100100 Voting: 999,879,658

Festival Seni Tradisional Islami Digelar Pertama Kalinya di Sleman


 Sebuah festival seni tradisional Islami untuk pertama kalinya digelar di Sleman, DIY (5-6/7). Kegiatan, yang digelar di gedung Serba Guna Sleman ini sekaligus dilakukan untuk membangkitkan kembali seni-seni tradisional Islami di wilayah tersebut, setelah sempat tenggelam, akibat bencana erupsi Merapi 2010 lalu.


Festival Seni Tradisional Islami yang digagas oleh Kantor Kementrian Agama Sleman ini merupakan pertama kalinya digelar di wilayah tersebut. Namun, meski baru pertama kali digelar, tak kurang dari 52 kelompok seni tradisional islam dari berbagai kecamatan di Sleman, turut ambil bagian dalam festival ini.

Mereka diminta membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan, dengan iringan musik rebana, disertai kreasi lain agar penampilannya lebih menarik. Tak ayal, sejumlah kelompok peserta pun terlihat menyertakan atraksi tari dan atribut-atribut lain, dalam penampilannya, sehingga, mengundang decak kagum para pengunjung di gedung serba guna sleman ini.

“Festival seni tradisional Islami ini digelar sebagai upaya membangkitkan kembali seni-seni tradisional Islami yang selama ini berkembang pesat di Sleman,” ungkap Hj Silvia Rosetti, ketua penyelenggara festival ini. Menyusul bencana erupsi merapi 2010, sebagaimana sendi kehidupan masyarakat lain di sleman, kegiatan seni tradisional Islami di wilayah tersebut ternyata juga ikut terhenti. Padahal, seni tradisional semacam ini sudah hidup selama puluhan tahun dan mengandung nilai-nilai syiar islam bagi masyarakat.

Selain piala bergilir dari kepala Kantor Kementrian Agama Sleman dan piala tetap lainnya, juga disediakan uang pembinaan hingga jutaan rupiah bagi para penampil terbaik. Karena mendapat tanggapan positif dari kelompok-kelompok seni tradisional Islam di wilayah tersebut, rencananya, festival serupa akan digelar secara rutin setiap tahun.  (*)
Read More..
"Festival Seni Tradisional Islami Digelar Pertama Kalinya di Sleman" was posted by: World Spy blogs, under category seni islami and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/festival-seni-tradisional-islami.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Wednesday, July 6, 2011, 4:56 AM.

Menikmati Menu Ala Pengungsi Merapi di Resto Kinahrejo


Anda ingin menikmati menu makanan ala dapur umum pengungsi merapi, seperti, nasi gotong royong, nasi goreng vulkanik atau soto awan panas?. Tampaknya, Resto Kinahrejo di lereng Gunung Merapi, Sleman, DIY, ini bisa menjadi alternatif tujuan anda. 


Awalnya, resto ini hanyalah dapur umum untuk pengungsi merapi. namun, oleh warga, kemudian dikembangkan sebagai usaha bersama untuk membangkitkan perekonomian warga setelah terkena bencana erupsi merapi 2010 lalu.

Meski bernama resto, jangan anda bayangkan ini adalah sebuah tempat makan yang sangat mewah. Resto Kinahrejo, di dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, DIY, hanyalah sebuah lokasi makan sederhana, yang berawal dari kegiatan dapur umum untuk pengungsi merapi 2010 lalu.


Karenanya, saat memasuki resto ini, kita disajikan daftar sejumlah menu, yang tergolong unik. Seperti, nasi goreng vulkanik, mie rebus sapu jagad, soto awan panas, ayam bukit kendil, nasi gotong royong, atau minuman seperti, kopi susu kali opak, kopi areng merapi, wedang gedhang, atau es teh kali cemoro.

Menu-menu inilah yang sebelumnya banyak disajikan pada para pengungsi merapi, di tengah keterbatasan bahan makanan, saat terkena bencana merapi beberapa waktu lalu. Karena berawal dari dapur umum, “Resto ini bukanlah milik perseorangan, namun, dikelola bersama-sama oleh paguyuban warga, sebagai upaya membangkitkan perekonomian setelah sempat terpuruk akibat bencana merapi 2010,” kata Purwanti, salah seorang pengelola resto ini.

Meski namanya berbeda, dari sisi sajian memang terlihat tidak ada perbedaan dengan menu makanan sejenis lainnya. Nasi goreng vulkanik tak beda dengan nasi goreng ayam plus telur. Begitupun dengan menu-menu lainnya. Perbedaannya, berbagai makanan ini dibuat dengan bahan-bahan seadanya, di tengah keterbatasan wilayah setempat akibat bencana merapi, sehingga memerlukan ketrampilan lebih dalam meramunya. Namun, jangan salah, meski dibuat dengan bahan seadanya, rasanya tetap enak dan lezat. “Dan yang pasti, harga yang ditawarkan pun cukup murah,” kata Sri Rejeki, pengunjung asal Condongcatur, Depok, Sleman.

Tak hanya makanan yang enak dan murah, di resto yang tak jauh dari rumah mendiang juru kunci merapi Mbah Maridjan ini, para pengunjung juga bisa menikmati panorama gunung merapi dengan lebih jelas dan indah. Juga berbagai sisa-sisa alat dapur yang rusak akibat terkena bencana merapi, serta memberikan semangat pada warga setempat, melalui sebuah papan pesan yang dipasang. Nah, anda berminat?.(*)
Read More..
"Menikmati Menu Ala Pengungsi Merapi di Resto Kinahrejo" was posted by: World Spy blogs, under category tempat makan and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/menikmati-menu-ala-pengungsi-merapi-di.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Sunday, July 3, 2011, 4:57 AM.

Labuhan Merapi Pertama Pasca Erupsi 2010

Meski lokasinya dipindah akibat bencana Merapi 2010, prosesi labuhan Merapi di alas Bedengan, Sleman, DIY, Minggu siang (3/7), tetap berjalan khitmad. Ribuan warga memadati ritual, yang dipimpin juru kunci merapi, Mas Lurah Surakso Sihono, untuk mendapatkan berkah dari prosesi ini. Ini adalah Labuhan Merapi pertama pasca bencana erupsi besar 2010 lalu. Juga pertama kali dipimpin juru kunci Merapi baru, putra mendiang mbah Maridjan.

Setelah disemayamkan selama satu malam, uba rampe labuhan dari Kraton Yogyakarta, sekitar pukul 06.08 wib, mulai dikeluarkan dari rumah juru kunci merapi yang baru, Mas Lurah Surakso Sihono atau Pak Asih, di hunian sementara Plosokerep, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Selanjutnya, uba rampe yang terdiri dari dua bagian tersebut dibawa ke tanah lapang setempat, untuk diberangkatkan ke lokasi labuhan.

Uba rampe bagian pertama yang dikemas dalam sebuah kotak kayu, berisi aneka kain, seperti sinjang cangkring, sinjang kawung, dara muluk, dan sebagainya, serta minyak konyo, ses wangen atau rokok linthingan dan yatri tindih atau sesajen. Sementara bagian kedua, berisi dua buah apem mustoko yang ditutup kain putih.

Setelah dibawa dengan menggunakan kendaraan, sesampai di dusun Ngrangkah, Umbulharjo, uba rampe labuhan selanjutnya dibawa dengan berjalan kaki menuju alas Bedengan, sejauh 1, 5 kilometer dari lokasi ini. Meski tidak terlalu jauh, perjalanan ke lokasi memakan waktu tak kurang dari satu jam, karena, medannya cukup berat dan menanjak.

“Lokasi labuhan di alas Bedengan ini memang berbeda dengan biasanya, karena, lokasi biasanya yaitu Puncak Sri Manganti, rusak parah akibat bencana merapi. apalagi jalan menuju lokasi tersebut pun tak bisa lagi dilalui,” Kata Mas Lurah Surakso Sihono. Karenanya, lokasi labuhan kali ini dipindahkan ke lokasi lain yang lebih memungkinkan, yaitu di alas Bedengan, yang berada 1,5 kilometer di bawah Puncak Sri Mangati.


Sesampai di alas Bedengan, juru kunci merapi, Mas Lurah Surakso Sihono pun langsung memimpin ritual, yang diawali dengan menggelar berbagai uba rampe labuhan. Selanjutnya, dipanjatkan doa keselamatan pada Tuhan yang Maha Esa melalui para penjaga gunung merapi, yaitu Empu Rama, Empu Ramadi, Gusti Panembahan Sapu Jagad, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin dan Mbok Ageng Lambang Sari. Acara diakhiri dengan pembagian ubarampe labuhan pada masyarakat, sebagai wujud syukur kraton Yogyakarta. Ribuan orang terlihat memadati lokasi labuhan Merapi ini dan berharap bisa mendapatkan berkah. (*)
Read More..
"Labuhan Merapi Pertama Pasca Erupsi 2010" was posted by: World Spy blogs, under category labuhan merapi and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/labuhan-merapi-pertama-pasca-erupsi.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 4:27 AM.

Pameran Grafis Irwan Lentho

Dalam dunia seni rupa, dikenal istilah xylography, yakni sejenis teknik seni grafis yang terbilang lama telah ditekuni oleh para seniman. Teknik grafis ini (seni cukil) mendayagunakan gambar yang dipahat pada permukaan papan kayu atau, yang pada masa kini, hardboard, di mana bagian yang akan dicetak diupayakan tetap sejajar dengan permukaan papan, sementara bagian yang tak dicetak sengaja dicukil atau dipahat dengan alat tatah tertentu. 


Bagian yang dicukil tersebut akan menghasilkan gambar putih atau warna lainnya yang selaras dengan warna kanvas pilihan. Sedangkan bagian yang tidak dicukil, sejajar dengan permukaan aslinya, hasilnya akan menjadi hitam, atau sesuai warna pilihan. Tahap berikutnya adalah mencetak gambar-gambar tersebut dalam kanvas dengan warna serta kombinasi teknik pointilis dan stensil. Bagi Irwanto Lentho, cukil kayu menjadi media yang mendorongnya untuk bereksperimen dengan teknik-teknik dan berekspresi dengan bentuk estetika yang khas.

Sebagai kreator, Irwanto Lentho kelahiran Sukoharjo, 4 April 1979, dikenal sebagai seniman Sang Pencukil yang kuasa menggarap garis-garis secara cermat dan rinci, memenuhi permukaan kanvas dengan warna-warna indah dan riang. Peraih beberapa penghargaan antara lain Finalis Philip Moris Art Awards 2001, Finalis Trienal Seni Grafis II Indonesia 2006, Karya Terbaik ke-2 Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009, nominasi Indonesia Art Award 2010, mengaku menekuni seni cukil ini lantaran penuh tantangan, di mana kerap terekspresikan hal-hal yang tak terduga serta penuh kejutan.


Acara :

Waktu
12 Juli · 19:00 - 21:00

Tempat
Balai Soedjatmoko
Jl Slamet Riyadi 284 Solo
Read More..
"Pameran Grafis Irwan Lentho" was posted by: World Spy blogs, under category pameran grafis and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/pameran-grafis-irwan-lentho.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Friday, July 1, 2011, 7:38 AM.

Pemutaran Film-Film Dustin Hoffman

Balai Soedjatmoko akan memutar film-film yang dibintangi oleh Dustin Hoffman. Lahir di Los Angeles tahun 1937 Dustin Hoffman merupakan aktor yang memiliki peran watak tersendiri. Mendapatkan dua penghargaan Oscar dalam film Kramer vs Kramer, dan Rain Man.


Sebelum menjadi aktor film, Hoffman memulai karir dari pemain drama, baru pada tahun 1967 dia memulai debut di film The Tiger Make Out. Selain main film, Hoffman juga menjadi pengisi suara untuk film-film kartun seperti Kungfu Panda dan Kungfu Panda 2.

Untuk pemutaran kali ini ada dua film yang akan ditayangkan yaitu Tootsie, yang bercerita tentang seorang aktor yang terpaksa mencari nafkah dengan menyamar sebagai perempuan. Dalam film ini Hoffman bermain dengan Jessica Lange. Sedangkan film kedua yaitu All The President’s Men yang merupakan kisah nyata wartawan Bob Woodward yang bekerja di Washington Post. All The President’s Men bercerita pembongkaran skandal Watergate oleh Bob Woodward & Carl Bernstein.

Acara digelar tanggal  06 Juli · 19:00 - 21:00, di
Balai Soedjatmoko
Jl Slamet Riyadi 284 Solo
Read More..
"Pemutaran Film-Film Dustin Hoffman" was posted by: World Spy blogs, under category pemutaran film and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/pemutaran-film-film-dustin-hoffman.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 7:33 AM.

Gelar Seni TBY Edisi Juli 2011

Gelar Seni TBY, Minggu, 31 Juli 2011
berlangsung di halaman Taman Budaya


Pukul 10.30-11.00 l Tari Klasik, Kelompok Seni Swagayogama (UGM)
Pukul 11.00-11.45 l Tari Kreasi Baru, Sanggar Tari Natya Laksita
Pukul 12.30-14.30 l Kesenian Reog, Grub Amarta Singo Mudha
Pukul 15.30-17.00 l Wayang Boneka, Sanggar Bagong Sebardjo

~~ GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM
Read More..
"Gelar Seni TBY Edisi Juli 2011" was posted by: World Spy blogs, under category gelar seni and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/gelar-seni-tby-edisi-juli-2011.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 7:25 AM.

Yogyakarta Gamelan Festival 2011

SCHEDULE 16th YOGYAKARTA GAMELAN FESTIVAL 2011
At CONCERT HALL, TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA

Thursday July 7, 2011
20:00 – 21:00 Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogyakarta)
21:10 – 21:40 Sanggar Karawitan Anak Sang Bumi (Yogyakarta)
21:50 – 22:20 YPBSM (Yogyakarta)
22:30 – 23:00 SMA BOPKRI 1 Yk with MAKOTO & KUMIKO (Japan)
23.10 – 23:20 Collaboration (All)


~~ FREE TICKET

Friday July 8, 2011
20:00 – 20:30 Adkar Java Musik (Yogyakarta)
20:40 – 21:25 Alex Dea (USA)
21:35 – 22:05 Rene Lysloff (USA)
22:15 – 22:45 Pusat Kesenian Balemong (Ungaran)
22:55 – 23:05 Collaboration (All)

~~ FREE TICKET

Saturday July 9, 2011
20:00 – 20:30 SDN Kepatihan (Banyuwangi)
20:40 – 21:25 Jody Diamond & Friends (USA)
21:35 – 22:05 Rasamaya (Solo)
22:15 – 23:15 Mandi Laras (Pamekasan)
23:25 – 22:35 Collaboration (All)

~~ FREE TICKET

(sumber ; Info Seni Jogja)
Read More..
"Yogyakarta Gamelan Festival 2011" was posted by: World Spy blogs, under category festival gamelan and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/yogyakarta-gamelan-festival-2011.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 7:22 AM.

Simphony Kerontjong Moeda Jogjakarta

Simphony Kerontjong Moeda Jogjakarta
lokasi acara di Auditorium SMM Jogjakarta
3 Juli 2011, Mulai pukul 19.30 WIB


HTM : Rp 10.000

ROUTE LOKASI : Pojok Beteng Kulon kebarat, ketemu lampu merah, belok ke kiri (Selatan) kira-kira 300 Meter kiri jalan ada kompleks SMM, masuk saja.

(sumber : Info Seni Jogja)
Read More..
"Simphony Kerontjong Moeda Jogjakarta" was posted by: World Spy blogs, under category pentas keroncong and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/simphony-kerontjong-moeda-jogjakarta.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 7:17 AM.

Lomba Tulis Pernas AIDS Yogyakarta 2011

Kirimkan segera berita atau reportase Anda! Panita Pernas AIDS IV memberikan bea siswa kepada 10 wartawan dari seluruh Indonesia.
Hadiah.
Pemenang akan mengikuti Pernas AIDS 2011 di Yogyakarta dari tanggal 2 sd 5 Oktober 2011, dengan ketentuan:
1. Tiket pp dari tempat asal ke Yogyakarta dengan kapal terbang non-Garuda (bukti harus dilengkapi dengan boarding pass).
2. Biaya transpor pp dari tempat asal ke bandara terdekat.
3. Akomodasi selama mengikuti Pernas (tidak termasuk telepon dan laundry di hotel).
4. Uang saku selama Pernas

Kewajiban
Selama Pernas penerima bea siswa wajib:
1. Mengikuti program Tim Media
2. Menyerahkan laporan kepada Tim Media untuk siaran pers
3. Mengirimkan berita ke media ybs. secara berkala
4. Men-download berita dari media ybs. untuk ditempelkan di papan media
5. Menyerahkan copy berita kepada Tim Media

Persyaratan:
1. Tulisan berupa berita, reportase dan features yang dimuat di media massa cetak dan online priode 1 Agustus 2010 sd 20 Agustus 2011.
2. Tulisan dikirim dalam bentuk kliping atau soft copy (CD), dengan menyebutkan: (a) nama media, (b) judul, (c) tanggal pemuatan, (d) halaman.
3. Judul-judul tulisan, tanggal pemuatan dan halaman diketik dalam format Exel.
4. Fotocopy Kartu Pers.
5. Surat Keterangan dari Pemimpin Redaksi/Redaktur Pelasana yang membenarkan point 3.
6. Materi untuk lomba sudah harus diterima Tim Media paling lambat cap pengiriman tanggal 25 Agustus 2011 (jika dikirim via courier minta cap tanggal hari pengiriman di amplop).

Pengumuman.
(a) Hasil seleksi akan diumumkan minggu kedua September 2011.
(b) Nama pemenang akan diberitahu lewat e-mail, siaran pers, dan surat resmi.
(c) Pemenang tidak bisa diwakilkan kepada rekan sekerja atau orang lain.
(d) Jika berhalangan maka bea siswa otomatis gugur.

Kliping dikirim ke:
Lomba Tulis Wartawan Pernas IV Yogyakarta 2011
Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN)
Menara Topas Lantai 9, Jl. MH Thamrin Kav. 9
Jakarta 10330

Telepon: +62.21.3901758
Fax: +62.21.3902665

Syaiful W. Harahap
Media Centre Pernas AIDS IV Yogyakarta 2011
Read More..
"Lomba Tulis Pernas AIDS Yogyakarta 2011" was posted by: World Spy blogs, under category lomba karya tulis and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/lomba-tulis-pernas-aids-yogyakarta-2011.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 7:11 AM.

Dikemas Secara Sederhana, Labuhan Merapi Pertama Semenjak Erupsi Merapi

Upacara adat Labuhan Merapi yang merupakan event budaya tahunan yang digelar oleh kerabat Kraton Ngayogyakarta kembali akan digelar Sabtu dan Minggu 2 – 3 Juli 2011 mendatang. Labuhan Merapi kali ini tergolong fenomenal, karena dilakukan pertama kali semenjak erupsi 2010 oleh juru kunci yang baru untuk pertama kalinya.  


            Demikian diungkapkan oleh Plh. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, Selasa 28 Juni 2011 di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Sleman. Aji menambahkan bahwa pelaksanaan labuhan Merapi pada tahun ini diselenggarakan secara lebih sederhana dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut mengingat kondisi psikis dan sosial ekonomi masyarakat setempat yang sedikit banyak masih terpengaruh dengan terjadinya erupsi Merapi.  
            Rangkaian labuhan Merapi dimulai pada hari Sabtu 2 Juli 2011 sekitar pukul 10.00 dengan penerimaan uba rampe labuhan dari keraton Ngayogyakarta di Kecamatan Cangkringan. Dilanjutkan dengan prosesi sederhana oleh Bregada Prajurit Gandungarum dan serah terima uba rampe labuhan dengan juru kunci Merapi yang baru Mas Lurah Suraksosihono atau yang akrab dipanggil Pak Asih, yakni putra Mas Ngabehi Suraksohargo atau Mbah Marijan di huntara Plosokerep Umbulharjo Cangkringan.
            Pada malam harinya dilaksanakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Janadi Suharjono. Pada pertengahan malam itu pula sebagian abdi dalem yang dipimpin oleh juru kunci Mas Lurah Suraksosihono menuju bekas kediaman Mbah Maridjan untuk melakukan renungan dan doa.
            Sedangkan pada pagi harinya Minggu 3 Juli 2011 pukul 06.00 WIB uba rampe labuhan dibawa oleh rombongan abdi dalem, diikuti masyarakat sekitar dan para pengunjung/ wisatawan menuju ke lokasi labuhan di Alas Bedengan yang terletak 1,5 km dari bekas kediaman rumah Mbah Maridjan. Lokasi ini merupakan lokasi baru yang berada jauh dibawah lokasi labuhan tahun-tahun sebelumnya.            Usai prosesi labuhan di sekitar kompleks petilasan Mbah Maridjan diselenggarakan pentas seni dan pertunjukan jathilan oleh warga masyarakat setempat.
            Aji memperkirakan labuhan kali ini akan banyak menyedot pengunjung dari berbagai daerah, bahkan wisatawan manca negara yang ingin melihat secara langsung upacara adat satu-satunya yang diselenggarakan paling dekat dengan gunung Merapi. Oleh karenanya ia mengharapkan agar masyarakat pengunjung atau wisatawan agar menjaga diri dan berhati-hati dilokasi sekitar labuhan. Mengingat banyak tebing di kanan kiri dengan kondisi tanah berpasir yang masih sangat labil.
           
Sleman,  28 Juni 2011
Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata
Disbudpar Sleman



Wasita, SS, MAP



SMS Hotline: Wasita HP. 085743961968

Jl. Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman
Yogyakarta Telp/Fax:0274-869613
Website  : www.tourismsleman.com,
Read More..
"Dikemas Secara Sederhana, Labuhan Merapi Pertama Semenjak Erupsi Merapi" was posted by: World Spy blogs, under category labuhan merapi and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/dikemas-secara-sederhana-labuhan-merapi.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 7:04 AM.

Mesin Bur Gigi Bermusik, Periksa Gigi Pun Tak Lagi Menakutkan


 Berawal dari keprihatinan terkait masih banyaknya masyarakat, terutama anak-anak, yang takut memeriksakan sakit giginya, seorang dokter gigi di Purworejo, Jawa Tengah membuat sebuah mesin bur gigi yang sangat unik. Mesin bur gigi, yang diakui sebagai pertama kali di dunia ini, dilengkapi dengan musik dan aksesoris kepala boneka, sehingga, membuat pemeriksaan gigi terasa lebih menyenangkan. 


Sekilas memang tidak ada bedanya, mesin bur ciptaan drg Dhanni Gustiana ini dengan mesin bur gigi kebanyakan. Yaitu, berupa sebatang besi berujung kecil dengan kabel penghubung arus listrik. Perbedaan baru terlihat saat mesin bur gigi dokter Dhanni ini mulai hendak digunakan. Sebuah aksesoris kepala boneka pun dipasangkan di atas kepala bor, sehingga, mesin ini justru terlihat lucu dan tak lagi terlihat.

Sejenak kemudian, saat mesin bur mulai dinyalakan, sebuah lagu pun mengalun dan menutupi suara deru bur yang seringkali membuat anak-anak ketakutan. Ditambah nyala lampu berkelip di sepanjang kabel, membuat suasana pemeriksaan gigi tak ubahnya seperti sedang bermain-main. 
Inovasi yang dirintis dokter Dhanni, sejak dua tahun lalu ini, dilakukan dengan mengganti gear logam yang menjadi sumber berisik dengan keramik, sehingga, suaranya bisa menjadi lebih halus. Gear keramik ini tersambung ke speaker dan pedal di kursi operasi, yang berfungsi memompa udara ke selang sebagai energi pemutar laju bur. Sejak lama, ia memang menginginkan adanya alat yang bisa mengatasi ketakutan pasien saat memeriksakan gigi, karena, ”Dalam sebuah survey dikatakan, ketakutan orang memeriksakan gigi ternyata lebih besar daripada ketakutan orang akan kematian,” kata drg Dhanni.

Dikatakan, sejak ia menggunakan mesin ini, jumlah kunjungan pasien, terutama anak-anak, ke klinik giginya di Purworejo, Jawa Tengah, ternyata meningkat tajam. Berkat temuannya ini ia pun sempat terpilih menjadi tenaga kesehatan teladan tingkat nasional. Beberapa kali, ia pun diberangkatkan ke luar negeri oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO, untuk mempresentasikan temuan uniknya. (*)
Read More..
"Mesin Bur Gigi Bermusik, Periksa Gigi Pun Tak Lagi Menakutkan" was posted by: World Spy blogs, under category kesehatan and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/07/mesin-bur-gigi-bermusik-periksa-gigi.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 6:59 AM.

Museum Dapur Tradisional dari Keprihatinan Maraknya Makanan Instan

Berawal dari keprihatinan terkait maraknya makanan instan, belakangan ini, seorang warga di Sleman, DIY, menggagas berdirinya sebuah museum yang cukup unik, yaitu Museum Dapur Tradisional. Tak kurang dari 280 koleksi alat dapur tradisional dipajang dalam museum ini, sebagai bentuk pembelajaran dan menggugah kembali semangat kaum perempuan untuk memasak sendiri makanan bagi keluarganya.



Inilah Museum Dapur Tradisional, yang terletak di komplek desa wisata Kembangarum, Donokerto, Turi, Sleman, DIY. Memasuki museum ini, pengunjung seakan dibawa pada suasana dapur masa lalu beserta aktivitas memasak di dalamnya. Tidak ada peralatan dapur modern, seperti blender, kompor gas, mixer dan sebagainya, yang banyak dijumpai di dapur-dapur keluarga modern, saat ini.

Untuk memasak pun hanya digunakan dua tungku api, dengan menggunakan bahan bakar dari kayu dan bambu bekas. Tidak semudah memasak dengan kompor gas memang, karena, diperlukan kesabaran dan ketrampilan tersendiri dalam menjaga nyalanya api. Misalnya, dengan menambahkan kayu bakar atau meniup bara api dengan semprong atau potongan bambu, jika api hendak padam. Namun, bagi ibu-ibu di masa lalu, cara ini dianggap sebagai seni tersendiri dalam memasak.

Makanan yang dibuat pun bukan makanan-makanan modern ala barat, namun, makanan-makanan masa lalu asli pedesaan yang saat ini sudah makin ditinggalkan. Seperti tempe bacem, lodeh dan sebagainya. Semua bumbu dan bahan makanan diolah dengan alat-alat dapur tradisional, sehingga, membutuhkan proses yang lebih teliti, dengan melibatkan perasaan dan perhitungan yang cermat.

“Tak kurang dari 280 koleksi alat dapur tradisional dipajang dalam museum ini, seperti ikrik, parut, tambir dan sebagainya, yang sebagian besar terbuat dari bamboo, “ Kata Heri Kustriatmo, sang penggagas. Sejak awal, museum ini memang digagas, menyusul keprihatinan makin punahnya berbagai alat dapur tradisional di tengah maraknya serbuan alat dapur modern dan makanan-makanan instan, belakangan ini.

Tak hanya cara memasak dan aneka contoh masakan tradisional, di museum ini, pengunjung juga bisa melihat cara makan pada masa lalu. Tanpa meja makan yang mewah, namun, cukup dengan lesehan atau duduk di tikar. Tidak menggunakan sendok dan garpu, namun, cukup dengan tangan. Nah, anda berminat untuk belajar dari masa lalu atau sekedar bernostalgia dengan suasana dapur jaman dulu?. Agaknya, museum ini menjadi menjadi salah satu alternatif untuk dikunjungi pada masa liburan ini. (*)
Read More..
"Museum Dapur Tradisional dari Keprihatinan Maraknya Makanan Instan" was posted by: World Spy blogs, under category museum dapur tradisional and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/06/museum-dapur-tradisional-dari.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Friday, June 24, 2011, 8:50 PM.

Pentas Srawung Gamelan


Pardiman Djojonegoro kembali menghadirkan karya terbarunya. Garapan yang akan menampilkan sejumlah anak-anak ini nantinya dipentaskan pada tanggal 26 Juni 2011 di gedung Societed Taman Budaya Yogyakarta, mulai pukul 20.00 wib.

Menurut Pardiman, karya yang akan ditampilkan terinspirasi kenangan masa lalu. Pada masa lalu, permainan selalu erat dengan nuansa padang bulan, kemudian anak-anak bermain di pelataran sambil bernyanyi jamuran, ancak-acak alis, cublak-cublak suweng dll.
Tapi kini kondisinya lain, karena di dalam rumah anak-anak sudah dimanjakan dengan permainan game dan hiburan televisi yang lebih menarik ketimbang harus berkumpul dengan teman-temannya untuk bernyanyi bersama dipelataran. Bahkan kita cukup was-was dengan isi permainan dan acara-acara televisi yang banyak menyajikan tontonan yang belum saatnya mereka tonton atau menjadi dewasa sebelum waktunya kadang-kadang ada sebuah kerinduan bagaimana semnagat padang bulan yang memberi edukasi sosial ini hadir kembali dalam format lain yaitu dengan menciptakan ruang bermain dalam musik gamelan

Kenapa gamelan?
karena ketika seseorang bermain gamelan selain terdapat harmonisasi yang indah juga terdapat edukasi sosial yaitu sebuah nilai kebersamaan, saling mendengar, saling melihat,saling mersasakan dan saling memahami, dengan akata lain produk hasil ciptaan local jenius yang bernama gamelan itu telah menjawab kebutuhan kolektif sebuah komunitas untuk berinteraksi dan berekspresi.

selain itu ada dua hal yang bisa dicapai ketika orang bermain gamelan
yaitu kegembiraan bersama, ekspresi estetis, kesegaran fisik, kematangan emosiaonal dan daya cipta. lebih jauh gamelan merupakan contoh demokrasi yang kongkrit dengan fungsinya masing-masing


Pemain srawung gamelan bocah
Fadlan, Unggul, Abel, Jojo, Lingga, Kidung, Bima, Dila, Sasa, Sinta, Yoni, anjang, Elent.


Repertoar mantan bocah
Jazz gembeng...milah, milih, mulih dan malih...
fisik burisrawa hati sembadra....
sajian gamelan format Gadon sudah jarang kita temui kecuali di tempat tertentu, pada hal dahulu sebelum campur sari menjadi primadona pdi setiap yang punay hajatan format gadonlah yang sering terdengar, padahal format gadon ini menyisakan ruang kreatif yang b dicari kemungkinan-kemungkinan untuk diolah...
biasanya repertoarnya adalahpangkur, uler kambang...tapi kali ini gamelan bisa menberobos lintas suara dunia, seperyti pop keoncong samapai jazz...tanpa kehadiran musik barat....kita bisa menyanyikan lagu barat...

komposer
Pardiman Djoyonegoro
pemian : Dalyanto, Arya Dani Setiawan, Sandya Malakeaano,Danang Rajiv, Romel
Vokal Eny Lestari, Lanan Daruningtyas dan Pardiman Djoyonegoro.
menciptakan ruang permainan bagi anak-anak dalam gamelan adalah tantangan tersendiri.

(sumber : info seni jogja)
Read More..
"Pentas Srawung Gamelan" was posted by: World Spy blogs, under category pentas gamelan and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/06/pentas-srawung-gamelan.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 8:49 PM.

Pameran Seni Kriya Logam di Bandara Adi Sutjipto


Menggelar pameran ternyata tak hanya bisa dilakukan di galeri mewah atau hotel berbintang. Seorang seniman di Yogyakarta justru memilih menggelar pameran karyanya di bandara Adi Sutjipto, Sleman. Ia berharap, dengan dipasang di ruang publik, lebih banyak orang yang bisa mengapresiasi karyanya.


Ada yang berbeda di bandara Adi Sutjipto, Sleman, DIY, belakangan ini. Sejumlah karya kriya atau patung dari logam terlihat dipasang di sejumlah bagian di bandara tersebut, untuk menyemarakkan Festival Kesenian Yogyakarta  atau FKY ke-23, tahun 2011. Patung-patung ini merupakan karya seorang seniman asal Bantul, bernama Timbul Raharjo.

Timbul raharjo sengaja memilih area bandara Adi Sutjipto sebagai lokasi pameran karya-karyanya, karena, ia ingin memberikan warna lain bagi bandara kebanggaan warga yogyakarta tersebut. dengan berbagai sentuhan seni, sehingga,”Para wisatawan bisa lebih terkesan dan mempunyai kenangan indah tentang bandara tersebut,”Kata Timbul Raharjo. Apalagi, para masa liburan sekolah ini, kunjungan wisatawan ke bandara tersebut terlihat meningkat tajam. Selain itu, dibanding di galeri mewah atau hotel berbintang, dengan cara ini, karya-karya patungnya bisa diapreasiasi lebih banyak orang.

“Bandara Internasional Adi Sutjipto sebagai pintu gerbang masuknya wisatawan tentunya sangat strategis untuk digunakan sebagai salah satu tempat/ media promosi berlangsungnya FKY, karenanya kami sangat mendukung kegiatan ini,” kata Agus Adriyanto, General Manager Angkasa Pura I (Persero).

Berbeda dengan patung biasanya, karya patung timbul raharjo ini banyak memanfaatkan barang-barang logam yang tidak berguna. Seperti, ring, paku, jeruji dan sebagainya. Dengan ketekunannya, berbagai logam tersebut disusun menjadi sebuah karya yang indah dan menarik. Sebagian besar karya yang dipamerkan ini mengambil tema ayam, yang menurutnya, bisa menimbulkan berbagai tafsir. (*)
Read More..
"Pameran Seni Kriya Logam di Bandara Adi Sutjipto" was posted by: World Spy blogs, under category pameran patung and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/06/pameran-seni-kriya-logam-di-bandara-adi.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 8:09 AM.

Bubur Bayi Anti Anemia UGM Juarai Kompetisi Teknologi Pangan Sedunia 2011


Satu lagi prestasi gemilang dicatat mahasiswa Universitas Gajahmada, Yogyakarta, dalam forum internasional. Berkat karyanya berupa bubur bayi anti anemia, lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM berhasil menjadi juara dua dalam Kompetisi Teknologi Pangan sedunia 2011 di Amerika Serikat, 11 hingga 14 juni lalu.



Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, UGM, yang berhasil menjadi juara dalam Kompetisi Teknologi Pangan sedunia 2011 di Amerika Serikat, ini adalah Aprilita Kusuma wardani, Gaung Ranggatama, Haritsah Setya Nuraini, Afni Fitriana dan Avelia Indriyani. Mereka memenangkan kompetisi bergengsi tersebut, setelah berhasil menciptakan sebuah bubur bayi penderita anemia.

Bubur tersebut dibuat menyusul keprihatinan mereka terkait tingginya angka bayi kekurangan sel darah merah atau anemia di Indonesia. “Berdasar riset kesehatan dasar tahun 2007, jumlah balita penderita anemia di indonesia mencapai tak kurang dari 27,7 persen,” kata Aprilia Kusumawardani, ketua tim. Padahal, jika terus dibiarkan, anemia yang awalnya hanya menyebabkan kelelahan, kurang tenaga dan sebagainya, bisa mengakibatkan gangguan pada jantung dan stroke.

Karenanya, mereka terus berupaya menanggulangi hal tersebut, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat. Berdasar penelitian, mereka akhirnya berhasil memformula sebuah bubur bayi anti anemia, yang disebut dengan soy rice porridge. Bubur ini merupakan campuran dari kedelai, beras dan bekatul, sehingga, mengandung nutrisi dan zat besi tinggi. Bubur ini bisa disajikan langsung dengan cara diseduh dengan air, atau dicampur dengan susu, sehingga, makin disukai balita.

Kompetisi Teknologi Pangan sedunia 2011 digelar Institute of Food Technologists atau IFT, New Orleans, Lousiana, Amerika Serikat, pada tanggal 11 hingga 14 juni lalu. Kompetisi ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kampus di belahan dunia. Selain UGM, satu kampus lagi di Indonesia, yaitu Universitas Brawijaya, Malang, juga berhasil menjadi juara dalam kompetisi ini. (*)
Read More..
"Bubur Bayi Anti Anemia UGM Juarai Kompetisi Teknologi Pangan Sedunia 2011" was posted by: World Spy blogs, under category bubur bayi and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/06/bubur-bayi-anti-anemia-ugm-juarai.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Thursday, June 23, 2011, 9:26 PM.

Ibu-ibu Korban Merapi Bangkit dengan Nastar Pisang


Buah pisang jenis uter, yang biasanya berharga murah dan hanya menjadi makanan burung, di tangan-tangan kreatif ibu-ibu korban Merapi di dusun Srunen, desa Glagaharjo, kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY, ternyata dibuat kue nastar yang sangat enak dan bernilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan buah pisang menjadi kue nastar ini merupakan salah satu upaya ibu-ibu tersebut untuk membangkitkan perekonomian keluarga, setelah sempat terpuruk akibat bencana letusan Merapi, beberapa waktu lalu.

Inilah kue-kue nastar buatan ibu-ibu korban letusan gunung Merapi, yang tinggal di dusun Srunen, desa Glagaharjo, kecamatan Cangkringan, Sleman. Sekilas memang tidak ada bedanya dengan kue nastar kebanyakan. Namun, jika dicicipi, ada rasa yang berbeda pada kue nastar ini. Terlihat sangat kental aroma dan rasa pisangnya.

Berbeda dengan kebanyakan kue sejenis lainnya, kue nastar buatan ibu-ibu di kawasan yang hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari puncak Merapi ini memang dibuat dengan menggunakan pisang. Mereka memanfaatkan buah pisang yang sudah mulai tumbuh di kawasan tersebut, setelah pada letusan merapi beberapa waktu lalu, semua jenis pepohonan di kawasan itu rusak parah dan mati.

Kemampuan membuat nastar dari pisang ini dipunyai ibu-ibu tersebut setelah mendapat pelatihan dari Institut Pertanian Yogyakarta dan kelompok wanita tani Seruni, Sendangtirto, Berbah, Sleman. “Pelatihan dilakukan, sebagai upaya membangkitkan kembali perekonomian warga setempat, dengan memanfaatkan potensi yang ada di wilayah ini,” kata Nuraini, penggagas pelatihan ini.

Selain mudah didapat, ibu-ibu korban Merapi ini sengaja memanfaatkan pisang untuk membuat kue nastar, “karena, belum banyak terdapat di pasaran, sehingga, diharapkan bisa lebih cepat laku dan membuat desa ini semakin dikenal orang,” kata Suyati, seorang warga.


Cara pembuatan kue nastar dari pisang ini sangat sederhana. awalnya, buatlah selai pisang, dengan menggunakan satu sisir pisang matang, gula pasir setengah kilogram dan sitrun satu sendok teh. Setelah itu, campuran pisang, gula pasir dan sitrun tersebut diblender dan dimasak sampai kering.

Sementara kulit kue nastar dibuat dari campuran tepung pisang, tepung terigu, margarine, gula halus dan telur. awalnya, margarine dan telur dicampur dengan cara dikocok. Setelah itu, masukkan tepung sebagai perekat dan aduk sampai mengental. buat bulatan kecil dan pipihkan. Baru setelah itu, isi dengan selai pisang, yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah ditaruh di loyang dan diolesi kuning telur, kue nastar pun dipanggang sampai matang. Nah, anda ingin mencobanya?. (*)
Read More..
"Ibu-ibu Korban Merapi Bangkit dengan Nastar Pisang" was posted by: World Spy blogs, under category nastar pisang and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/06/ibu-ibu-korban-merapi-bangkit-dengan.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 6:18 PM.

Wayang Klithik yang Makin Langka


 Sempat mengalami masa kejayaan pada tahun 1970-an, keberadaan wayang klithik, belakangan ini, terlihat mulai langka dan hampir punah. Bahkan, dalang wayang klithik yang saat ini masih bertahan di wilayah diy pun diketahui tinggal satu orang, yaitu Ki Sudarminta, asal Tambaksari, Ngemplak, Sleman.

Hingga tahun 1970-an, pentas wayang klithik semacam ini mungkin bukan merupakan barang yang langka di wilayah DIY. Terutama di wilayah perbatasan kabupaten Sleman, diy dengan kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hampir setiap ada perhelatan keluarga, seperti penganten atau khitanan anak, pentas wayang jenis ini selalu digelar.

Namun, seiring perkembangan zaman, keberadaan wayang klithik ternyata masih terpinggirkan dan hampir punah. Tidak banyak lagi pagelaran wayang klithik, karena, sudah digantikan berbagai hiburan modern lain, seperti organ tunggal, campur sari dan sebagainya.

Tak ayal, jumlah dalang wayang klithik pun, saat ini, terus berkurang. Satu-satunya dalang wayang klithik yang masih bertahan adalah Ki Sudarminta, asal Tambaksari, Ngemplak, Sleman. Meski bertahan, ia mengaku sudah jarang pentas wayang klithik. Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, ia mengaku, baru mementaskan wayang klithik sebanyak 2 kali.

“Awalnya, saya hanyalah seorang perajin wayang klithik, namun, karena sering diminta mementaskan, ia pun akhirnya mencoba menjadi dalang wayang jenis ini,” kata Ki Sudarminta. Dibanding memainkan wayang purwa dari kulit, memainkan wayang klithik harus lebih berhati-hati, karena, “jika tidak, wayang klithik justru akan rusak atau patah”, ujar Ki Sudarminta. Berbeda dengan wayang purwa biasa, wayang klithik memang terbuat dari kayu yang keras.

Wayang klithik pertama kali diciptakan oleh raja kraton Surakarta, Sunan Pakubuwono ke-dua, dengan mengadopsi dari munculnya wayang krucil, yaitu wayang kulit berukuran kecil. Wayang klithik dibuat dari kayu yang pipih pada bagian tubuh, kaki dan kepalanya. Sementara, pada bagian tangannya, masih dibuat dari kulit. Karena saat dipentaskan menimbulkan bunyi klithik-klithik, wayang ini pun disebut wayang klithik. Berbeda dengan wayang kulit biasa yang mengambil cerita dari Mahabarata dan Ramayana, pentas wayang klithik biasanya mengambil cerita dari jaman Panji Kudalaleyan di Pajajaran hingga jaman Prabu Brawijaya di Majapahit. (*)
Read More..
"Wayang Klithik yang Makin Langka" was posted by: World Spy blogs, under category wayang klithik and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/06/wayang-klithik-yang-makin-langka.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, , 5:59 PM.
 
© 2012 World Spy
Is Hosted by Blogger