»
»
»Baju dari Kayu? Kenapa Tidak..

Baju dari Kayu? Kenapa Tidak..

Kayu yang dikenal keras, di tangan seorang perajin di Solo,  Jawa Tengah,  ternyata bisa dijadikan bahan membuat baju,  sepatu, selendang dan hiasan fashion lainnya.  Sebagian besar hasil karyanya memang hanya bisa dijadikan pajangan, namun, sebagian lain bisa digunakan layaknya baju dari bahan kain biasa.





 

 

Melihat barang-barang ini, anda mungkin berpikir sedang berada dalam sebuah butik pakaian. Lihatlah, barang-barang yang dipajang.  Ada baju pria, baju dalam, gaun wanita, aneka sepatu hingga BH. Namun, jangan salah, aneka fashion dan sepatu ini ternyata terbuat dari kayu, bukan kain atau bahan lain seperti biasa.
Karenanya, sebagian besar barang ini hanya bisa dijadikan pajangan atau hiasan rumah. Namun, ternyata tidak semuanya seperti itu.
 

Lihatlah, baju dari bahan kulit kayu ini. Baju ini ternyata bisa dipakai seperti layaknya baju dari kain biasa. Sungguh anggun dan menawan.
Barang-barang unik ini merupakan hasil kreasi dari perajin asal Solo, Jawa Tengah, bernama Barata Sena. Usaha kerajinan ini sudah ditekuni Barata, sejak tahun 2005 lalu. Meski sangat diminati masyarakat, terutama dari manca negara, aneka kreasi yang menarik ini ternyata berawal dari ide atau hal yang sederhana.
“Kalau ide membuat selendang dari kayu, berawal saat saya sedang memulung atau mengambili cucian. Saat itulah, saya melihat baju kebaya dijemur dan tertiup angin. Sangat indah, sehingga, saya pun bertanya dalam hati, bisa nggak ya bikin baju kayak gitu dari kayu..”, kata Barata.
Sementara untuk sepatu dan baju,  idenya berawal saat ia terus direngeki sang anak untuk dibelikan sepatu. Padahal, seminggu sebelumnya, mereka sudah dibelikan baju dan sepatu. Kondisi ini tentu saja membuatnya sangat marah. “Namun, kemarahan itu saya salurkan dengan cara positif, yaitu dengan membuat kreasi baju dan sepatu dari kayu,” tambahnya. Karenanya, ia menyebut lahirnya kreasi tersebut berasal konsep yang diberinya nama “mengubah racun menjadi obat”.
Untuk bahan pembuatannya, Barata mengaku, tidak terpaku pada satu jenis kayu saja. Namun, hampir seluruh jenis kayu digunakan untuk membuat aneka kerajinan in. Mulai dari kayu pohon mangga, jambu, jati dan sebagainya.  “Tujuan saya adalah ingin memberi nilai pada kayu-kayu yang selama ini tidak pernah mendapat penghargaan. Di Jawa, orang hanya menghargai kayu jati sebagai kayu yang dianggap baik, di luar kayu jati dianggap kayu yang tak bisa dibuat apa-apa,” katanya.
 

Saat ini, aneka kreasi fashion dari kayu tersebut bisa dilihat di Gg Delima 8 No. 14, Jajar RT  07, RW 3 Laweyan, Solo. Tidak mudah memang untuk membuatnya, karena, diperlukan ketelitian dan kecermatan lebih dalam pengerjaannya. Tak ayal, paling cepat, satu karya bisa memerlukan waktu tak kurang dari tiga hari hingga satu minggu. Untuk kreasi sebuah baju, bahkan, bisa memerlukan waktu sekitar sebulan,, karena prosesnya yang rumit, harga jualnya bisa mencapai di atas Rp. 350 ribu hingga jutaan rupiah per buah. Nah, anda tertarik mengoleksinya? (*)
"Baju dari Kayu? Kenapa Tidak.." was posted by: World Spy blogs, under category kerajinan kayu and permalinks http://world-spy.blogspot.com/2011/04/baju-dari-kayu-kenapa-tidak.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Tuesday, April 5, 2011, 4:30 AM.

Comments :

 
© 2012 World Spy
Is Hosted by Blogger