mendapatkan perlakuan istimewa, berupa perawatan kesehatan. Bersama BKSDA propinsi DIY, warga mendirikan sebuah klinik kesehatan untuk merawat burung-burung bangau yang sakit, akibat jatuh dari pohon. Hasilnya, burung-burung bangau tersebut pun bisa disembuhkan, meski tidak sedikit juga yang akhirnya mati. Setelah sembuh, burung bangau tersebut pun dilepaskan kembali.
Nah, jika anda ingin menikmati interaksi burung bangau dengan warga, datanglah ke desa wisata fauna, Ketingan di Sleman ini. Namun, jangan terlalu siang, karena, burung bangau sudah akan pergi mencari makan dan baru kembali pada sore harinya. (*)
Read More..
"Desa Wisata Fauna Ketingan, Desanya Para Bangau" was posted by: World Spy blogs, under category desa wisata and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/05/desa-wisata-fauna-ketingan-desanya-para.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Thursday, May 26, 2011, 4:24 AM.

FESTIVAL SENYUM MERAPI 2011

Sejak terjadinya erupsi pada akhir Oktober 2010, masyarakat lereng Gunung Merapi dihadapkan pada berbagai persoalan sosial yang saling tumpang tindih, diantaranya yaitu,

1. Kehidupan selama berada di barak pengungsian,
2. Traumatik yang dialami oleh anak-anak,
3. Infrastruktur dan sarana yang rusak,
4. Lahan yang tak bisa digarap,
5. Banjir lahar dingin yang berkepanjangan,
6. Kondisi perekonomian rumah tangga yang tidak menentu.



Penumpukan persoalan tanpa solusi tersebut dapat berujung pada pembentukan mentalitas ketergantungan yang selalu mengharapkan uluran bantuan, tanpa melakukan usaha apapun. Masyarakat jelas membutuhkan terobosan serta langkah nyata untuk keluar dari situasi tersebut. Sebab jika tidak, terlalu banyak hal yang akan kita korbankan. Terlebih lagi bagi anak-anak yang dalam kasus ini, tanpa kita sadari’ kerap menjadi ‘korban yang diam’ (silent victims).

Festival Senyum Merapi merupakan agenda kebudayaan yang diusung oleh Padepokan Prasetya Budya, yang diselenggarakan untuk mendukung kelangsungan hidup anak-anak Lereng Merapi maupun warga sekitar. Anak-anak di manapun berada memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan serta penghidupan yang layak. Demikianpun dengan anak-anak di Lereng Merapi. Meski harus menghadapi erupsi Merapi dengan berbagai kendala dan tantangan yang ada, anak-anak Lereng Merapi sepantasnya tetap dapat mengenyam pendidikan maupun mendapat akses kesehatan dan hal-hal lain yang mendukung perkembangan mereka sebagai seorang anak.

Dengan mengangkat tema “mari berbagi senyum!” dan mendukung agenda seni-budaya yang telah menjadi bagian dari akar ke”diri”an dan tradisi mereka, diharapkan anak-anak Lereng Merapi dan warga sekitar dapat memahami siklus alam maupun pola perubahan sosial yang terjadi. Dengan langkah ini kondisi psikis anak-anak dan warga Lereng Merapi, baik mental maupun spiritual, dapat terbangun lebih positif dan trauma merekapun kiranya dapat terobati. Kita berharap langkah nyata ini akan memotivasi para warga dan anak-anak Lereng Merapi untuk secara aktif mengelola peri kehidupan mereka, dan menjadi tonggak kemandirian mereka.

Mari Berbagi Senyum!
 
TUJUAN dari acara ini adalah,
* Menjadikan Senyum Merapi sebagai wadah dan ajang kreativitas anak-anak Indonesia
* Membangkitkan motivasi kepada Penyintas Merapi pasca erupsi Merapi 2010 melalui agenda seni dan budaya
* Memperluas cara pandang masyarakat akan konsepsi kata ‘bencana’ dan ‘erupsi’ yang seringkali membuat manusia  menyerah dan patah arang
* Mensosialisasikan kepada anak-anak dan wargaLereng Merapi tentang pentingnya kebudayaan sebagai landasan berpikir dan bertindak mandiri yang beraspek pada harmonisasi dengan lingkungan sekitar
* Merupakan forum silaturahmi antar kelompok masyarakat yang lebih luas, guna membangun dan mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi sesama
 
Hari / Tanggal Acara Minggu, 24 Juli 2011
Tempat Pelaksanaan Padepokan Prasetya Budya, Dusun Diwak Lereng Merapi, Desa Sumber, Kec. Dukun, Kab. Magelang.
Acara mulai berlangsung jam 08.00 s/d 21.30 WIB di area Padepokan Prasetya Budya. Semua pertunjukan Kesenian Lapangan akan digelar di lapangan terbuka di samping Pendopo. Untuk pertunjukan Dalang Cilik (Wayang) dan Sarasehan akan digelar di Pendopo.
 
BERIKUT RAGAM ACARA DALAM FESTIVAL SENYUM MERAPI 2011:
Sosial
* Silaturrahmi antar wargaLerengMerapi
* Berkumpulnya para pecinta dan penikmat seni dan budaya dari berbagai kalangan & usia
* Mentoring / memotivasi psikologi kepada wargaLerengMerapidan sekitarnya pasca erupsi
* Memotivasi untuk lebih mencintai, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan lokal
Seni & Budaya
* PertunjukanKesenianLapangan
* Ritual Wiwit Panen
* PertunjukanDalangCilik
Lain – lain
* Sarasehan
* GelarKreativitasAnak:
o Lomba menulis essaiSenyumMerapi  (3 kategori)
o Lomba topeng & kostum Hanoman
o Lomba merangkai & menghiasWayangKertas
o Lomba menghias celengan
 
SYARAT & KETENTUAN LOMBA

Lomba Menulis Essai Senyum Merapi
1. Tema lomba essai ini adalah “Senyum Merapi”.
2. Tulisan dapat berupa pengalaman pribadi yang dapat memberi motivasi ataupun bersifat solusi berkenaan dengan keadaan para penyintas Merapi, maupun problem-problem sosial menyakut erupsi dan fenomena-fenomen lain yang terjadi di sekitar Lereng Merapi.
3. Kategori lomba adalah pelajar setingkat SMU & umum.
4. Naskah tidak mengandung SARA, menggunakan kaidah berbahasa yang baik dan benar (EYD), ditulis menggunakan font TNR 12 atau calibri 11, spasi 1.5, maksimal 5 halaman A4, disertai fotenote/daftar pustaka bila terdapat rujukan atau kutipan.
5. Peserta hanya dapat mengirimkan maksimal 2 naskah.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun.
7. Kriterian penjurian menyakut: orisinalitas, gaya bahasa, analisis & pemahaman masalah.
8. Batas waktu pendaftaran bagi peserta lomba menulis essai Senyum Merapi adalah 10 Juli 2011 (Pk. 23.59 WIB). Pendaftaran dilakukan bersamaan dengan pengiriman naskah ke email senyummerapi@gmail.com disertai dengan biodata peserta, yakni: nama lengkap, alamat, no kartu identitas yang berlaku, telephone dan pernyataan jika naskah yang dikirim adalah karya pribadi, bukan saduran ataupun terjemahan dari pihak manapun.
9. Kepesertaan gugur bila tidak sesuai ketentuan naskah.
10. Naskah yang masuk menjadi milik panitia.
 
Lomba Kostum & Topeng Hanoman
1. Peserta adalah pelajar setingkat SMP dan SMA.
2. Peserta mendaftar di sekretariat panitia dan akan memperoleh satu lembar format topeng yang akan dihias atau diwarnai oleh peserta.
3. Kreasi topeng & kostum Hanoman bebas, selama karya yang diciptakan merupakan representasi tokoh Hanoman.
4. Kriteria penilaian mencakup: orisinalitas, kreatifitas, menggunakan bahan daur atau pemanfaatan limbah/barang tak terpakai.
5. Batas waktu pendaftaran peserta lomba kostum & topeng Hanoman adalah 22 Juli 2011. Peserta harus hadir pada saat acara, lengkap dengan kostum semenjak acara dimulai (24 Juli 2011, Pk. 08.00 WIB) dan mengikuti rangkaian acara yang ada.
 
Lomba Menghias Celengan

1. Peserta adalah anak sekolah setingkat PAUD & SD.
2. Peserta mendaftar di sekretariat panitia dan akan mendapat celengan yang dapat dibawa pulang ke rumah masing-masing.
3. Waktu pendaftaran bagi peserta lomba menghias celengan dimulai pada 1 Juli 2011. Hasil karya peserta dikumpulkan paling lambat  20 Juli 2011. Pendaftaran & pengumpulan karya dilakukan di sekretariat panitia.
4. Kreasi bebas, anak dapat menggunakan manik-manik, perca, pasir, plastik & kertas tempel, ataupun bahan mewarnai lainnya.
5. Hasil karya peserta akan dikembalikan kepada masing-masing peserta setelah proses penjurian dan acara berlangsung. Karya dapat diambil di sekretariat panitia. Para peserta wajib menuliskan nama masing-masing di bagian bawah celengan.
6. Kriteria penilaian mencakup: orisinalitas, kreatifitas, menggunakan bahan daur atau pemanfaatan limbah/barang tak terpakai.
Lomba Desain Wayang Punakawan

1. Peserta adalah anak sekolah setingkat SMP & SMA.
2. Peserta mendaftar di sekretariat panitia dan akan mendapat kertas berpola wayang yang dapat dibawa pulang ke rumah masing-masing.
3. Waktu pendaftaran bagi peserta lomba desain wayang kertas Punakawan dimulai pada 1 Juli 2011. Hasil karya peserta dikumpulkan paling lambat  20 Juli 2011. Pendaftaran & pengumpulan karya dilakukan di sekretariat panitia.
4. Kreasi wayang kertas bebas, selama karya yang diciptakan merupakan representasi tokoh Punakawan.
5. Hasil karya peserta akan dikembalikan kepada masing-masing peserta setelah proses penjurian dan acara berlangsung.
6. Kriteria penilaian mencakup: orisinalitas, kreatifitas, menggunakan bahan daur atau pemanfaatan limbah/barang tak terpakai & kedekatan karakter Punakawan.
7. Karya yang masuk menjadi milik panitia.
 
Keterangan:
1. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada saat acara & melalui
o http://www.facebook.com/pages/Festival-Senyum-Merapi/215431828474598 dan
o http://www.brainboxtimbali.com/Festival-Senyum-Merapi/
Selanjutnya, pihak panitia akan menghubungi pemenang sesuai nomor kontak yang tercantum pada saat registrasi.
2. Keputusan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu-gugat.
3. Seluruh pemenang akan memperoleh dana pendidikan/beasiswa sebesar:
o Rp. 1.000.000 untuk 3 terbaik essai masing-masing kategori
o  Rp.    250.000 untuk 10 terbaik lomba kostum
o Rp.    250.000 untuk 10 terbaik lomba menghias celengan
o Rp.    250.000  untuk 12 terbaik lomba desain wayang
 
SEKRETARIAT PANITIA FESTIVAL SENYUM MERAPI 2011
d/a PADEPOKAN PRASETYA BUDYA DUSUN DIWAK, SUMBER, MUNTILAN.
Juliantoro [p] 0819 0416 8900
PIC  Lomba Topeng & Kostum Hanoman, Menghias Wayang Kertas & Celengan:
Marthin Sinaga [p] 0856 9354 6331
PIC  Lomba Essai
DONASI & SPONSOR TRANSFER
BCA KCU Matraman an. CINDYHAPSARI N., Acc. 3422845850
BNI  KCP Bekasi an. CINDYHAPSARI N., Acc. 0197028930
 
PENYELENGGARA
PadepokanPrasetyaBudya& PALGUNA
DusunDiwak, Sumber, Muntilan, Magelang,Jawa Tengah,Indonesia
 
CONTACT PERSON
Rury Anjani C. Soedharno (RHEA)
[e] rhea.soedharno@gmail.com, [ph] +62 857 1811 0340
Ag Wahyu (KELIK)
[e] ag_wahyu@yahoo.com, [ph] +6281804056900
Cin Hapsari Tomoidjojo (CINDY)
[e] cinhapsarin@gmail.com, [ph] +62 816 116 6362
 
MORE INFO ABOUT FESTIVAL SENYUM MERAPI 2011
[e]    senyummerapi@gmail.com
[b]    www.mandalapalguna.wordpress.com/events/
[w]   www.brainboxtimbali.com/Festival-Senyum-Merapi/
[fb]  http://www.facebook.com/pages/Festival-Senyum-Merapi/215431828474598
http://regional.kompasiana.com/2011/05/16/festival-senyum-merapi/
Read More..
"FESTIVAL SENYUM MERAPI 2011" was posted by: World Spy blogs, under category FESTIVAL SENYUM MERAPI 2011 and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/05/festival-senyum-merapi-2011.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 12:39 AM.
 
© 2012 World Spy
Is Hosted by Blogger